home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengangkat Beban Berat Saat Hamil, Ini Risiko dan Tips Amannya

Mengangkat Beban Berat Saat Hamil, Ini Risiko dan Tips Amannya

Seiring membesarnya ukuran perut selama masa kehamilan, ibu tidak lagi bisa melakukan aktivitas biasanya. Ambil contoh, mengambil atau mengangkat barang berat saat hamil. Berikut penjelasan mengapa ibu sebaiknya tidak mengangkat barang berat saat hamil dan tips aman bila kepepet harus mengangkat beban berat.

Alasan ibu tidak boleh mengangkat beban berat saat hamil

Seiring perkembangan janin dalam kandungan, tubuh ibu mengalami perubahan. Terutama rahim yang terus menekan otot perut sehingga memicu kram perut lebih sering.

Peningkatan hormon progesteron saat hamil mengakibatkan otot dan persendian pinggul jadi kendur dan melemas.

Mengangkat barang berat saat akan menekan dasar panggul karena rahim dan janin dalam dasar panggul sudah dalam posisi menekan.

Ini menempatkan lebih banyak tekanan pada punggung bawah sehingga membuat otot dan persendian tubuh bawah lebih rentan mengalami kram dan terkilir.

Mengutip dari American Pregnancy Association, mengangkat beban berat saat hamil dapat meningkatkan risiko mengalami keguguran atau bayi lahir dengan berat rendah (BBLR).

Selain itu, mengangkat barang berat atau tidak saat hamil bisa memicu komplikasi seperti hernia.

Ibu hamil yang memiliki risiko persalinan prematur perlu menghentikan aktivitas mengangkat benda berat setelah trimester pertama.

Boleh atau tidaknya ibu mengangkat barang berat saat hamil adalah pertanyaan yang sebaiknya ibu tanyakan langsung pada dokter kandungan.

Umumnya, akan lebih baik untuk meminta bantuan orang lain untuk mengangkat benda berat.

Jika memang situasi dan kondisinya memaksa, usahakan jangan mengangkat barang yang lebih berat dari 9 kilogram walau hanya sebentar.

Hal ini karena ibu hamil akan lebih mudah kehilangan keseimbangan. Saat keseimbangan tubuh tidak stabil, ibu rentan mengalami cedera.

Kecelakaan jatuh yang serius tidak hanya berbahaya bagi keselamatan ibu, tetapi juga berisiko bagi bayi.

Tips mengangkat beban berat saat hamil

Mengangkat barang berat saat hamil memang perlu ibu hindari. Akan tetapi, dokter biasanya memberi batas aturan yang disesuaikan dengan kondisi ibu.

Biasanya, dokter akan memberi kelonggaran bila ibu memang terbiasa mengangkat barang berat saat sebelum hamil.

Namun, usahakan selalu hati-hati setiap kali ibu mengangkat barang berat saat hamil, terutama saat masuk trimester ketiga kehamilan.

Ada beberapa trik yang bisa ibu lakukan saat mengangkat beban berat saat hamil.

  1. Posisikan tubuh dengan berjongkok, tekuk lutut ibu. Hindari membungkuk dengan posisi dari pinggang.
  2. Saat jongkok, posisikan kaki selebar bahu dan punggung tetap lurus.
  3. Setelah itu, angkat beban berat secara perlahan dengan kekuatan bertumpu pada lutut.
  4. Kemudian, dorong tubuh ke atas perlahan dengan kedua kaki.
  5. Hindari membuat gerakan menyentak tiba-tiba sambil mengangkat barang.
  6. Pada saat mengangkat, bernapaslah lewat mulut sehingga perut rata dan dasar panggul berkontraksi.
  7. Dekap barang sedekat mungkin pada tubuh. Ibu bisa memeluknya dengan erat.

Saat mengangkat beban berat, perhatikan durasi ibu hamil. Kalau tidak terlalu lama, tidak masalah.

Namun, jarak jauh atau harus menaiki tangga sambil membawa barang berat, sebaiknya minta orang lain. Selain itu, ibu tidak boleh menambah beban pada dasar panggul.

Kemungkinan komplikasi parah karena mengangkat barang berat saat hamil adalah hernia atau turun berok dalam bahasa awam.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Metode kalkulasi

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lifting When Pregnant: A Trimester-by-Trimester Overview. (2020). Retrieved 14 June 2021, from https://www.aipt.edu.au/articles/2020/07/lifting-when-pregnant-trimester-trimester-overview

Physical Demands – Reproductive Health | NIOSH | CDC. (2021). Retrieved 14 June 2021, from https://www.cdc.gov/niosh/topics/repro/physicaldemands.html#:~:text=Heavy%20lifting%2C%20standing%20for%20long,which%20might%20reflect%20reduced%20fertility.

Lifting During Pregnancy: Risks and Safe Techniques. (2014). Retrieved 14 June 2021, from https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/is-it-safe/lifting-pregnancy-9888/

Foto Penulis
Ditulis oleh Riska Herliafifah pada 08/02/2017
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x