Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Menari untuk Fisik dan Mental yang Lebih Baik

Manfaat Menari untuk Fisik dan Mental yang Lebih Baik

Menari bisa jadi pilihan olahraga menyenangkan bagi Anda yang tidak menyukai olahraga menjenuhkan, seperti lari atau angkat beban. Selain itu, menari punya manfaat yang sama besarnya dengan olahraga lain karena mengharuskan Anda menggerakkan banyak bagian tubuh selaras dengan alunan musik.

Manfaat menari bagi kesehatan

Menari atau dance memiliki jenis yang beragam, mulai dari balet, belly dance, aerobik, pole dance, salsa, tap dance, modern dance, latin dance, hingga Zumba.

Selain menyenangkan, menari juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh dan pikiran.

Berikut ini adalah berbagai manfaat dance untuk kesehatan.

1. Meningkatkan daya ingat

mempertajam ingatan

Menurut sebuah studi dalam PLoS One (2018), manfaat menari dapat meningkatkan daya ingat dan mencegah Anda dari kepikunan seiring bertambahnya usia.

Studi ini mengungkapkan bahwa menari melatih Anda untuk mengingat gerakan dan kepekaan Anda terhadap lingkungan sekitar.

Kombinasi ketiganya ternyata mengembalikan volume yang hilang dalam hipokampus, yakni bagian otak yang mengontrol ingatan.

Hipokampus secara alami akan menyusut saat Anda menginjak usia lanjut, sering menyebabkan gangguan ingatan dan kepikunan.

2. Meningkatkan fleksibilitas

Tarian membuat bagian tubuh yang semula kaku lebih luwes dan fleksibel.

Dalam hal ini, menari mengharuskan Anda menjaga koordinasi gerakan tangan, kaki, badan atau bagian tubuh lainnya. Tubuh pun perlu bergerak menyesuaikan dengan irama musik.

Selain itu, kebanyakan kelas dance menggabungkan pemanasan panjang yang cenderung terdiri dari banyak peregangan. Inilah sebabnya menari punya manfaat besar meningkatkan fleksibilitas tubuh.

Dengan memiliki tubuh yang fleksibel, Anda juga bisa mengurangi risiko berbagai cedera otot, sendi, dan tulang, terutama saat berolahraga.

3. Membentuk otot

membentuk otot tubuh

Dalam menari, Anda perlu meningkatkan atau memperlambat kecepatan gerakan secara terus-menerus. Hal ini bisa menghabiskan banyak energi.

Pada saat yang sama, dance melibatkan sejumlah posisi yang sulit dan bahkan gerakan melompat yang memberikan ketahanan pada otot.

Dengan demikian, dance juga memiliki manfaat membentuk otot.

Selain itu, gerakan tarian bisa dijadikan sebagai gerakan untuk meratakan perut dan membuat kaki serta pantat lebih kencang.

Jika melihat penari profesional, Anda akan melihat seberapa kencang dan proporsional tubuh mereka.

Anda juga akan mendapatkan tubuh seperti itu jika menambah jadwal latihan dan rutin melakukannya.

4. Melatih keseimbangan

Mengutip studi terbitan International Journal of Environmental Research and Public Health (2021), menari membantu mengasah kemampuan koordinasi tubuh sehingga cocok sebagai pilihan latihan keseimbangan.

Lebih lanjut, hasil riset ini menunjukkan menari selama tiga kali seminggu selama beberapa tahun mampu meningkatkan keseimbangan tubuh saat Anda berdiam.

Di samping itu, menari mampu melatih otot tubuh bagian tengah sehingga meningkatkan kestabilan tubuh saat bergerak.

Manfaat dance yang satu ini dapat membantu Anda mengurangi cedera olahraga lainnya karena kegiatan ini mengurangi risiko Anda terjatuh.

Banyak gerakan tarian melibatkan keseimbangan pada satu kaki seperti bertumpu pada ujung jari kaki.

5. Menjaga kesehatan jantung

cara menjaga kesehatan jantung salah satu manfaat menari

Sebagai olahraga kardio, manfaat menari bisa meningkatkan kesehatan jantung.

Gerakan pada tarian meningkatkan kerja jantung memompa darah untuk mengedarkan oksigen lebih banyak ke seluruh tubuh. Ini membuat aliran darah semakin lancar.

Tidak hanya itu, aktivitas fisik yang satu ini juga menurunkan rangsangan saraf simpatetik sehingga menjaga detak jantung tetap normal.

Manfaat dance untuk kesehatan juga menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh. Hal ini mencegah penyumbatan pembuluh darah sehingga mengurangi risiko akibat stroke dan serangan jantung.

6. Mengurangi stres dan depresi

Dance memberikan manfaat yang serupa dengan senam aerobik, terutama dalam menjaga kesehatan mental. Menari bisa mengurangi gejala depresi dan stres.

Saat menari, suhu batang otak akan meningkat dan memberikan efek ketenangan. Selain itu, tubuh yang bergerak secara aktif memicu pelepasan endorfin.

Senyawa pada otak ini mampu memicu perasaan bahagia dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan, termasuk mengurangi stres dan gejala depresi.

Ketika menari, Anda juga berusaha fokus menyesuaikan gerakan dengan alunan musik. Hal ini membantu mengalihkan pikiran dari rasa sedih dan ketegangan.

Dengan begitu, Anda juga bisa lebih mudah mengendalikan perasaan sedih dan tertekan secara mandiri.

Ketika sudah merasa lebih baik, Anda pun bisa lebih percaya diri dan mampu melakukan hal-hal sesuai kemauan. Jadi, menari bisa menjadi pilihan olahraga saat sedih.

7. Menurunkan berat badan

timbangan kesehatan

Menurunkan berat badan sering kali dilalui dengan proses yang membuat Anda patah semangat dan frustrasi.

Jika Anda mencari cara menurunkan berat badan yang menyenangkan, menari bisa menjadi solusi.

Menari dengan intensitas biasa membakar kalori sebanyak 229 kkal. Jika Anda naikkan lagi intensitasnya, menari bahkan mampu membakar 421 kkal atau hampir dua kali lipatnya.

Proses menghilangkan lemak ini akan lebih optimal jika Anda mengontrol asupan kalori.

Anda mengikuti kelas dance karena keinginan sendiri, tanpa disadari Anda telah menjalani olahraga teratur setiap minggunya.

Ya, Anda merasakan manfaat menari tanpa adanya paksaan. Efeknya, penurunan berat badan tidak terasa melelahkan karena tubuh telah membakar banyak kalori dengan cara yang menyenangkan.

Manfaat menari bagi kesehatan ternyata sudah dibuktikan dari berbagai penelitian.

Menari membantu menjaga kesehatan fisik dan mental serta mengurangi risiko berbagai penyakit.

Agar lebih maksimal, pastikan Anda melakukannya secara rutin setidaknya 3–5 kali dalam seminggu.


Cari tahu olahraga yang cocok untukmu!

Ayo tanya dokter atau berbagi tips bersama di Komunitas Olahraga Hello Sehat!


health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Rehfeld, K., Lüders, A., Hökelmann, A., Lessmann, V., Kaufmann, J., & Brigadski, T. et al. (2018). Dance training is superior to repetitive physical exercise in inducing brain plasticity in the elderly. PLOS ONE, 13(7), e0196636. doi: 10.1371/journal.pone.0196636

Craft, L., & Perna, F. (2004). The Benefits of Exercise for the Clinically Depressed. The Primary Care Companion To The Journal Of Clinical Psychiatry, 06(03), 104-111. doi: 10.4088/pcc.v06n0301

Todd Watson, T. (2017). DANCE, BALANCE AND CORE MUSCLE PERFORMANCE MEASURES ARE IMPROVED FOLLOWING A 9-WEEK CORE STABILIZATION TRAINING PROGRAM AMONG COMPETITIVE COLLEGIATE Dancers. International Journal Of Sports Physical Therapy, 12(1), 25. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5294944/

Stawicki, P., Wareńczak, A., & Lisiński, P. (2021). Does Regular Dancing Improve Static Balance?. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 18(10), 5056. doi: 10.3390/ijerph18105056

ACE Fit | Physical Activity Calorie Counter. (2022). Retrieved 9 February 2022, from https://www.acefitness.org/education-and-resources/lifestyle/tools-calculators/physical-activity-calorie-counter/

The many ways exercise helps your heart – Harvard Health. (2018). Retrieved 9 February 2022, from https://www.health.harvard.edu/heart-health/the-many-ways-exercise-helps-your-heart

3 Kinds of Exercise That Boost Heart Health. (2022). Retrieved 9 February 2022, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/3-kinds-of-exercise-that-boost-heart-health

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari Diperbarui Feb 23
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro