Waspada, Kena Virus Ini Saat Hamil Bisa Sebabkan Kematian Pada Bayi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 29/08/2017 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Sitomegalovirus merupakan virus yang umum menyerang ibu hamil dan anak kecil. Hal ini berbahaya, bahkan dampaknya bisa berlangsung dalam waktu lama. Untuk itu, para ibu hamil sangat dianjurkan untuk menghindari penularan sitomegalovirus. Lalu, apa saja bahaya sitomegalovirus?

Bahaya sitomegalovirus saat ibu mengandung

Sitomegalovirus masih dalam keluarga virus herpes. Ibu hamil yang terkena infeksi awal sitomegalovirus sangat jarang memunculkan gejala, kecuali jika sistem kekebalan tubuhnya lemah. Namun, beberapa gejala yang bisa muncul adalah demam, kelenjar getah bening membengkak, kelelahan, nyeri otot dan sendi, serta kehilangan nafsu makan.

Sitomegalovirus dapat berbahaya bagi bayi bila virus ini menyerang sang ibu untuk pertama kali. Sekitar sepertiga dari ibu hamil yang pertama kali terinfeksi virus ini akan menularkan penyakit ini pada bayi yang dikandung. Memang, hanya 10% dari bayi yang terlahir dari ibu yang terinfeksi sitomegalovirus yang mungkin lahir dengan sitomegalovirus bawaan. Namun, masalah yang diakibatkan oleh virus ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Bayi yang terinfeksi virus ini selama masa kandungan dapat lahir mati bila infeksi terjadi pada masa awal kehamilan. Gangguan lainnya yang bisa dialami bayi dengan sitomegalovirus bawaan adalah kelainan sistem saraf pusat, keterbatasan pertumbuhan, ukuran kepala lebih kecil, limpa dan hati membesar, dan penyakit kuning.

Masalah kesehatan jangka panjang juga bisa muncul pada bayi yang terinfeksi, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, cacat intelektual, dan gangguan saraf lainnya.

Bagaimana ibu hamil bisa terinfeksi sitomegalovirus?

Sitomegalovirus bisa menyebar melalui cairan tubuh orang yang terinfeksi. Seperti dari air liur, urine (air kencing), air mani (sperma), air susu ibu, cairan vagina, darah, air mata, dan feses (tinja). Benda-benda yang terkena cairan ini bisa menjadi media penularan sitomegalovirus.

Contohnya adalah peralatan makan yang dipakai bersama dengan orang yang terinfeksi, mainan yang dipakai bersama dengan anak yang terinfeksi, dan lainnya.

Berciuman dan berhubungan seksual dengan orang yang terinfeksi juga bisa menjadi penyebab seseorang terinfeksi virus tersebut. Penularan sitomegalovirus juga bisa terjadi jika Anda menyentuh cairan yang terinfeksi dan kemudian menyentuh mulut atau hidung Anda.

Ibu hamil akan lebih berisiko terinfeksi sitomegalovirus, jika:

  • Mempunyai anak kecil di rumah
  • Bekerja yang dikelilingi anak kecil, seperti guru atau pengasuh di tempat penitipan anak
  • Bekerja di perawatan kesehatan, seperti Puskesmas dan rumah sakit

bed rest saat hamil

Bagaimana virus bisa ditularkan ke bayi?

Penularan sitomegalovirus dari ibu ke bayi selama kehamilan bisa terjadi melalui plasenta (ari-ari). Bayi yang sudah lahir juga bisa terkena infeksi melalui kontak dengan darah yang terinfeksi saat lahir atau dari ASI yang terinfeksi saat menyusui.

Bayi yang tertular sitomegalovirus selama dalam kandungan dari ibu yang baru pertama kali terinfeksi virus tersebut memiliki risiko tertinggi untuk mengalami masalah, terlebih jika infeksi terjadi selama awal kehamilan. Namun kabar baiknya, infeksi yang terjadi pada satu kehamilan tidak akan meningkatkan risiko pada kehamilan berikutnya.

Sedangkan bayi yang tertular selama proses kelahiran atau menyusui biasanya sedikit mengalami gejala atau masalah infeksi. Jadi, ibu yang terinfeksi masih bisa dapat melahirkan secara normal dan mungkin juga menyusui bayinya.

Bagaimana cara mencegah sitomegalovirus?

Bahaya sitomegalovirus bagi ibu dan juga bayinya tidak bisa disepelekan. Untuk itu, ibu hamil harus melakukan berbagai pencegahan agar tidak tertular virus tersebut. Beberapa hal yang perlu ibu hamil lakukan untuk menghindari penularan sitomegalovirus antara lain:

  • Sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, setidaknya selama 15 detik. Kebiasaan ini harus dilakukan terutama setelah kontak dengan anak kecil, mengganti popok, membereskan mainan anak, memberi makan anak, dan sebagainya. Jika Anda seorang petugas penitipan anak dan sedang hamil, cucilah tangan Anda sesering mungkin setelah melakukan aktivitas.
  • Jangan berbagi makanan, minuman, alat makan, atau sikat gigi dengan orang lain, termasuk anak kecil.
  • Selalu jaga kebersihan lingkungan Anda. Gunakan deterjen untuk membersihkan mainan anak, meja, atau permukaan lainnya yang sering bersentuhan dengan air seni, lendir, atau air liur.
  • Menggunakan kondom ketika berhubungan seksual, meskipun itu seks oral sekalipun.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Akibatnya pada Janin Jika Ibu Merokok Saat Hamil?

Merokok saat hamil adalah ancaman nomor satu untuk kesejahteraan anak. Ada hubungan antara ibu perokok dan anak berbibir sumbing. Masih kurang seram?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . 5 menit baca

Menu Wajib Saat Puasa untuk Ibu Hamil

Puasa bukan menjadi alasan untuk membatasi ibu memberikan gizi yang tepat untuk janin.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 4 menit baca

4 Kondisi yang Mengharuskan Ibu Hamil Membatalkan Puasanya

Ibu hamil boleh puasa. Meski begitu, meneruskan puasa bagi ibu hamil dengan kondisi-kondisi ini tak cuma membahayakan kesehatannya, tapi juga bayinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

cara memandikan bayi yang baru lahir

Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 9 menit baca
kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 menit baca
depresi pasca melahirkan ayah

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/06/2020 . 5 menit baca
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca