Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selandia Baru Bebas dari COVID-19, Begini Cara Mereka Cegah Coronavirus

Selandia Baru Bebas dari COVID-19, Begini Cara Mereka Cegah Coronavirus

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, menyatakan negaranya telah bebas dari COVID-19. Kasus positif di Selandia Baru turun hingga mencapai nol setelah penerapan lockdown ketat selama tujuh pekan. Tidak lama lagi, negara ini juga akan segera menurunkan sistem lockdown ke level terendahnya.

Cara apa yang digunakan Selandia Baru hingga bisa unggul dalam melawan pandemi COVID-19?

Empat tahap lockdown yang diterapkan Selandia Baru

Risiko pelonggaran psbb

Kasus COVID-19 pertama di Selandia Baru dilaporkan pada akhir Februari lalu. Negara ini memberlakukan lockdown pada 25 Maret, empat hari setelah masyarakat dikenalkan dengan sistem pencegahan penyakit skala luas untuk menghadapi pandemi.

Selandia Baru termasuk sigap dalam melawan penyebaran coronavirus. Sang perdana menteri bahkan sudah memberlakukan lockdown saat kasus positif baru 102 orang tanpa angka kematian, seperti dilansir dari laporan dalam jurnal The Lancet.

Ketika kasus baru bermunculan, Selandia Baru langsung menjalankan lockdown tingkat 4. Mereka menutup sebagian besar bisnis, sekolah, dan tempat umum. Mereka juga memerintahkan masyarakat agar tetap di rumah dan membatasi perjalanan.

Setelah lockdown lima pekan, kasus COVID-19 di Selandia Baru menurun sehingga pemerintah mengubahnya menjadi tingkat 3. Masyarakat boleh keluar dengan menjaga jarak, transportasi umum dibatasi, dan restoran menerapkan sistem take away.

Memasuki Mei, negara ini kembali menurunkan lockdown menjadi tingkat 2. Tempat umum dan bisnis dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan, masyarakat diizinkan berkumpul dalam jumlah terbatas, dan sekolah kembali dibuka.

Saat ini, jumlah total kasus COVID-19 di Selandia Baru mencapai 1.504 orang dengan 22 kematian. Kasus terakhir dilaporkan pada Jumat (22/5) dan tidak ada kasus baru hingga Senin (8/6). Karena itulah, pemerintah berencana menurunkan pembatasan menjadi tingkat 1.

Pada tingkat 1, seluruh aktivitas kembali berjalan normal. Namun, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan pencegahan dan tetap di rumah jika mengalami gejala mirip COVID-19. Tidak ada pembatasan transportasi atau acara umum kecuali bila sedang sakit.

Selain itu, pemerintah masih akan membatasi perjalanan dari luar luar negeri. Orang yang datang dari negara lain juga perlu dikarantina selama 14 hari sebelum bisa bebas beraktivitas. Langkah ini akan diterapkan hingga terdapat laporan lebih lanjut.

new normal COVID-19 oke

Bisakah Indonesia melakukan cara yang sama?

pelonggaran psbb dki efek covid-19 kondisi lingkungan

Setiap negara menempuh cara yang berbeda untuk memerangi COVID-19. Mulai dari lockdown total seperti di Selandia Baru, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, hingga upaya mencapai herd immunity di Swedia.

Lockdown total yang dilakukan Selandia Baru tampaknya merupakan cara jitu untuk mencapai akhir pandemi COVID-19. Sebagai contoh, Australia sudah berhasil menurunkan kasus positif sejak menerapkan lockdown pada 25 Maret.

Meski sempat memiliki angka kematian tinggi, Italia juga kian meratakan kurva pandemi dengan memberlakukan lockdown. Tiongkok yang menjadi tempat awal munculnya coronavirus pun mulai kembali normal setelah beberapa pekan menjalankan sistem ini.

Namun, lockdown bukanlah langkah sederhana. Negara harus melakukan banyak penyesuaian yang belum tentu rampung dalam hitungan bulan. Faktor sosial, ekonomi, dan kesiapan layanan kesehatan juga harus dipertimbangkan.

Indonesia selama beberapa bulan terakhir mengandalkan PSBB untuk menghambat penularan COVID-19. Masyarakat menjalankan physical distancing, upaya pencegahan semakin digiatkan, dan tempat-tempat umum ditutup.

Sayangnya, lockdown total seperti yang dilakukan Selandia Baru tidak bisa diterapkan di Indonesia. Sebelum obat atau vaksin COVID-19 ditemukan, cara paling memungkinkan untuk melawan pandemi adalah dengan mencegah penyebarannya.

Penyebab Angka Kasus COVID-19 di Korea Selatan Kembali Melonjak

PSBB pun tidak bisa berlangsung selamanya. Indonesia kini perlu mulai bersiap dengan new normal alias kehidupan yang baru akibat adanya pandemi COVID-19. Artinya, masyarakat akan kembali menuju kehidupan semula dengan tetap berupaya mencegah penularan.

Selandia Baru unggul dalam melawan COVID-19 berkat kesigapannya saat kasus-kasus awal dilaporkan. Negara ini mengambil langkah tegas dengan lockdown tingkat 4 walaupun kasus positif masih terbilang sedikit.

Perdana Menteri Ardern menyampaikan bahwa selama menjalankan lockdown, negaranya mengikuti kebijakan berdasarkan sains. Mereka melacak setiap kasus, melakukan tes COVID-19 secara besar-besaran, dan memastikan masyarakatnya mematuhi anjuran kesehatan.

Indonesia mungkin tidak bisa menerapkan lockdown dengan sistem yang sama. Meski begitu, masih ada kesempatan menang dari COVID-19 yaitu dengan menjalankan protokol kesehatan.

Sebagai individu, Anda dapat ikut berperan dengan rajin mencuci tangan, mengenakan masker saat bepergian, serta menjaga diri dan lingkungan sekitar tetap bersih.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Cousins, S. (2020). New Zealand eliminates COVID-19. The Lancet, 395(10235), 1474. doi: 10.1016/s0140-6736(20)31097-7

Taylor, C. (2020). How New Zealand’s ‘eliminate’ strategy brought new coronavirus cases down to zero. Retrieved 11 June 2020, from https://www.cnbc.com/2020/05/05/how-new-zealand-brought-new-coronavirus-cases-down-to-zero.html

Alert system overview. (2020). Retrieved 11 June 2020, from https://uniteforrecovery.govt.nz/covid-19/covid-19-alert-system/alert-system-overview/#alert-level-4-%E2%80%94-lockdown

Coronavirus Update (Live): 7,515,289 Cases and 420,493 Deaths from COVID-19 Virus Pandemic – Worldometer. (2020). Retrieved 11 June 2020, from https://www.worldometers.info/coronavirus/ 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui 01/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x