Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Persiapan Kembali ke Kantor alias WFO di Masa Pandemi

Persiapan Kembali ke Kantor alias WFO di Masa Pandemi

Setelah berbulan-bulan bekerja dari rumah, sejumlah perusahaan mulai mewajibkan kembali pegawainya untuk WFO (work from office) atau bekerja dari kantor. Sementara itu, kembali bekerja di kantor setelah menjalani karantina di tengah pandemi ini tentu menimbulkan rasa cemas. Lantas, bagaimana menjaga kesehatan dan mencegah penularan jika WFO di saat pandemi?

Persiapan WFO atau kembali ke kantor di tengah COVID-19

brain fog banyak pikiran di kantor

Selama masa pandemi COVID-19, tingkat kecemasan masyarakat meningkat. Alasannya beragam, seperti mulai dari perkembangan berita COVID-19 terkait angka kematian hingga varian virus baru yang bermunculan hingga stres karena kehilangan pekerjaan.

Kesulitan dan rasa cemas tersebut akhirnya dapat diatasi dengan beradaptasi. Kebanyakan dari mereka mulai terbiasa dengan kehidupan baru menjalani karantina di rumah.

Namun pelonggaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mulai mendorong perusahaan untuk kembali mewajibkan karyawannya bekerja dari kantor. Meskipun dengan syarat protokol kesehatan, kekhawatiran akan penularan tetap ada.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor mengapa kecemasan dan masalah mental lain muncul di kalangan pegawai yang kembali bekerja di kantor.

  • Khawatir terpapar virus di kantor
  • Mengurus beban kerja yang berbeda
  • Ketidakpastian tentang masa depan pekerjaan saat ini
  • Kesulitan beradaptasi dengan ruang kerja atau jadwal kerja yang baru

cemas kantor COVID-19

Beberapa alasan di atas hanya sebagian kecil dari penyebab meningkatnya rasa cemas para pekerja. Akibatnya, sebagian orang lebih memilih untuk bekerja di rumah, mengingat mereka tidak perlu keluar dan bertemu orang lain selain keluarga mereka.

Kembali ke lingkungan ramai pun memungkinkan menimbulkan masalah di masa lalu, seperti kecemasan terhadap kesehatan atau gangguan obsesif kompulsif. Sebagai contoh, Anda disarankan untuk sering mencuci tangan dan menjaga jarak dari orang lain setiap saat.

Namun, permasalahan bagi mereka dengan kondisi mental yang terganggu adalah perilaku keselamatan tersebut dilakukan atas dasar kepanikan. Akibatnya, cara mencegah penularan COVID-19 yang seharusnya membantu justru menjadi pemicu rasa cemas.

Lantas, apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi perasaan tersebut ketika kembali WFO di saat pandemi COVID-19 masih berlangsung?

Tips WFO di saat COVID-19

Mencegah COVID-19 di tempat kerja

Suka tidak suka, bekerja kembali dari kantor mulai diterapkan sebagian perusahaan di tengah pandemi COVID-19. Maka dari itu, lakukan persiapan dan langkah-langkah pencegahan agar terhindari dari penularan COVID-19.

1. Gunakan masker

Baik di luar maupun di dalam ruangan, memakai masker tetaplah wajib. Terutama bila Anda bekerja di ruangan yang ber-AC dengan ventilasi udara yang kurang baik.

AC dapat membuat virus yang terkandung pada droplet bertahan lebih lama di udara dalam ruangan. Virus kemudian akan menyebar dari satu orang ke yang lain melalui aliran udara.

Masker dapat melindungi Anda dari paparan droplet yang telah terkontaminasi penyakit. Gunakan masker yang dapat menutup hidung dan mulut sepenuhnya.

2. Rajin cuci tangan

Saat WFO di masa pandemi, Anda akan lebih sering menyentuh permukaan yang terkena kontak dengan banyak orang. Misalnya seperti gagang pintu, meja makan, atau gantungan pegangan tangan di kereta. Ini bisa meningkatkan risiko Anda terpapar virus.

Sebagai langkah pencegahan, cuci tangan secara rutin terutama setelah Anda bepergian dengan kendaraan umum, setelah menggunakan kamar mandi, dan sebelum makan. Cuci tangan minimal selama 20 detik dengan sabun dan air mengalir. Kemudian, gunakan hand sanitizer untuk perlindungan ekstra.

3. Menjaga jarak dengan orang lain

Ingat, orang yang telah terinfeksi tetap bisa menularkan virus walau mereka tidak menunjukkan gejala. Agar tidak tertular, jaga jarak Anda dari rekan kerja atau klien setidaknya sejauh 2 meter.

Hindari interaksi yang terlalu dekat seperti berjabat tangan atau berpelukan. Ketika rapat atau makan siang, beri jarak di antara tempat duduk Anda dan orang lain. Bila memungkinkan, pilihlah untuk melakukan perkumpulan di luar ruangan.

4. Jalani pola makan dengan gizi seimbang

Selain melakukan pencegahan dari luar, lakukan juga pencegahan dari dalam dengan menjaga kekebalan tubuh Anda, salah satunya melalui pola makan yang bergizi seimbang.

Penuhi satu porsi piring makanan Anda dengan serat, protein, dan lemak sehat yang cukup. Kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan garam. Agar lebih aman, bawalah bekal sendiri dari rumah.

5. Membersihkan meja di kantor

Virus COVID-19 memang lebih mudah menyebar melalui udara, tetapi virus ini juga dapat menempel di permukaan benda seperti meja di kantor. Maka dari itu, pastikan kebersihan meja dan sekeliling Anda terjaga selama WFO saat pandemi. Setelah bersih, beri disinfektan untuk mengurangi kemungkinan infeksi virus.


Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Coping with COVID-19 Stress and Anxiety. (2020). UC Davis. Retrieved 7 December 2021, from https://hr.ucdavis.edu/departments/asap/resources/ucd-covid-19

Employee: how to cope with job stress and build resilience during the COVID-19 pandemic. (2020). CDC. Retrieved 7 December 2021, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/community/mental-health-non-healthcare.html

Returning to work post COVID-19. (2020). Texas A&M: AgriLife. Retrieved 7 December 2021, from https://agrilifetoday.tamu.edu/2020/05/01/returning-to-work-post-covid-19/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui Dec 17, 2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.