Deteksi Dini Memperbesar Peluang Sembuh dari Kanker Payudara

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Kanker payudara memang menjadi pembunuh nomor satu kaum wanita setelah kanker serviks. Oleh sebab itu, banyak orang yang bertanya, seberapa besar peluang sembuh pasien yang terkena kanker payudara? Lalu, apa saja sih faktor yang mendorong kesembuhan pasien kanker payudara? Simak penjelasan berikut ini.

Peluang sembuh dari kanker payudara setiap pasien berbeda

Sebagian besar orang mengartikan penyakit kanker payudara adalah penyakit yang memberikan vonis akhir dari hidup. Hal ini yang membuat banyak pasien merasa seperti tidak memiliki harapan untuk sembuh. Padahal, pasien kanker payudara memiliki tingkat kesembuhan yang berbeda-beda berdasarkan usia, kesehatan, dan jumlah reseptor hormon pada sel kanker. Sehingga, peluang sembuh dari kanker payudara pun bisa berbeda-beda berdasarkan tingkat kanker yang sudah diidap.

Berdasarkan data yang didapat dari American Cancer Society, dalam 5 tahun setelah terdiagnosis, pasien stadium awal memiliki peluang untuk hidup sampai mendekati 100 persen, sedangkan pada stadium dua memiliki peluang untuk hidup sekitar 90-80  persen, stadium 3 memiliki peluang hidup 60-70 persen, dan pada stadium akhir peluang hidup akan semakin kecil, yakni sebesar hanya 20-15  persen selama lima tahun.

Deteksi kanker sejak dini meningkatkan peluang sembuh dari kanker payudara

Di Indonesia, kebanyakan pasien kanker payudara datang ke dokter ketika sudah masuk dalam stadium lanjut sehingga membuat penanganan penyakit kanker semakin sulit. Beberapa faktor yang menyebabkan pasien kanker payudara di Indonesia mengalami keterlambatan pengobatan maupun pencegahan adalah:

  • Banyak pasien yang masih awam dan tidak sadar akan penyakit yang diderita
  • Stigma bahwa mengidap kanker tidak memiliki harapan untuk hidup membuat banyak pasien pasrah dan memilih untuk tidak melakukan pengobatan
  • Takut melakukan operasi, kemoterapi, dan radiasi sehingga banyak orang yang masih percaya dengan pengobatan alternatif, dukun, paranormal ataupun ‘orang pintar’.

Jika hal itu terus dibiarkan, maka semakin banyak wanita yang terlambat melakukan pengobatan. Padahal, semakin awal penyakit kanker payudara itu terdeteksi, semakin besar tingkat penyembuhannya. Pasalnya, beberapa gejala kanker payudara memang kadang sulit dirasakan. Hal ini membuat tidak ada rasa sakit di tahap awal, sehingga penderita tidak menyadari mengidap kanker payudara.

Cara mendeteksi kanker payudara

1. Konsultasi ke dokter

Anda bisa melakukan deteksi dini dengan melakukan pemeriksaan ke dokter. Nantinya dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes USG, mamografi, ataupun biopsi. Ketika dokter merekomendasikan melakukan tes biopsi, biasanya dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani terapi definitif selama sebulan untuk menghindari penyebaran tumor. Hal yang  terpenting saat didignosis menderita kanker, ada baiknya Anda tidak melakukan pengobatan alternatif selain yang direkomendasikan dokter.

2. Pemeriksaan sendiri

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Waktu terbaik untuk memeriksa payudara adalah 7 sampai 10 hari setelah menstruasi selesai. Pasalnya pada saat itu, payudara sedang terasa lunak. Tujuan melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin ini adalah untuk merasakan dan mengenal lekuk-lekuk payudara sehingga jika terjadi perubahan dapat segera diketahui.

3. Melakukan pengobatan intergratif

Selain itu, menurut praktisi Radiaestesi Medic dan Integrative Medicine, Dr Paulus W Halim yang dikutip dari laman Kompas, terapi kanker tidak cukup dengan obat, operasi, atau kemoterapi. Namun, pasien memerlukan pendekatan integratif dari pihak medis maupun keluarga agar memiliki kesempatan sembuh. Pasalnya, pengobatan integratif memandang manusia seutuhnya, bukan hanya memperhatikan tubuh fisiknya tetapi juga gaya hidup, nutrisi, cara mengelola emosi, dan cara berpikir sang pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pewarna Rambut Permanen Ternyata Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Payudara

Selain dapat menimbulkan kerontokan parah, ternyata pewarna rambut juga bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kanker Payudara, Health Centers 04/04/2020 . 5 menit baca

Kapan Boleh Berhenti Periksa Mamografi?

Mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi kanker payudara sejak usia 40 tahun. Lalu, kapan boleh berhenti periksa mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker Payudara, Health Centers 28/03/2020 . 4 menit baca

Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Metastase Kanker Payudara

Metastase atau penyebaran kanker payudara juga bisa disebut sebagai kanker payudara stadium 4. Temukan gejala hingga angka harapan hidupnya di sini!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kanker Payudara, Health Centers 29/02/2020 . 7 menit baca

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18/02/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Hubungan Harmonis Pengaruhi Tingkat Stres Pasien Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 menit baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 5 menit baca
merawat pasien kanker payudara

7 Tips Merawat Pasien Kanker Payudara dalam Pengobatan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 18/04/2020 . 5 menit baca
seberapa sering tes mamografi

Seberapa Sering Wanita Perlu Melakukan Tes Mamografi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . 4 menit baca