9 Cara Memberi Dukungan Pada Teman yang Menderita Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker sering disebut penyakit yang mematikan dan tidak dapat disembuhkan. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan, saat ini banyak yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan pasien-pasien yang menderita penyakit kanker. Selain tindakan medis dan pemberian obat-obatan, pasien dengan kanker juga membutuhkan terapi psikologi untuk membantu mereka melewati proses pengobatannya.

Pasien dengan kanker tidak hanya sekadar merasa sakit pada tubuhnya namun juga dapat terganggu kesehatan mentalnya. Bisa saja mereka mengalami stress berat, depresi, emosi yang tidak dapat dikendalikan, dan lebih sensitif. Oleh karena itu, dibutuhkan cara tersendiri untuk memperlakukan atau menghadapi orang-orang yang menderita kanker.

Pendampingan terhadap pasien kanker dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan kanker. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa pasien kanker yang mendapatkan support dari orang-orang di sekitarnya dapat meningkatkan tingkat  kesembuhan pasien tersebut. Jika Anda memiliki teman, kerabat, ataupun keluarga yang menderita penyakit kanker, berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat mereka merasa lebih baik.

1. Persiapkanlah diri Anda

Sebelum Anda bertemu atau berinteraksi langsung dengan teman atau kerabat yang sedang menderita kanker, sebaiknya Anda mencari tahu mengenai jenis penyakit kanker yang dideritanya. Dengan mengetahui informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyakit yang dideritanya, ini akan membuat Anda lebih siap dan tidak kaget jika melihat keadaannya ketika sakit.

2. Posisikan diri Anda sebagai pasien

Apakah Anda ingat ketika sedang merasa tidak baik atau kurang sehat? Kemudian, bagaimana Anda ingin diperlakukan oleh orang lain pada saat itu? Pasien dengan kanker biasanya memiliki perubahan fisik, seperti rambut rontok. Oleh karena itu, berusahalah untuk tetap menjadi diri Anda dan memperlakukannya seperti biasa. Berpikirlah bahwa memang tidak ada yang berubah dari hubungan Anda dengan teman/kerabat anda tersebut, sehingga teman Anda tidak merasa dibedakan dengan yang lain.

3. Bertanya sebelum datang mengunjunginya

Hal ini perlu dilakukan agar teman Anda tersebut dapat menentukan sendiri kapan waktu yang tepat dan nyaman untuk dikunjungi. Orang yang sakit memiliki perasaan dan emosi yang mudah berubah, oleh karena itu lebih baik bertanya kapan waktu berkunjung yang tepat agar ia merasa nyaman dan jangan memaksakan diri jika memang teman Anda tidak ingin ditemui saat itu.

4. Buatlah rencana yang menyenangkan dengan tujuan untuk menghibur

Tanyakan kepada teman atau kerabat Anda tersebut apa yang ingin ia lakukan dan apa yang ia gemari. Usahakan untuk melewatkan waktu dengan kegiatan yang ia sukai, sehingga ia melupakan apa yang dia rasakan saat itu.

5. Tunjukkan perhatian Anda

Anda dapat menunjukkan perhatian Anda dengan menemaninya menemui dokter, mendengarkan semua keluh kesahnya, atau bahkan membuatkan dia makanan yang sehat untuk membantu pengobatannya.

6. Buatlah janji dengan teman-teman atau kerabat Anda yang lain untuk mengunjunginya

Hal ini tentu saja dapat menjadi sebuah hal yang menyenangkan, dengan begitu teman Anda yang sedang menjalani pengobatan tidak merasa sendirian.

7. Membantu dalam melakukan tugas hariannya

Salah satu hal mudah namun sering terlupakan, yang dapat membantu pasien kanker, adalah dengan cara menggantikan atau membantunya dalam mengerjakan pekerjaannya sehari-hari, misalnya menggantikannya untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, atau membantunya melakukan pekerjaan rumah. Anda bisa membuat daftar kegiatan apa saja yang biasa dilakukan oleh teman Anda yang bisa dilakukan oleh Anda.

8. Komunikasi secara berkala

Anda dapat berinteraksi dengan teman Anda tersebut dengan berbagai cara, entah itu bertemu langsung, melalui telepon, ataupun dengan pesan singkat. Hal yang terpenting adalah menjaga hubungan dengan tetap berkomunikasi.

9. Jangan takut atau sungkan menunjukkan rasa empati dan simpati

Anda dapat mengatakan beberapa kalimat seperti, “Apa yang bisa saya lakukan untukmu?” atau, “Apakah kamu butuh teman untuk bercerita?” atau hal semacamnya. Jangan mengatakan hal-hal yang tidak perlu seperti, “Saya mengerti perasaan kamu,” atau, “Jangan khawatir.” Hal itu tentu saja tidak akan membantu membuatnya lebih baik, karena hanya terkesan seperti basa-basi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

    Kalau muncul migrain atau sakit kepala setelah keramas, Anda mungkin bertanya-tanya apa artinya. Nah, ini dia berbagai penyebabnya. Simak baik-baik, ya!

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

    Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

    Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

    5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

    Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara merangsang istri

    Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    olahraga untuk mantan penderita sembuh dari pasien kanker survivor

    Panduan Olahraga untuk Mantan Penderita Kanker

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    telat datang bulan

    Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    mengatasi kesepian

    5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit