Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Quarantine Fatigue, Alasan Kenapa Karantina Bikin Lelah dan Cara Mengatasinya

Quarantine Fatigue, Alasan Kenapa Karantina Bikin Lelah dan Cara Mengatasinya

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Seiring berjalannya waktu, pandemi COVID-19 membuat banyak orang menghadapi ‘quarantine fatigue’. Quarantine fatigue adalah kelelahan fisik dan mental yang muncul akibat lama menjalani karantina. Jika hari-hari Anda selama beberapa bulan terakhir terasa berat dan melelahkan, ini bisa jadi penyebabnya.

Mengapa demikian dan bagaimana cara mengatasinya?

Apa itu quarantine fatigue?

Setiap orang menghadapi pandemi COVID-19 dengan cara yang beragam. Ada yang melihat karantina sebagai momen untuk beristirahat dari ramainya kehidupan. Tentu tidak mudah untuk beradaptasi, tapi pada akhirnya mereka menemukan rasa nyaman.

Namun, banyak pula yang merasa stres selama karantina. Berita tentang pandemi dan masa karantina yang tidak pasti dapat membuat Anda cemas, kelelahan, dan mudah marah. Inilah tanda-tanda kelelahan karantina yang paling mudah dikenali.

Selain tanda-tanda tersebut, Anda mungkin juga mengalami perubahan nafsu makan, lebih susah tidur, tidak bersemangat, dan terus memikirkan banyak hal. Karantina yang awalnya terasa mudah lama-kelamaan menjadi berat.

Quarantine fatigue adalah kondisi yang wajar dialami banyak orang pada masa seperti ini. Secara umum, ada tiga faktor yang menjadi penyebabnya yaitu sebagai berikut.

1. Berkurangnya rasa takut

Saat pertama kali mendengar tentang pandemi COVID-19, respons awal orang-orang adalah panik. Sekarang, orang-orang tidak lagi terlalu cemas soal angka kasus. Mereka lebih fokus mencari cara agar tetap produktif di rumah.

Namun, hal ini juga menimbulkan kecemasan baru. Anda takut tidak produktif seperti orang lain atau minder karena melakukan kegiatan yang itu-itu saja. Akhirnya, Anda tidak lagi senang menjalani kegiatan sehari-hari dan malah merasa lelah.

2. Kebutuhan bersosialisasi

Ini adalah faktor yang paling berperan dalam memicu quarantine fatigue. Anda mungkin bisa melewati beberapa minggu tanpa berinteraksi dengan orang lain, tapi kebutuhan untuk bersosialisasi lambat-laun akan bertambah besar.

Walaupun Anda tinggal bersama orang lain di rumah, Anda tetap ingin bertemu teman lama, pasangan, atau siapa pun di tempat kerja. Satu-satunya cara berinteraksi yang bisa Anda lakukan adalah video call, tapi cara ini akhirnya tetap tidak cukup.

3. Emosi yang campur aduk

Pandemi COVID-19 membuat emosi Anda ada dalam mode krisis. Anda terus merasa cemas dan takut, tapi juga harus bisa mengambil keputusan dengan cepat. Kondisi ini tidak dapat berlangsung lama dan memicu rasa lelah selama karantina.

Tips mengatasi quarantine fatigue

semangat olahraga saat karantina

Cara terbaik menghadapi quarantine fatigue adalah dengan menyeimbangkan waktu beraktivitas dan istirahat. Berikut langkah-langkah yang dapat Anda lakukan.

1. Mengendalikan rasa cemas

Wajar bila sesekali Anda merasa cemas. Saat perasaan ini datang, yang penting Anda berusaha mengontrolnya. Coba beristirahat sejenak dan atur napas Anda. Fokus pada pikiran lain yang bisa membuat Anda lebih lega.

Carilah sesuatu yang dapat mengembalikan energi Anda, entah itu olahraga, menonton serial TV, atau mungkin makan sesuatu yang enak. Mengobrol dengan orang di rumah atau menelepon teman juga bisa membantu Anda.

2. Berfokus pada hal kecil yang bisa Anda lakukan

Quarantine fatigue adalah hasil dari emosi negatif yang menumpuk selama karantina. Berpikir positif saat pandemi bukan perkara mudah, tapi Anda dapat mengawalinya dengan beberapa langkah sederhana, misalnya:

  • Mengerjakan tanggung jawab pada hari itu (kerja dari rumah, kuliah online, dan sebagainya).
  • Mencegah penularan COVID-19 dengan mencuci tangan, memakai masker saat keluar rumah, dan menerapkan physical distancing.
  • Makan makanan yang menyehatkan.
  • Melakukan olahraga ringan di rumah, seperti lompat tali, push-up, dan lain-lain.

new normal COVID-19 oke

3. Mencari informasi dari sumber yang tepat

Berita tentang COVID-19 terkadang memang agak menyeramkan, tapi Anda tetap perlu membekali diri dengan informasi. Fakta dan informasi yang tepat bisa membantu Anda mengambil keputusan serta mencegah penularan penyakit.

Carilah informasi dari sumber yang tepercaya. Jangan percaya teori konspirasi yang akan membuat Anda semakin takut dan bingung. Jangan lupa untuk saling berbagi informasi dengan orang-orang di sekitar Anda.

4. Jangan mengisolasi diri

Isolasi adalah perilaku yang dapat memperburuk quarantine fatigue. Pasalnya, Anda cenderung memikirkan hal-hal buruk yang menimbulkan rasa cemas saat menyendiri. Semua pikiran buruk akan menumpuk bila Anda tidak berinteraksi dengan siapa pun.

Cobalah menelepon pasangan atau seorang teman beberapa hari sekali. Ikuti grup atau acara-acara online di mana Anda bisa berinteraksi dengan orang lain, setidaknya lewat tulisan. Ini akan bermanfaat bagi Anda dan orang-orang di sekitar Anda.

5. Membuat dan melakukan rutinitas

Rasa lelah selama karantina dapat muncul bila Anda tidak memiliki rutinitas yang pasti. Rutinitas yang sederhana sekalipun akan memberikan kesan bahwa Anda punya kendali dalam kegiatan sehari-hari.

Anda tidak harus membuat jadwal kegiatan yang rinci. Anda hanya perlu bangun tidur, bekerja, makan, dan melakukan kegiatan selama karantina pada jam yang sama. Dengan cara ini, Anda bisa menghemat energi dan emosi sehingga tidak mudah kelelahan.

Manusia sebenarnya mampu beradaptasi dengan baik. Ini juga yang membuat Anda cepat terbiasa dengan hal-hal baru saat pandemi, seperti bekerja di rumah, tidak keluar rumah selama sehari penuh, hingga lebih jarang bersosialisasi dengan orang lain.

Fenomena Zoom Fatigue, Meeting Online yang Melelahkan

Meski begitu, manusia tetap memiliki batasan dan quarantine fatigue adalah contohnya. Anda bisa mengatasinya dengan menyeimbangkan waktu berkegiatan dan beristirahat, tetap berkomunikasi dengan orang-orang, dan mengikuti rutinitas.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are You Experiencing Coronavirus Quarantine Fatigue?. (2020). Retrieved 4 June 2020, from https://health.clevelandclinic.org/are-you-experiencing-coronavirus-quarantine-fatigue/

Managing Quarantine Fatigue. (2020). Retrieved 4 June 2020, from https://psychcentral.com/blog/managing-quarantine-fatigue/

Overcoming Quarantine Fatigue. (2020). Overcoming Quarantine Fatigue. Retrieved 4 June 2020, from https://www.massgeneral.org/news/coronavirus/quarantine-fatigue

How To Keep People Safe As Quarantine Fatigue Sets In. (2020). Retrieved 4 June 2020, from https://www.npr.org/2020/05/04/849927464/how-to-keep-people-safe-as-quarantine-fatigue-sets-in 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 31/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x