Pilihan Obat dan Prosedur untuk Pengobatan Gagal Jantung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/06/2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Gagal jantung adalah satu dari beberapa masalah jantung yang ditandai dengan menurunnya fungsi jantung. Saat mengalaminya, jantung tidak dapat memompa darah dengan optimal ke seluruh tubuh. Namun, pengobatan gagal jantung yang tepat bisa membantu menjaga kesehatan tubuh, sekaligus memperpanjang harapan hidup penderitanya. Apa saja pilihan obat dan pengobatan yang bisa Anda pilih untuk gagal jantung? Simak penjelasannya berikut ini. 

Obat-obatan untuk mengatasi gagal jantung

Menurut Mayo Clinic, dokter biasanya mengatasi gagal jantung menggunakan kombinasi dari beberapa obat-obatan. Dokter akan memberikan obat berdasarkan gejala gagal jantung yang Anda alami. Obat-obatan yang mungkin diberikan dokter untuk mengatasi gagal jantung di antaranya: 

1. ACE inhibitors

Obat ini biasanya diberikan kepada pasien gagal jantung sistolik agar memiliki harapan hidup lebih panjang dan memiliki kualitas hidup lebih baik. ACE inhibitors adalah salah satu jenis vasodilator, yaitu obat yang membantu melebarkan pembuluh darah demi menurunkan tekanan darah. 

Selain itu, obat ini juga meningkatkan aliran darah dan mengurangi beban kerja jantung. Ada beberapa jenis obat ACE inhibitor yang biasanya diresepkan dokter untuk pasien gagal jantung, di antaranya: 

  • Captopril (Capoten).
  • Enalapril (Vasotec).
  • Fosinopril (Monopril).
  • Perindropril (Aceon).
  • Ramipril (Altace).

2. Angiotensin II receptor blockers

Obat-obatan angiotensin II receptor blockers juga dapat diresepkan dokter sebagai obat gagal jantung. Obat untuk penyakit jantung ini juga memiliki manfaat yang tak jauh berbeda dengan ACE inhibitors. Jika pasien tidak bisa mengonsumsi obat-obatan ACE inhibitor, obat ini menjadi salah satu alternatif terbaik. 

Berikut adalah obat golongan angiotensin II receptor blockers yang sering diresepkan untuk pasien gagal jantung:

  • Candesartan (Atacand).
  • Losartan (Cozaar).
  • Valsartan (Diovan).

3. Beta blockers

Golongan obat yang satu ini tidak hanya bermanfaat untuk memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah. Namun, beta blockers juga bermanfaat untuk memperkecil kerusakan jantung karena gagal jantung sistolik. 

Obat gagal jantung ini juga meredakan berbagai gejala yang mungkin timbul, meningkatkan fungsi kerja jantung, dan membantu pasien untuk memiliki kesempatan hidup lebih panjang. Beberapa jenis beta blockers yang mungkin diresepkan dokter untuk mengatasi gagal jantung di antaranya: 

  • Bisoprolol (Zebeta).
  • Metoprolol succinate (Toprol XL).
  • Carvedilol (Coreg).
  • Carvedilol CR (Coreg CR).
  • Toprol XL.

4. Diuretik

Obat yang juga sering disebut sebagai pil air ini dapat digunakan untuk mengatasi gagal jantung. Obat ini membuat pasien gagal jantung lebih sering buah air kecil. Obat gagal jantung ini juga dapat menurunkan cairan yang terdapat pada paru-paru, sehingga memudahkan pasien untuk lebih mudah bernapas. 

Namun, penggunaan obat ini berpotensi membuat tubuh kekurangan kalium dan magnesium. Maka itu, saat meresepkan obat untuk gagal jantung yang satu ini, dokter mungkin juga akan meresepkan suplemen mineral. Dokter juga akan rutin mengambil darah pasien untuk memonitor kadar kalium dan magnesium di dalam tubuh. 

5. Antagonis aldosteron

Obat ini termasuk jenis diuretik yang kandungan kaliumnya lebih banyak dibanding diuretik biasa. Namun, obat ini juga memiliki beberapa kandungan lain yang juga dapat membantu pasien gagal jantung pada tingkatan yang parah agar dapat hidup lebih lama. 

Meski begitu, antagonis aldosteron dapat meningkatkan kadar kalium di dalam darah pada tingkatan yang cukup berbahaya. Oleh karenanya, konsultasikan dengan dokter jika peningkatan kalium bisa menjadi masalah, dan cobalah untuk mengatur jenis makanan yang Anda konsumsi, khususnya yang memiliki kandungan kalium di dalamnya.

Obat-obatan antagonis aldosteron yang sering diresepkan dokter sebagai obat gagal jantung di antaranya: 

  • Spironolactone (Aldactone).
  • Eplerenone (Inspra).

6. Inotropik

Berbeda dengan obat-obat untuk gagal jantung sebelumnya, inotropik adalah obat yang diberikan oleh dokter di rumah sakit. Pasalnya, obat ini adalah obat intravena yang diberikan untuk mengatasi gagal jantung pada tingkatan yang sudah parah. 

Maka itu, inotropik tidak bisa digunakan secara mandiri di rumah. Manfaat dari inotropik adalah meningkatkan fungsi pompa jantung dan menjaga tekanan darah agar tetap stabil. 

7. Digoxin (Lanoxin)

Obat gagal jantung yang satu ini berfungsi untuk menjaga kekuatan kontraksi dari otot jantung. Selain itu, obat ini mampu membantu memperlambat detak jantung yang berdetak terlalu cepat. Penggunaan obat ini bermanfaat meredakan gejala gagal jantung sistolik. Maka itu, obat ini cenderung lebih efektif jika diberikan kepada pasien yang memiliki masalah dengan ritme jantung. 

Prosedur yang dapat dilakukan untuk pengobatan gagal jantung 

Selain penggunaan obat, ada beberapa prosedur dan pemasangan alat-alat medis yang dapat menjadi alternatif pengobatan untuk gagal jantung. Beberapa di antaranya: 

1. Penggunaan pacemaker

Alih-alih meresepkan obat gagal jantung, dokter mungkin akan memasangkan alat medis yang disebut pacemaker untuk mengatasi kondisi kesehatan pasien. Biasanya, pasien yang memiliki detak jantung terlalu lemah disarankan menggunakan alat ini. 

Alat ini dapat memonitor detak jantung secara berkala, dan akan mengirimkan tekanan listrik ke jantung pasien untuk membuatnya tetap memiliki detak jantung dengan kecepatan yang normal. Alat ini akan diimplan ke dalam tubuh oleh dokter ahli bedah jantung. 

Pasien akan diminta untuk menginap di rumah sakit semalam setelah pemasangan pacemaker. Tujuannya untuk memastikan bahwa alat tersebut bisa bekerja dengan baik. 

2. Pemasangan implantahle cardioverter defibrillator (ICD)

Selain pemasangan pacemaker, pengobatan gagal jantung juga bisa dilakukan dengan pemasangan alat yang disebut dengan implantable cardioverter defibrillator (ICD). Beberapa orang yang mengalami gagal jantung pada tingkatan parah atau mengalami aritmia yang cukup serius akan membutuhkan alat ini. 

Alat ini dipasangkan dalam tubuh Anda melalui prosedur operasi saat aritmia yang dapat membahayakan nyawa terdeteksi. Meski sudah sering kali berhasil menyelamatkan banyak jiwa, pemasangan alat ini hanya disarankan oleh dokter pasa saat-saat tertentu saja. 

3. Cardiac resynchronization therapy (CRT)

Setelah penggunaan obat-obatan untuk gagal jantung, pemasangan alat medis juga bisa digunakan untuk mengatasi kondisi tersebut. Biasanya, beberapa pasien gagal jantung akan mengalami gangguan pada sistem listrik jantung sehingga mengubah detak jantung pasien. 

Pada saat mengalami kondisi tersebut,  cardiac resynchronization therapy mungkin harus dilakukan. Dalam prosedur ini, pacemaker khusus akan digunakan untuk membuat ventrikel berkontraksi lebih normal. 

Terapi ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi jantung, mengurangi risiko pasien dirawat di rumah sakit dan meningkatkan kesempatan pasien untuk bertahan hidup. 

4. Ventricular assist devices (VAD)

VAD adalah alternatif lain yang juga bisa dilakukan selain penggunaan obat gagal jantung maupun pengobatan lainnya. VAD adalah alat yang digunakan untuk mencegah gagal jantung parah. VAD berbentuk pompa implan yang ditanamkan di perut atau dada, dengan peran untuk memompa darah dari ruang jantung bagian bawah (ventrikel) ke seluruh tubuh.

VAD juga bisa digunakan sebagai alternatif bagi penderita gagal jantung parah yang tidak memenuhi syarat untuk menjalani transplantasi jantung.

5. Transplantasi jantung

Transplantasi jantung biasanya jadi pilihan terakhir bagi penderita gagal jantung yang serius, ketika konsumsi obat pun sudah tidak bisa membantu pemulihan. Di sisi lain, transplantasi jantung diyakini bisa meningkatkan kualitas hidup penderita gagal jantung.

Namun tidak dalam proses yang cepat, penderita tetap harus bersabar menunggu datangnya donor jantung yang sesuai. Penting untuk diingat bahwa transplantasi jantung bukanlah metode pengobatan gagal jantung yang bisa dipakai oleh semua orang. Hal ini akan disesuaikan kembali dengan kondisi kesehatan, gejala penyakit, dan manfaatnya bagi tubuh Anda.

6. Operasi bypass jantung

Operasi bypass jantung biasanya lebih ditujukan bagi mereka yang mengalami penyakit jantung koroner, akibat ada penyempitan pembuluh darah arteri yang bertugas untuk memasok oksigen ke jantung. Ketika arteri yang tersumbat ini mengarah pada gagal jantung, maka dokter akan merekomendasikan operasi bypass jantung.

Saat menjalani prosedur operasi bypass jantung, ahli bedah akan memotong pembuluh darah dari bagian tubuh lain untuk ditempelkan atau dijahit dengan pembuluh darah yang tersumbat. Prosedur ini memanfaatkan pembuluh darah dari bagian tubuh lain sebagai jalan pintas baru pada arteri yang tersumbat, untuk mengalirkan darah kembali ke jantung. 

Setelah operasi bypass jantung, dokter akan meminta Anda mengurangi jumlah lemak pada setiap makanan yang dikonsumsi, contohnya asupan kolesterol yang harus dikurangi. Pasalnya, lemak dan kolesterol dapat meningkatkan potensi pembuluh arteri tersumbat kembali. 

Selain itu, dokter juga akan menyarankan Anda untuk lebih rutin berolahraga demi mengembalikan kekuatan otot jantung. 

7. Operasi perbaikan atau penggantian katup jantung

Jika katup jantung yang rusak berpotensi menimbulkan gagal jantung, pilihan pengobatan yang harus dilakukan adalah dengan memperbaiki katup jantung. Perbaikan katup dapat dilakukan dengan menghubungan kembali katup yang rusak, ataupun menyingkirkan jaringan katup yang berlebih agar dapat tertutup sempurna.

Namun, tidak semua katup yang rusak bisa diperbaiki. Jika katup jantung sudah tidak mampu diperbaiki, alternatif lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi gagal jantung adalah melakukan penggantian katup jantung. Dalam prosedur ini, katup yang telah rusak akan diganti dengan katup buatan. 

8. Angioplasti

Prosedur medis yang juga bisa dilakukan untuk mengatasi gagal jantung angioplasti. Pada dasarnya, prosedur medis yang satu ini juga bisa dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah jantung lainnya, seperti penyakit jantung koroner dan serangan jantung

Hal ini disebabkan gagal jantung bisa terjadi saat terjadi penyumbatan pada pembuluh arteri, sehingga membatasi aliran darah menuju jantung. Hal tersebut adalah penyebab utama dari serangan jantung. Jika serangan jantung bisa diatasi sehingga fungsi jantung bisa ditingkatkan lagi, gagal jantung mungkin bisa dicegah. 

Nah, angioplasti merupakan salah satu prosedur yang dapat membantu pembuluh darah yang tersumbat kembali terbuka, sehingga aliran darah menuju jantung bisa kembali normal. 

Biasanya, prosedur ini dilakukan pada laboratorium katerisasi jantung. Pada saat menjalani prosedur ini, sebuah kateter berukuran tipis tapi panjang akan dimasukkan ke dalam tubuh melalui arteri yang terdapat pada paha bagian dalam menuju arteri yang tersumbat di jantung. 

Umumnya, kateter ini sudah dilengkapi dengan balon khusus yang akan mendorong arteri yang tersumbat agar kembali terbuka. Jika pembuluh tersebut sudah terbuka, balon akan dikeluarkan dari pembuluh arteri. Dokter mungkin akan memasangkan ring jantung atau stent secara permanen di dalam pembuluh yang tersumbat agar tidak menutup kembali. 

Meski ada sedikit kemungkinan bahwa pembuluh arteri yang tersumbat akan mengalami kerusakan saat menjalani prosedur angioplasti, prosedur ini memiliki potensi yang cukup tinggi untuk membantu mengembalikan kondisi pasien agar sehat kembali. 

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gagal Jantung Kanan, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kiri?

Salah satu tipe gagal jantung adalah gagal jantung kanan. Lalu, apa beda dari gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan, ya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 30/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Berbagai Komplikasi Gagal Jantung yang Perlu Diwaspadai

Kondisi gagal jantung dapat memicu komplikasi yang menurunkan kualitas dan harapan hidup. Apa saja komplikasi gagal jantung yang perlu diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
gagal jantung akut

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit
endokarditis adalah

Endokarditis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit