7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hidup dengan kanker payudara tidaklah mudah, baik bagi pasien sendiri maupun orang yang merawat mereka. Pasien biasanya merasa kelelahan akibat penyakitnya dan efek samping pengobatan, sedangkan perawat rentan mengalami stres akibat rutinitas yang berubah, biaya pengobatan, dan kondisi pasien yang turun-naik secara drastis.

Merawat orang terdekat yang menjadi pasien kanker payudara tentu menjadi prioritas Anda saat ini. Meski demikian, tidak berarti segalanya harus dibebankan pada pundak Anda seorang.

Tidak ada salahnya mencari panduan sesekali agar bantuan yang Anda berikan menjadi lebih optimal.

Tips untuk orang yang merawat pasien kanker payudara

kesehatan jiwa pasien kanker

Perawat pasien kanker memiliki banyak peran. Mereka membantu pasien mengenakan baju, makan, hingga mandi. Mereka juga perlu menyusun jadwal, mengurus keuangan, serta menyediakan kebutuhan transportasi selama pengobatan.

Agar semua kegiatan tersebut tidak membuat Anda kewalahan, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

1. Jangan melakukan semuanya seorang diri

Tidak ada perawat pasien kanker yang sanggup melakukan semuanya sendirian. Maka dari itu, pastikan ada anggota keluarga atau orang lain yang membantu Anda merawat pasien. Bahkan, tak ada salahnya mengajak pasien terlibat bila badannya cukup kuat.

Buatlah jadwal makan, berobat, dan istirahat pasien, lalu tentukan bersama siapa yang bisa menemani pada kegiatan tertentu. Bekerja sama seperti ini tidak hanya membuat pekerjaan terasa lebih ringan, tapi juga membuat hidup pasien terasa lebih normal.

2. Menyesuaikan kebutuhan makan pasien

Selama merawat pasien kanker payudara dalam pengobatan, salah satu prioritas Anda adalah asupan makan pasien. Nafsu makan pasien kanker biasanya berkurang drastis akibat nyeri serta efek samping terapi dan obat-obatan yang dikonsumsi setiap hari.

Anda dapat berkonsultasi dengan ahli gizi di rumah sakit mengenai makanan untuk pasien kanker. Tanyakan pula makanan apa yang ia inginkan sehingga Anda bisa membelinya ketika berbelanja kebutuhan makanan nanti.

3. Membantu pasien saat minum obat

Pasien kanker perlu meminum puluhan butir obat selama perawatan. Agar pasien tidak melewatkan dosisnya, bantulah ia dengan membuat daftar berisikan semua nama obat, dosis, dan seberapa sering obat tersebut harus diminum.

Bawalah daftar tersebut tiap kali pasien melakukan kunjungan ke rumah sakit. Setelah itu, pisahkan obat-obatan sesuai waktu minum dan berikan kepada pasien sesuai resep dokter. Anda juga bisa menemani pasien bila ia memerlukan bantuan saat minum obat.

4. Melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama

olahraga untuk mantan penderita kanker

Rasa lelah dan stres yang Anda alami selama merawat pasien kanker payudara lambat laun dapat menumpuk. Sesekali, cobalah rencanakan kegiatan yang menyenangkan sehingga Anda dan pasien sama-sama memiliki sesuatu untuk dinantikan.

Anda bisa menonton di bioskop, pergi ke tempat rekreasi, atau berolahraga ringan agar tubuh kembali terasa bugar. Olahraga terbaik bagi pasien kanker payudara adalah yang melibatkan seluruh anggota gerak seperti berjalan dan jogging ringan.

5. Jangan terlalu banyak membantu

Seseorang yang sering dibantu terkadang dapat menganggap dirinya sebagai beban. Jadi, coba berikan ruang untuk pasien dan biarkan ia melakukan hal-hal yang sanggup dikerjakannya sendiri. Tentunya dengan catatan kegiatan tersebut tidak membebaninya.

Anda tetap bisa mendampingi pasien pada masa-masa sulit, misalnya saat merasakan efek samping obat atau hendak menjalani operasi. Tetaplah aktif menanyakan apa yang ia rasakan dan butuhkan, tapi libatkan pasien saat ia ingin membuat keputusan tertentu.

6. Memberikan dukungan emosional

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal daring Ecancer Medical Science, pasien kanker payudara rentan mengalami emosi negatif, kecemasan, hingga depresi. Ini sebabnya saat merawat pasien kanker payudara, Anda juga perlu menjadi pendengar yang baik.

Biarkan pasien mengungkapkan perasaannya, dengarkan apa yang membuatnya takut, dan yakinkan ia bahwa Anda mendengarkan dan peduli kepadanya. Bila perlu, Anda bisa membantunya rileks dengan melakukan meditasi sederhana dan mudah, membaca, atau melihat pemandangan.

7. Berikan waktu untuk diri Anda sendiri

Tanggung jawab Anda sebagai perawat pasien kanker memang penting, tapi Anda juga perlu waktu untuk beristirahat sejenak. Ketika waktu Anda luang, coba lakukan kegiatan yang Anda suka, mengobrol dengan keluarga, atau sekadar menyendiri.

Berbagai kegiatan tersebut dapat memulihkan pikiran. Ini juga merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri atas apa yang sudah Anda lakukan. Setelah tubuh dan pikiran pulih, Anda tentu mampu merawat pasien dengan lebih optimal.

Merawat pasien kanker payudara membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab yang begitu besar. Namun, ingatlah bahwa Anda tidak sendirian. Pasien dan perawat adalah orang-orang yang berjuang bersama, dan perjuangan ini pada akhirnya akan menjadi sesuatu yang bermakna dalam hidup Anda berdua.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Mengatur Perawatan Kanker Selama Wabah COVID-19

Pasien kanker adalah salah satu kelompok orang yang cukup berisiko terinfeksi Coronavirus. Lantas, bagaimana perawatan kanker selama wabah COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 26/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit
mempersiapkan kematian

Mendampingi Orang Terkasih Agar Tetap Tegar Sebelum Menemui Ajalnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit