Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Menjalani karantina di rumah saat wabah COVID-19 memang tidak semudah kedengarannya. Tidak sedikit orang yang melaporkan stres yang menyebabkan susah tidur selama pandemi berlangsung. Mengapa kondisi ini bisa terjadi dan bagaimana mengatasinya?

Fenomena susah tidur selama pandemi COVID-19

insomnia

Tidur larut malam memang merupakan gangguan tidur yang paling sering manusia alami. Entah itu karena pekerjaan, terlalu asyik menonton film, atau memang memiliki masalah terhadap jam tidur.

khir-akhir ini, isu susah tidur ternyata dialami oleh kebanyakan orang yang menjalani karantina di rumah selama pandemi COVID-19. 

Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari dua juta kasus dan ratusan orang meninggal dunia. Berita-berita tentang coronavirus pun tidak sedikit berisi konten negatif yang mengkhawatirkan sejumlah pihak, terutama kelompok berisiko. 

Demi menekan angka penyebaran kasus, pemerintah hampir setiap negara membatasi pergerakan warganya dan mengimbau untuk menerapkan physical distancing.

Bahkan, tidak hanya kesehatan tubuh, efek COVID-19 juga berpengaruh besar pada sektor ekonomi yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaannya.

Wajar bila hal ini membuat masyarakat semakin stres dan khawatir hingga mengakibatkan susah tidur selama pandemi COVID-19. Dilansir dari UC Chicago Medicine, kondisi ini juga disebabkan oleh penerimaan informasi yang berlebihan hingga membuat pikiran stres. Akibatnya, respon sistem rangsangan tubuh meningkat hingga memicu insomnia. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

951,651

Confirmed

772,790

Recovered

27,203

Death
Distribution Map

Terlebih lagi, kebanyakan orang menghabiskan waktu selama karantina dengan melihat layar ponsel mereka. Entah itu untuk bekerja, belajar, atau mendapatkan berita terbaru.

Cahaya dari layar ponsel ternyata bisa membuat otak berhenti untuk memproduksi hormon melatonin, sehingga Anda pun kesulitan tidur.

Bagi beberapa orang mungkin terbiasa bekerja di rumah. Namun, hal ini tidak berlaku bagi mereka yang menjalani rutinitas harian dengan pergi ke kantor. Hilangnya rutinitas tersebut membuat waktu bangun dan tidur menjadi tidak konsisten. 

Akibatnya, mood menjadi jelek, motivasi, dan energi pun menurun yang ternyata bisa menyebabkan seseorang tidur siang terlalu lama. Tentu saja tidur siang terlalu lama bisa mengganggu jadwal tidur malam Anda, bukan?

Pentingnya tidur cukup selama pandemi

mendinginkan ruangan yang panas agar mudah tidur

Sudah bukan rahasia umum lagi akibat dari susah tidur dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama selama pandemi COVID-19. Padahal mendapat tidur yang cukup sama pentingnya dengan rutin berolahraga dan mendapatkan nutrisi yang cukup untuk menghadapi COVID-19.

Akibat dari kurang tidur dapat membuat pikiran menjadi mudah stres dan mungkin memutuskan hal-hal yang tidak masuk akal. Anda mungkin menjadi lebih mudah marah hingga memberikan dampak pada hubungan dengan orang lain, termasuk keluarga, teman, dan pasangan. 

Kondisi ini juga berpengaruh terhadap kesehatan fisik Anda, terutama sistem kekebalan tubuh yang penting dalam melawan penyakit pernapasan ini. Hal ini dikarenakan tidur membantu tubuh melawan infeksi. Apabila tidak mendapatkan kualitas yang baik, respons kekebalan tubuh akan terganggu.

nutrisi COVID-19

Oleh karena itu, susah tidur harus segera diatasi, terutama ketika menjalani karantina di rumah selama pandemi COVID-19. 

Tips mengatasi susah tidur selama pandemi

Upaya mencegah COVID-19 tidak hanya sebatas menggunakan masker dan mencuci tangan menggunakan sabun serta air yang mengalir. Anda perlu membuat tubuh tetap sehat agar sistem kekebalan mampu menangkal penyakit. 

Susah tidur selama pandemi memang bisa menjadi salah satu faktor yang membuat tubuh tidak fit dan mungkin meningkatkan risiko terkena penyakit. Agar hal ini tidak terjadi pada Anda, ada beberapa cara untuk mendapatkan tidur yang cukup meskipun sedang menjalani karantina di rumah. 

1. Membuat jadwal tidur

tips menjaga pola tidur saat puasa

Salah satu cara mengatasi susah tidur selama pandemi adalah dengan membuat jadwal tidur. Kebanyakan orang mungkin merasakan hal-hal yang sangat berbeda ketika menjalani karantina dan mengharuskan mereka bekerja di rumah.

Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang diberhentikan dari pekerjaan yang tentu memengaruhi kesehatan mental. 

Sebenarnya, satu hal yang perlu Anda ingat dan perhatian adalah menjaga kehidupan Anda sedekat mungkin dengan rutinitas yang biasa dijalani. Mulai dari mandi sebelum bekerja hingga waktu tidur saat kehidupan normal. 

Cobalah untuk mencari tahu kebutuhan tidur Anda dengan bereksperimen dalam jumlah yang berbeda. Lalu, usahakan untuk memprioritaskan jam tidur yang menurut Anda paling baik, entah itu 6 atau 9 jam, semuanya sesuai dengan kebutuhan masing-masing. 

Bekerja dan menjalani karantina di rumah selama pandemi seharusnya tidak mengharuskan Anda untuk beraktivitas hingga larut malam dan membuat susah tidur. Maka itu, cobalah untuk memanfaatkan hal ini sebaik-baiknya untuk memperbaiki kualitas tidur Anda. 

2. Mengatur asupan berita harian

FOMO adalah

Salah satu penyebab mengapa Anda stres hingga membuat susah tidur selama pandemi adalah mengisi waktu dengan terlalu banyak membaca berita. 

Tidak membaca berita akan membuat Anda ketinggalan informasi, terutama soal pandemi yang telah mewabah di seluruh dunia ini. Namun, tidak ada salahnya untuk membatasi paparan berita, terutama hal-hal yang berisi konten negatif dan dapat merusak suasana hati. 

Berikut ini ada beberapa tips yang bisa membantu Anda dalam mengatur asupan berita harian. 

  • membandingkan berapa kali sehari memeriksa ponsel dengan durasi baca berita
  • mulai mencari berita positif dan membatasi berita berisi konten negatif
  • mengurangi baca berita sebelum tidur
  • membaca berita berisi fakta, bukan gosip atau konten yang belum tentu benar

Berita Tentang Coronavirus Bisa Bikin Kesehatan Mental Memburuk, Lho

3. Mengurangi penggunaan ponsel sebelum tidur

Susah tidur selama pandemi COVID-19 juga bisa disebabkan oleh terlalu seringnya memainkan ponsel tepat sebelum tidur, terutama dalam penerangan yang kurang.

Dengan membatasi baca berita ternyata juga berpengaruh terhadap penggunaan ponsel sebelum tidur.

Terlebih lagi Anda mungkin merasa bosan ketika menjalani karantina, sehingga satu-satunya penyelamat adalah komunikasi bersama teman dan permainan di ponsel. Padahal menatap layar ponsel sepanjang hari hanya akan membuat kualitas tidur Anda lebih jelek. 

Cobalah untuk mengganti kebiasaan tersebut dengan membaca buku atau mendengarkan lagu yang membantu Anda tertidur lebih nyenyak. 

4. Membatasi durasi tidur siang

siang tidur malam begadang

Tidak terlalu banyak kegiatan saat bekerja dari rumah membuat kebanyakan orang tergoda untuk menghabiskan waktu mereka dengan tidur siang. Akibatnya, susah tidur selama pandemi COVID-19 pun tidak terelakkan. 

Oleh karena itu, Anda mungkin bisa mulai membatasi durasi tidur siang. Normalnya, tidur siang yang baik dapat berlangsung sekitar 30 menit sampai satu jam dan dilakukan sebelum jam 2 siang. 

Apabila Anda termasuk orang yang mengalami masalah tidur sebelum pandemi ini terjadi, usahakan untuk tidak tidur siang agar pada malam hari bisa beristirahat. 

Sebenarnya, mengatasi susah tidur selama pandemi tidak jauh berbeda dengan cara mendapatkan tidur yang berkualitas. Keempat cara di atas pun perlu diimbangi dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berolahraga dan konsumsi makanan sehat agar tidak stres.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Setelah lelah beraktivitas, Anda harusnya bisa tidur nyenyak. Namun, beberapa orang justru mengeluhkan susah tidur malam meski merasa lelah. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit