Anda sedang hamil? Ayo ikut komunitas Ibu Hamil kami sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Mengatasi Rasa Takut dan Cemas Menjelang Persalinan

Mengatasi Rasa Takut dan Cemas Menjelang Persalinan

Meskipun tampaknya wanita hamil punya waktu 9 bulan untuk mempersiapkan proses persalinan, ketika waktunya sudah dekat Anda tetap saja merasa panik dan cemas. Memang kesiapan fisik saja tidak cukup untuk melahirkan seorang anak ke dunia. Anda juga harus mempersiapkan mental. Akan tetapi, banyak wanita hamil yang merasa takut melahirkan. Rasa takut dan cemas ini bisa datang dari berbagai sumber. Misalnya, Anda pernah mendengar cerita persalinan kakak Anda yang cukup menegangkan atau Anda adalah orang yang tidak tahan sakit.

Perasaan cemas dan takut melahirkan memang wajar terjadi. Jika ini persalinan pertama, Anda mungkin akan membayangkan hal-hal buruk akan terjadi. Namun, persalinan kedua juga tetap bisa terasa menakutkan. Misalnya karena persalinan pertama Anda berjalan lancar, maka Anda takut yang kedua akan cukup sulit. Atau justru karena persalinan pertama Anda tidak lancar, Anda pun khawatir persalinan kedua juga akan bermasalah.

Kalau Anda adalah salah satu wanita hamil yang takut melahirkan, Anda perlu mempraktekkan teknik khusus untuk mengatasi ketakutan tersebut. Pasalnya, persalinan merupakan suatu pengalaman yang alami dan indah, tak selalu menakutkan dan menegangkan seperti yang ada dalam benak Anda. Ingatlah bahwa tubuh wanita sudah dirancang sedemikian rupa agar mampu melewati persalinan. Jangan sampai Anda melewatkan momen berharga tersebut karena diliputi rasa takut. Perhatikan baik-baik beberapa trik untuk mengatasi rasa takut dan cemas menjelang persalinan berikut ini.

BACA JUGA: 13 Hal yang Harus Dilakukan Selama Trimester Ketiga Kehamilan

1. Memilih dokter atau bidan yang terpercaya

Hal pertama yang seharusnya dilakukan wanita yang takut melahirkan adalah memilih dokter kandungan atau bidan yang tepat. Pastikan dokter kandungan Anda reputasinya sudah dikenal, terpercaya, atau pernah membantu anggota keluarga dan sahabat Anda menjalani persalinan. Dengan begitu, Anda pun jadi lebih tenang dan mau percaya pada kata-kata dokter tersebut. Penting juga untuk memastikan bahwa Anda dan suami memiliki pemikiran yang sejalan dengan dokter atau bidan yang bertanggung jawab atas persalinan Anda. Anda semua pun jadi bisa bekerja sama dengan baik sepanjang proses kehamilan dan kelahiran.

2. Punya rencana yang fleksibel

Ingatlah bahwa ketika saatnya melahirkan tiba, rencana yang sudah Anda susun sedemikian rupa bersama dengan suami dan dokter kandungan bisa tiba-tiba buyar. Namun, bukan berarti hal tersebut berarti sesuatu yang buruk akan terjadi. Perubahan rencana merupakan hal yang normal dalam proses persalinan. Jika ini terjadi, Anda perlu membuka diri terhadap saran dan pilihan yang tersedia. Agar Anda lebih tenang kalau ada yang tidak sesuai dengan rencana, bicarakan semua opsi cadangan dan kemungkinan bersama dengan suami dan dokter kandungan.

BACA JUGA: Berapa Kali Operasi Caesar yang Boleh Dijalani Seorang Wanita?

3. Dengarkan tubuh dan bayi Anda

Pada akhirnya, proses melahirkan itu dikendalikan oleh tubuh dan bayi Anda sendiri. Percayalah bahwa tubuh Anda dan bayi yang akan lahir punya cara khusus untuk saling bekerja sama. Maka, Anda harus belajar untuk mendengarkan baik-baik tubuh dan bayi Anda sejak awal kehamilan. Habiskan waktu berkualitas untuk mengobrol mesra dengan janin dan rasakan kehadirannya yang selaras dengan tubuh Anda. Perhatikan setiap perubahan tubuh yang terjadi dan cari tahu penyebabnya. Anda pun jadi lebih percaya diri sekaligus pasrah terhadap proses persalinan yang akan terjadi.

4. Melakukan relaksasi

Bagi beberapa wanita hamil, rasa takut dan cemas yang muncul bisa jadi suatu hal yang sangat membebani. Jika ini yang Anda rasakan, Anda perlu melatih teknik relaksasi. Pejamkan mata dan pikirkan suatu tempat atau situasi yang membuat Anda merasa tenang dan damai. Bayangkan suasananya, ingat-ingat berbagai bau yang Anda cium di tempat tersebut, dan rasakan kembali emosi yang waktu itu muncul seperti bahagia atau puas. Sambil memikirkannya, atur napas Anda sepelan dan sedalam mungkin. Anda juga bisa ikut yoga dan meditasi khusus ibu hamil untuk membantu menenangkan pikiran menjelang persalinan.

BACA JUGA: 8 Pose Yoga yang Baik untuk Melatih Panggul Saat Hamil (Hip Opening)

5. Memahami rasa sakit saat melahirkan

Bila Anda takut melahirkan karena tidak tahan sakit, Anda perlu mengubah pola pikir Anda. Pahamilah bahwa rasa sakit saat melahirkan tidak sama dengan rasa sakit yang muncul ketika Anda terluka atau kena penyakit yang harus cepat-cepat diusir. Sensasi fisik tersebut justru sangat dibutuhkan untuk membawa bayi Anda ke dunia. Dengan memahami hal ini, Anda jadi lebih mudah untuk mengendalikan panik karena rasa sakit yang muncul.

BACA JUGA: Manfaat dan Risiko Menggunakan Epidural Saat Melahirkan

6. Mencari dukungan dari keluarga atau sahabat

Wanita hamil yang dikelilingi orang-orang terdekatnya menjelang kelahiran akan merasa lebih percaya diri dan optimis soal persalinannya. Tak perlu malu untuk mengakui bahwa Anda takut melahirkan, justru dengan bercerita pada orang yang bisa dipercaya Anda bisa meluapkan rasa takut tersebut. Akan tetapi, Anda juga perlu membatasi diri agar tak terlalu banyak mendengar cerita-cerita yang menyeramkan seputar proses persalinan.

7. Menemui terapis

Kalau rasa takut dan cemas yang Anda alami menjelang persalinan sudah terlalu parah, segera minta bantuan profesional. Anda bisa menemui psikolog atau terapis untuk mendampingi Anda menghadapi rasa takut melahirkan. Ingat, kesehatan mental ibu sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Sebuah penelitian dalam British Journal of Obstetrics and Gynaecology baru-baru ini mengungkapkan bahwa rasa takut melahirkan berisiko membuat proses persalinan jadi lebih rumit dan lama. Maka, jangan sepelekan kondisi psikologis ibu hamil menjelang persalinan.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Durasi siklus haid

28 days
Punya cerita soal kehamilan?

Ayo gabung dengan komunitas Ibu Hamil Hello Sehat dan temukan berbagai cerita menarik seputar kehamilan.


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Calming Your Labor and Delivery Fears. http://www.webmd.com/baby/features/calming-your-labor-and-delivery-fears#1 Diakses pada 14 Desember 2016.

Terrified of childbirth? 10 ways to cope. http://www.foxnews.com/health/2013/10/20/terrified-childbirth-10-ways-to-cope.html Diakses pada 14 Desember 2016.

Overcome Your Fear of Child Birth. http://www.justthefactsbaby.com/pregnancy/article/overcome-your-fear-of-child-birth-31 Diakses pada 14 Desember 2016.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 29/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan