Apakah Akupuntur Bisa Meredakan Nyeri Pada Pasien Kanker?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sebuah penelitian menemukan bahwa pasien kanker yang menjalani terapi akupuntur dilaporkan mengalami penurunan rasa sakit atau nyeri. Tidak hanya itu, nyeri saraf yang dirasakan oleh pasien kanker juga dirasakan membaik. Lalu, benarkah terapi akupuntur meredakan nyeri pada pasien kanker?

Apa itu akupuntur?

Akupuntur adalah teknik memasukkan jarum ke dalam tubuh. Teknik berasal dari Cina, dan menurut ajaran ilmu akupunktur, teknik ini akan memulihkan kesehatan dan kebugaran, khususnya sangat baik untuk mengobati rasa sakit.

Teori pengobatan akupunktur tradisional Cina didasarkan pada teori aliran qi (energi) dan darah yang mengalir melalui jalur-jalur atau meridian tertentu di dalam tubuh. Meridian-meridian tersebut telah dipetakan oleh orang Cina sejak ribuan tahun yang lalu melalui hasil observasi, meditasi, latihan qi gong dan berbagai pengamatan lainnya.

Menurut teori pengobatan tradisional Cina, terapi akupunktur dapat memperlancar aliran qi yang sehat ke daerah yang kekurangan energi positif, dan membuang qi negatif dari daerah yang kelebihan. Dengan cara ini, akupunktur dapat mengatur dan mengembalikan keseimbangan qi yang harmonis di dalam tubuh.

Benarkah akupuntur meredakan nyeri pada pasien kanker?

Penelitian yang dilakukan oleh Memorial Sloan Kettering Cancer Center dan telah dipublikasikan di Journal of Clinical Oncology, berusaha menentukan apakah akupuntur bisa meredakan nyeri pada pasien kanker, khususnya pasien kanker kepala atau leher yang telah melakukan bedah kelenjar getah bening di leher.

Penelitian ini melibatkan 58 pasien kanker yang merasakan nyeri akibat dari dilakukannya operasi bedah leher. Mereka dibagi dalam dua kelompok, selama empat minggu. Salah satu kelompok pasien kanker mendapatkan terapi perawatan akupuntur, sedangkan kelompok satunya mendapatkan perawatan yang biasa di lakukan untuk pasien kanker, termasuk terapi fisik, pereda rasa sakit dan obat anti-inflamasi.

Satu sesi akupuntur biasanya akan berlangsung selama 30 menit. Ahli akupuntur akan menusukkan 10 sampai 20 jarum yang sangat tipis, di bagian tubuh tertentu. Kebanyakan pasien akan mengalami rasa sakit saat ditusuk jarum akupuntur ini. Namun, tidak ada risiko cedera yang akan dialami oleh pasien.

Hasilnya, pasien kanker yang melakukan terapi akupuntur mengalami pengurangan nyeri yang signifikan dibandingkan dengan pasien yang hanya mendapatkan perawatan tanpa akupuntur.

Tak semua pengobatan kanker bisa dibantu akupuntur

Penelitian dalam skala besar perlu dilakukan untuk memastikan apakah akupuntur meredakan nyeri pada pasien kanker. Menurut ahli akupuntur di Pusat Kanker Amerika Serikat, akupuntur hanya efektif untuk meredakan nyeri yang berkaitan dengan tumor dan operasi kanker. Namun, tidak untuk pasien kanker yang menjalani kemoterapi, terapi radiasi, atau terapi hormon.

Rasa sakit atau nyeri pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan terapi radiasi, dinilai lebih sulit untuk meredakan rasa sakit dengan akupuntur. Ada baiknya sebelum Anda ingin membuktikan akupuntur meredakan nyeri, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tumor Mediastinum

Tumor mediastinum adalah jaringan abnornal yang terjadi di bagian mediastinum atau rongga dada. Ketahui gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Glioblastoma

Glioblastoma adalah jenis kanker otak yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Intip pengertian, gejala, penyebab, dan pengobatannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kanker, Kanker Otak 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Adenoma Bronkus

DefinisiApa itu adenoma bronkus? Adenoma bronkus adalah salah satu jenis tumor di trakea atau bronkus (jalan udara yang membawa udara ke paru-paru) yang biasanya menghambat saluran pernapasan Anda. Meski awalnya ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kanker Timus

Kanker timus adalah jenis kanker langka yang menyerang timus, yaitu organ kecil yang berada di belakang tulang dada. Ketahui informasi lengkapnya berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit degeneratif

Mengenali Jenis-jenis Penyakit Degeneratif yang Umum Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Amiloidosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
rhabdomyosarkoma (rabdomiosarkoma)

Rhabdomyosarkoma (Rabdomiosarkoma)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit