Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak ingin memiliki hubungan harmonis dengan pasangannya? Faktanya, memiliki hubungan romantis dan harmonis mendatangkan banyak manfaat bagi setiap aspek, termasuk psikologis pasien kanker payudara. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pengaruh hubungan harmonis pada pasien kanker payudara

mamografi dan termografi

Sembuh dari kanker payudara bukan berarti tidak dapat lepas dari risiko munculnya kembali kanker tersebut. Para pasien yang sudah sembuh dari kanker payudara dengan peningkatan peradangan di tubuhnya ternyata memiliki risiko lebih besar. 

Peradangan yang dialami pasien kanker payudara bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketika dihadapkan oleh diagnosis kanker dan perawatan yang mereka jalani. Namun, dengan mengurangi tingkat stres yang ada di tubuh mereka, ternyata cukup bermanfaat pada kesehatan pasien secara keseluruhan. 

Salah satu faktor yang dapat mengurangi tingkat stres adalah dengan mempunyai hubungan harmonis. Manfaat dari hubungan harmonis yang dimiliki oleh pasien kanker payudara ternyata berpengaruh terhadap psikologis mereka. 

Hal ini dibuktikan oleh peneliti dari jurnal Psychoneuroendocrinology. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa penyintas kanker payudara yang puas dalam hubungannya memiliki tingkat stres psikologis lebih rendah. 

pengobatan kanker paru

Kondisi tersebut ternyata bisa dikaitkan dengan peradangan yang juga lebih rendah di dalam darah pasien. Pasalnya, menjaga tingkat peradangan tubuh dalam batas yang wajar adalah kunci untuk meningkatkan kesehatan pasien kanker payudara secara umum. 

Pada saat seseorang sakit dan terluka, peradangan memang dapat meningkatkan waktu penyembuhan. Namun, kadar peradangan di tubuh yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko kanker kembali muncul. 

Masa-masa penyembuhan seperti ini sangat penting bagi para pasien kanker payudara. Dengan memiliki pasangan yang mendukung dan merasa diperhatikan, penyintas merasa cukup terbantu melewati fase ini. 

Maka dari itu, manfaat dari hubungan harmonis ini bisa meningkatkan kesehatan pasien kanker payudara, terutama di waktu-waktu yang tidak pasti. 

Semakin harmonis suatu hubungan, semakin rendah tingkat stres

seks untuk pasien kanker

Hubungan harmonis memang memberikan sejumlah manfaat bagi setiap orang, termasuk pasien kanker payudara. Mereka yang berada dalam hubungan yang sehat dan pernah mengalami kanker payudara dilaporkan memiliki tingkat stres yang rendah. 

Penelitian yang dipimpin oleh Rosie Shrout, seorang profesor psikiatri dan psikologi di Institute for Behavioral Medicine Research, melakukan analisis terhadap temuan tersebut. Ia menggunakan data dari studi sebelumnya yang meninjau rasa lelah dan kekebalan tubuh penderita kanker payudara. 

Studi ini diikuti oleh 139 wanita dengan usia rata-rata 55 tahun. Mereka diminta untuk menyelesaikan kuesioner tentang diri sendiri dan memberikan sampel darah pada tiga kali pertemuan. 

Rentang waktu penelitian ini dilakukan 1-3 bulan setelah diagnosis kanker dan dua kunjungan berikutnya yaitu 6 dan 18 bulan setelah pengobatan kanker

gaya hidup setelah kanker serviks

Mereka diminta untuk menilai seberapa puas hubungan romantis yang mereka miliki dan melaporkan tingkat kebahagiaan yang dialami. Mulai dari rasa nyaman, bagaimana menghargai hubungan tersebut, hingga kepuasan secara keseluruhan. 

Kemudian, peneliti mencoba menganalisis sampel darah para peserta dan membandingkannya dengan empat protein yang berhubungan dengan peradangan tubuh. Jenis peradangan kronis ini bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, dan penurunan fungsi kekebalan tubuh. 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa semakin harmonis dan merasa puas dalam hubungan, semakin rendah tingkat stres yang dialami pasien kanker payudara. Temuan ini juga memperlihatkan pentingnya dukungan dari pasangan yang berada dalam hubungan yang sehat. 

Beberapa penyintas mungkin memerlukan bantuan tambahan karena memiliki hubungan yang penuh tekanan. Maka dari itu, para ahli berpendapat bahwa menyediakan konseling pada pasien yang mengalami masalah hubungan pun perlu dipertimbangkan. 

Membangun hubungan harmonis bagi pasien kanker payudara

mempertahankan kesuburan pria pasien kanker

Tidak semua orang beruntung mendapatkan pasangan yang mendukung para pasien kanker payudara untuk melewati fase-fase sulit. 

Jika Anda mempunyai pasangan, mendapati adanya kesulitan dalam berhubungan intim adalah persoalan yang sering ditemui. Kebanyakan pasien kanker payudara tidak merasa mampu berbagi perasaan dan emosi seperti dulu. 

Sementara itu, pasangan Anda mungkin merasa setelah pengobatan berakhir semuanya akan kembali seperti semula. Pada kenyataannya memang tidak demikian.

Maka dari itu, ada beberapa hal yang bisa Anda dan pasangan lakukan demi menyelamatkan hubungan ini saat fase penyembuhan kanker payudara sebagai berikut.

  • Mengomunikasikan secara terbuka alias bicara dari hati ke hati tentang masalah yang dialami.
  • Mencoba teknik relaksasi berdua, seperti saling memijat agar cemas mereda.
  • Memfokuskan lebih pada hal-hal intim selain seks, seperti ciuman dan sentuhan.
  • Mencoba pelumas jika vagina terasa terlalu kering.
  • Berbicara dengan konselor atau terapis seks untuk mendampingi masalah ini.

Bagi pasien kanker payudara yang tidak sedang terlibat dalam sebuah hubungan pun tidak perlu khawatir. Anda bisa mendapatkan dukungan dari sahabat dan keluarga untuk menurunkan tingkat stres yang dialami saat melewati fase penyembuhan. 

Intinya, memperoleh dukungan dari orang terdekat penting, terutama ketika seseorang sedang stres. Saat Anda mengalaminya, keinginan untuk mengisolasi dari dunia luar cukup tinggi, sehingga dukungan cukup bermanfaat agar kesehatan mental tetap terjaga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Tanda Hubungan Anda dan Pasangan Berjalan Terlalu Cepat

Hubungan asmara yang berjalan terlalu cepat malah bisa berubah menjadi tidak sehat. Ini tanda-tandanya yang perlu Anda kenali.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Seks & Asmara 27/04/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Merawat pasien kanker payudara membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab yang begitu besar. Berikut tips yang bisa membantu Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Payudara, Health Centers 18/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Rutin melakukan tes mamografi dapat mendeteksi dini kanker payudara. Namun, kapan perlu memulai dan seberapa sering tes mamografi perlu dilakukan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Suka Membandingkan Hubungan Asmara dengan Orang Lain?

Apakah Anda termasuk orang yang suka membandingkan hubungan asmara Anda dengan orang lain? Jika iya, cari tahu apakah kebiasaan itu normal atau tidak.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Seks & Asmara 05/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 23/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
protein untuk penderita kanker

4 Manfaat Penting Protein bagi Penderita Kanker

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pentingnya support system

5 Alasan Pentingnya Punya Tim Support System untuk Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020 . Waktu baca 3 menit