Berkebun Saat Hamil Boleh Saja, Tapi Perhatikan 7 Hal Ini

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Saat hamil, Anda jadi harus teliti memilih makan, obat-obatan, dan juga kegiatan. Pasalnya, semua hal tersebut bisa memengaruhi kesehatan tubuh Anda dan janin. Nah, berkebun salah satu contohnya. Berkebun saat hamil sebenarnya sah-sah saja, namun ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Apa sajakah itu? Penasaran dengan jawabannya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Manfaat berkebun saat hamil

Bagi ibu hamil yang tidak bekerja, berkebun bisa jadi aktivitas menyenangkan. Selain bisa dapat nikmati hasil panen atau keindahannya, berkebun saat hamil ternyata memberikan banyak manfaat.

Kehamilan memenuhi Anda dengan beragam emosi, mulai dari bahagia, cemas, hingga rasa takut. Ya, perasaan bahagia tentu berdampak baik bagi kesehatan Anda dan janin. Sebaliknya, perasaan cemas dan takut kadang membuat ibu hamil jadi stres. Hal ini tentu akan memperburuk kesehatan dan kondisi kandungan.

Nah, salah satu cara untuk mengurangi emosi negatif tersebut adalah berkebun. Aktivitas ini membantu ibu hamil untuk lebih santai, menenangkan pikiran, dan mengalihkan pikiran dari rasa cemas dan takut. Selain itu, berkebun juga bisa menghindari ibu hamil dari gaya hidup malas-malasan alias malas gerak.

Hal-hal yang harus diperhatikan jika berkebun saat hamil

Supaya berkebun saat hamil jadi kegiatan yang positif bagi Anda, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:

1. Selalu konsultasikan ke dokter

Meski berkebun saat hamil itu terbilang aman, Anda tetap perlu lampu hijau dari dokter kandungan. Jadi, buat janji dengan dokter lebih dahulu sebelum memulai kegiatan ini.

2. Hindari paparan bahan kimia

Serangga maupun hama lainnya adalah musuh bagi tanaman-tanaman Anda. Meski bisa dimusnahkan dengan semprotan kimia, Anda yang sedang hamil harus menghindari paparan bahan kimia.

Ingat, ada beberapa bahan kimia yang bisa terhirup atau pun meresap ke kulit sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kestabilan janin. Jadi, minta orang lain untuk melakukan tugas tersebut dan menjauhi area saat sedang disterilkan.

3. Gunakan pakaian yang sesuai

Saat berkebun tetap pilih pakaian yang longgar dan berbahan katun yang baik menyerap keringat. Ini menghindari Anda dari masalah kulit, contohnya biang keringat. Kemudian, gunakan topi, sarung tangan, dan tabir surya untuk mengurangi paparan tanah, zat kimia, dan sinar matahari.

4. Jangan lupa istirahat dan tidak melakukan satu posisi dalam waktu yang lama

Supaya Anda tidak kelelahan, pastikan untuk istirahat sejenak. Selama berkebun Anda mungkin cenderung melakukan satu posisi dalam waktu yang lama, seperti membungkuk, jongkok, atau berdiri.

Supaya berkebun saat hamil tidak menimbulkan masalah, sediakan bangku kecil yang rendah supaya Anda tidak lelah membungkuk atau berjongkok. Cobalah untuk berjalan-jalan kecil ketika Anda harus berdiri.

5. Pastikan asupan cairan tercukupi

Meski kelihatannya tidak banyak bergerak, berkebun di luar rumah juga bisa mengurangi kadar air dalam tubuh. Untuk mencegah dehidrasi, selalu siapkan botol air minum. Namun, letakkan botol minum tersebut jauh dari bahan-bahan kimia, tanah, atau benda kotor lainnya. Jangan lupa untuk minum saat sedang beristirahat.

6. Hindari mengangkat benda yang berat

Saat hamil, Anda tidak diperbolehkan beraktivitas terlalu keras atau mengangkat benda yang berat-berat. Jika memang perlu memindahkan sesuatu yang cukup berat, minta pasangan atau orang lain untuk membantu Anda.

7. Bersihkan tubuh Anda setelah berkebun

Setelah berkebun, tangan dan pakaian Anda pasti akan kotor. Jadi, jangan lupa untuk membersihkan diri. Cuci tangan Anda dengan bersih dan ganti pakaian Anda jika kotor. Tujuannya untuk mencegah terjadinya infeksi toksoplasmosis. Biasanya parasit Toxoplasma Gondii mencemari tanah melalui kotoran kucing.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 23, 2019 | Terakhir Diedit: Maret 18, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca