home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Manfaat Terapi Enzim Kanker Pankreas dalam Pengobatan Kanker

Manfaat Terapi Enzim Kanker Pankreas dalam Pengobatan Kanker

Pasien kanker pankreas sangat rentan mengalami defisiensi atau kekurangan enzim yang disebut pancreatic exocrine insufficiency (PEI). Kondisi ini terjadi ketika pankreas yang tidak lagi mampu memproduksi enzim secara optimal. Padahal enzim berperan penting dalam proses pencernaan dan penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Untuk mengatasi tubuh yang kekurangan enzim, dokter akan menganjurkan pasien kanker pankreas untuk menjalani terapi enzim.

Ketahui seperti apa pengobatan kanker pankreas melalui terapi enzim dan kegunaannya secara lengkap dalam penjelasan berikut.

Kegunaan terapi enzim untuk kanker pankreas

Kanker pankreas terapi

Terapi enzim untuk kanker pankreas melibatkan pemberian pil berisi enzim pengganti yang membantu mencerna makanan saat pankreas tidak mampu memasok kebutuhan enzim.

Dalam pengobatan kanker pankreas, terapi enzim dikenal juga dengan istilah pancreatic enzyme replacement therapy (PERT). PERT dibutuhkan dalam pengobatan kanker karena sebagian besar tumor ganas yang berkembang di dalam pankreas menyerang jaringan endokrin.

Jaringan endokrin pankreas berfungsi memproduksi enzim pencernaan, seperti lipase yang dapat memecah lemak, amilase untuk memenggal ikatan kimia pada karbohidrat, dan tripsin yang mencerna protein.

Keberadaan tumor ganas bisa menghambat bahkan merusak fungsi jaringan penghasil enzim ini sehingga tubuh tidak bisa mencerna makanan dengan baik.

Kondisi kekurangan enzim atau pancreatic exocrine insufficiency (PEI) bahkan bisa menyebabkan sejumlah gejala kanker pankreas yang serius, seperti konstipasi, diare parah, dan berat badan yang menurun secara drastis.

Lebih parahnya, PEI bisa mengakibatkan pasien kanker pankreas mengalami malnutrisi (kekurangan nutrisi), padahal kecukupan gizi merupakan faktor penting yang menentukan peluang hidup pasien pankreas.

Konsumsi pil enzim dapat membantu pasien kanker pankreas mengatasi gejala tersebut karena memudahkan nutrisi lebih cepat dicerna dan diserap di dalam tubuh.

Dengan begitu, pasien bisa mengikuti pengobatan kanker dengan baik dan menjalani hidup yang lebih berkualitas.

Kapan pasien kanker pankreas perlu terapi enzim?

enzim lipase

Tidak semua pasien membutuhkan pemberian pil enzim, terutama ketika jenis kanker pankreas yang dialami tidak menyerang jaringan eksokrin.

Akan tetapi, cepat atau lambat tumor ganas bisa mengambil alih asupan nutrisi dan oksigen dari jaringan di sekitarnya sehingga produksi enzim pencernaan akan terhambat.

Konsultasikan pada dokter kapan Anda perlu menjalani terapi enzim untuk kanker pankreas. Dokter biasanya akan menganjurkan pasien pankreas untuk mengonsumsi pil enzim ketika mengalami kondisi seperti di bawah ini.

  1. Kanker menghancurkan jaringan pankreas yang memproduksi enzim.
  2. Tumor ganas yang berkembang menghalangi enzim untuk dilepaskan ke dalam saluran pankreas atau usus tempat di mana sebagian besar makanan dicerna.
  3. Pasien menjalani operasi whipple yaitu pembedahan kanker yang ikut mengangkat bagian kepala pankreas sehingga enzim pencernaan tidak bisa lagi dihasilkan.
  4. Tumor ganas di pankreas memicu peningkatan kadar asam di dalam lambung sehingga enzim tidak lagi efektif memecah sebagian nutrisi.

Pil enzim tidak selalu diberikan setelah Anda didiagnosis mengalami PEI. Terapi enzim untuk kanker pankreas bisa dilakukan untuk mencegah kondisi defisiensi enzim.

Maka dari itu, Anda perlu mewaspadai tanda-tanda tubuh mengalami defisiensi enzim seperti berikut ini.

  • Sakit perut disertai kram
  • Perut sering kembung
  • Feses menjadi lebih cair dan berminyak
  • Bentuk feses lebih ringan sehingga sulit disiram
  • Kehilangan berat badan dalam waktu cepat

Cara penggunaan pil enzim pankreas

obat menyebabkan penyakit ginjal

Pil enzim yang digunakan dalam terapi kanker pankreas tersedia dalam beberapa dosis. Tergantung produk yang digunakan, dokter bisa memberikan dosis yang berbeda untuk setiap pasien.

Menurut spesialis nutrisi klinis dari Columbia Surgery, Deborah Gerszberg, sebagian besar pasien dewasa membutuhkan dosis pil enzim sebesar 34.100-170.500 unit lipase sekali minum.

Jumlah ini sangat besar sehingga perlu dilakukan dalam pengawasan dokter atau spesialis gizi.

Pil enzim sebaiknya dikonsumsi sebelum mengonsumsi makanan atau bersamaan dengan suapan makan pertama. Dengan begitu, enzim yang terkandung dalam pil bisa langsung membantu mencerna makanan. Pil enzim akan aktif bekerja selama 1 jam setelah dikonsumsi.

Penting untuk selalu minum pil enzim sebelum mengonsumsi makanan apapun. Jika Anda lupa dan baru teringat ketika makanan sudah hampir habis, mengonsumsi pil enzim setelahnya tidak akan membantu proses pencernaan makanan.

Apakah terapi enzim memiliki efek samping?

Beberapa pasien kanker pankreas bisa mengalami efek samping tertentu di masa awal terapi enzim. Anda mungkin masih akan mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut, diare, mual, dan sembelit.

Seiring berjalannya waktu, tubuh akan terbiasa dengan penggunaan enzim pengganti dari pil enzim sehingga gejala semakin mereda.

Namun, pil enzim hanya bisa bekerja dalam pH yang tidak terlalu asam. Sementara itu, usus kecil yang terletak di sekitar pankreas cenderung bisa menciptakan kondisi yang terlalu asam sehingga enzim tidak bisa berfungsi dengan baik.

Maka dari itu, ikutilah aturan dosis dan jadwal konsumsi pil yang dianjurkan dengan baik sehingga terapi enzim untuk kanker pankreas berjalan efektif.

Penting diketahui, sebagian besar produk pil enzim menggunakan kelenjar pankreas babi sebagai bahan dasarnya.

Hingga kini belum ada produk alternatif lain bagi pasien yang memiliki alergi terhadap babi ataupun yang tidak diperbolehkan mengonsumsi produk babi.

Terdapat pil enzim pembuatannya tidak menggunakan bahan dasar yang berasal dari jaringan hewan. Namun, pil enzim untuk vegetarian belum terbukti bekerja efektif.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pezzilli, R., Caccialanza, R., Capurso, G., Brunetti, O., Milella, M., & Falconi, M. (2020). Pancreatic Enzyme Replacement Therapy in Pancreatic Cancer. Cancers12(2), 275. https://doi.org/10.3390/cancers12020275

Brennan, G. T., & Saif, M. W. (2019). Pancreatic Enzyme Replacement Therapy: A Concise Review. JOP : Journal of the pancreas20(5), 121–125. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/31736680

Mössner, J., & Keim, V. (2010). Pancreatic enzyme therapy. Deutsches Arzteblatt international108(34-35), 578–582. https://doi.org/10.3238/arztebl.2011.0578

Gerszberg, D. (2021). What You Need to Know About Pancreatic Enzymes. Retrieved 13 August 2021, from https://columbiasurgery.org/news/2013/12/20/what-you-need-know-about-pancreatic-enzymes

Gupta, A. (2021). What Is Pancreatic Enzyme Replacement Therapy in Cancer Care?. Retrieved 13 August 2021, from https://www.cancer.net/blog/2021-06/what-pancreatic-enzyme-replacement-therapy-cancer-care

Pancreatic Cancer Action. (2021).Pancreatic enzymes. Retrieved 13 August 2021, from https://www.pancan.org/facing-pancreatic-cancer/living-with-pancreatic-cancer/diet-and-nutrition/pancreatic-enzymes/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fidhia Kemala Diperbarui 30/08/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.