Selandia Baru Bebas dari COVID-19, Begini Cara Mereka Cegah Coronavirus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan negaranya telah bebas dari COVID-19. Kasus positif di Selandia Baru turun hingga mencapai nol setelah penerapan lockdown ketat selama tujuh pekan. Tidak lama lagi, negara ini juga akan segera menurunkan sistem lockdown ke level terendahnya.

Cara apa yang digunakan Selandia Baru hingga bisa unggul dalam melawan pandemi COVID-19?

Empat tahap lockdown yang diterapkan Selandia Baru

Risiko pelonggaran psbb

Kasus COVID-19 pertama di Selandia Baru dilaporkan pada akhir Februari lalu. Negara ini memberlakukan lockdown pada 25 Maret, empat hari setelah masyarakat dikenalkan dengan sistem pencegahan penyakit skala luas untuk menghadapi pandemi.

Selandia Baru termasuk sigap dalam melawan penyebaran coronavirus. Sang perdana menteri bahkan sudah memberlakukan lockdown saat kasus positif baru 102 orang tanpa angka kematian, seperti dilansir dari laporan dalam jurnal The Lancet.

Ketika kasus baru bermunculan, Selandia Baru langsung menjalankan lockdown tingkat 4. Mereka menutup sebagian besar bisnis, sekolah, dan tempat umum. Mereka juga memerintahkan masyarakat agar tetap di rumah dan membatasi perjalanan.

Setelah lockdown lima pekan, kasus COVID-19 di Selandia Baru menurun sehingga pemerintah mengubahnya menjadi tingkat 3. Masyarakat boleh keluar dengan menjaga jarak, transportasi umum dibatasi, dan restoran menerapkan sistem take away.

Memasuki Mei, negara ini kembali menurunkan lockdown menjadi tingkat 2. Tempat umum dan bisnis dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat diizinkan berkumpul dalam jumlah terbatas, dan sekolah kembali dibuka.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Saat ini, jumlah total kasus COVID-19 di Selandia Baru mencapai 1.504 orang dengan 22 kematian. Kasus terakhir dilaporkan pada Jumat (22/5) dan tidak ada kasus baru hingga Senin (8/6). Karena itulah, pemerintah berencana menurunkan pembatasan menjadi tingkat 1.

Pada tingkat 1, seluruh aktivitas kembali berjalan normal. Namun, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan pencegahan dan tetap di rumah jika mengalami gejala mirip COVID-19. Tidak ada pembatasan transportasi atau acara umum kecuali bila sedang sakit.

Selain itu, pemerintah masih akan membatasi perjalanan dari luar luar negeri. Orang yang datang dari negara lain juga perlu dikarantina selama 14 hari sebelum bisa bebas beraktivitas. Langkah ini akan diterapkan hingga terdapat laporan lebih lanjut.

new normal COVID-19 oke

Bisakah Indonesia melakukan cara yang sama?

pelonggaran psbb dki efek covid-19 kondisi lingkungan

Setiap negara menempuh cara yang berbeda untuk memerangi COVID-19. Mulai dari lockdown total seperti di Selandia Baru, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, hingga upaya mencapai herd immunity di Swedia.

Lockdown total yang dilakukan Selandia Baru tampaknya merupakan cara jitu untuk mencapai akhir pandemi COVID-19. Sebagai contoh, Australia sudah berhasil menurunkan kasus positif sejak menerapkan lockdown pada 25 Maret.

Meski sempat memiliki angka kematian tinggi, Italia juga kian meratakan kurva pandemi dengan memberlakukan lockdown. Tiongkok yang menjadi tempat awal munculnya coronavirus pun mulai kembali normal setelah beberapa pekan menjalankan sistem ini.

Namun, lockdown bukanlah langkah sederhana. Negara harus melakukan banyak penyesuaian yang belum tentu rampung dalam hitungan bulan. Faktor sosial, ekonomi, dan kesiapan layanan kesehatan juga harus dipertimbangkan. 

Indonesia selama beberapa bulan terakhir mengandalkan PSBB untuk menghambat penularan COVID-19. Masyarakat menjalankan physical distancing, upaya pencegahan semakin digiatkan, dan tempat-tempat umum ditutup.

Sayangnya, lockdown total seperti yang dilakukan Selandia Baru tidak bisa diterapkan di Indonesia. Sebelum obat atau vaksin COVID-19 ditemukan, cara paling memungkinkan untuk melawan pandemi adalah dengan mencegah penyebarannya.

Penyebab Angka Kasus COVID-19 di Korea Selatan Kembali Melonjak

PSBB pun tidak bisa berlangsung selamanya. Indonesia kini perlu mulai bersiap dengan new normal alias kehidupan yang baru akibat adanya pandemi COVID-19. Artinya, masyarakat akan kembali menuju kehidupan semula dengan tetap berupaya mencegah penularan.

Selandia Baru unggul dalam melawan COVID-19 berkat kesigapannya saat kasus-kasus awal dilaporkan. Negara ini mengambil langkah tegas dengan lockdown tingkat 4 walaupun kasus positif masih terbilang sedikit.

Perdana Menteri Ardern menyampaikan bahwa selama menjalankan lockdown, negaranya mengikuti kebijakan berdasarkan sains. Mereka melacak setiap kasus, melakukan tes COVID-19 secara besar-besaran, dan memastikan masyarakatnya mematuhi anjuran kesehatan.

Indonesia mungkin tidak bisa menerapkan lockdown dengan sistem yang sama. Meski begitu, masih ada kesempatan menang dari COVID-19 yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan.

Sebagai individu, Anda dapat ikut berperan dengan rajin mencuci tangan, mengenakan masker saat bepergian, serta menjaga diri dan lingkungan sekitar tetap bersih.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit