Isi Rumah Sakit Coronavirus di Wuhan yang Dibangun Hanya 10 Hari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah coronavirus yang berasal dari pasar ikan Wuhan, Tiongkok, telah menelan lebih dari 400 korban jiwa dan menginfeksi lebih dari 20.000 orang secara global. Dalam menanggapi wabah ini, pemerintah Tiongkok berusaha membangun rumah sakit darurat dalam waktu 10 hari untuk menampung pasien coronavirus di Wuhan. 

Apa saja fasilitas yang tersedia di rumah sakit yang dibangun dalam waktu singkat itu? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya. 

Rumah sakit darurat untuk menangani coronavirus di Wuhan

penyakit menular di rumah sakit

Seperti yang dilansir dari Wall Street Journal, pemerintah Tiongkok membangun dua rumah sakit di Wuhan untuk menangani wabah coronavirus yang jumlah kasusnya semakin meningkat. 

Pembangunan darurat ini dilakukan karena wabah ini menguras sumber daya rumah sakit yang paling terkenal di Wuhan. Para tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut terpaksa memulangkan atau mengabaikan pasien terduga maupun yang sudah terinfeksi coronavirus karena fasilitas yang pas-pasan. 

Akhirnya, per tanggal 23 Januari 2020, pemerintah dan kontraktor setempat memulai membangun rumah sakit yang bernama Huoshenshan. Rumah sakit ‘darurat’ ini kini telah selesai dan terbuka untuk pasien coronavirus sejak 3 Februari 2020. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,298,608

Confirmed

1,104,990

Recovered

35,014

Death
Distribution Map

Fasilitas rumah sakit Wuhan yang dibuat dalam waktu 10 hari ini sebenarnya sudah cukup lengkap untuk menangani wabah coronavirus di Tiongkok. Bangunan yang dibangun di atas lahan sebesar 64,5 hektar ini terdiri atas dua lantai dan akan diisi oleh ribuan dokter dan tenaga kesehatan yang direkrut oleh militer Tiongkok. 

Selain itu, rumah sakit untuk menangani pasien coronavirus di Wuhan ini tidak dibuat dari beton biasa, melainkan unit prefabrikasi. Maka itu, bangunan ini lebih cepat selesai karena tidak sesulit membangun rumah sakit pada umumnya. 

Fasilitas rumah sakit yang diberikan kepada pasien

Model konstruksi kedua rumah sakit ini juga mengikuti rumah sakit Xiaotangshan di Beijing. Rumah sakit yang dibuat dalam waktu seminggu ini dilakukan untuk menghadapi wabah SARS pada 2003. 

Berikut ini beberapa fasilitas yang tersedia di rumah sakit darurat Huoshenshan, Wuhan, untuk memerangi wabah coronavirus: 

  • Setiap unit bangunan dapat menampung dua tempat tidur dan cukup terisolasi
  • Tersedia unit perawatan intensif, ruang konsultasi, dan ruang penyimpanan
  • Bangsal karantina yang terpisah dari bangunan rumah sakit
  • Terdapat sistem ventilasi khusus agar tenaga medis tidak harus memasuki kamar
  • Didukung oleh alat medis terkini, seperti mesin MRI dan ‘robot medis’
  • Memiliki sistem video agar dokter dapat berkomunikasi dengan ahli di Beijing

tertular penyakit di rumah sakit infeksi nosokomial

Walaupun demikian, banyak ahli yang menganggap bahwa pemerintah Tiongkok bukan membangun rumah sakit untuk menangani coronavirus di Wuhan. Mereka berpendapat bahwa bangunan yang dibuat dalam waktu singkat itu lebih cocok disebut sebagai tempat isolasi massal

Masyarakat yang memiliki hasil tes positif coronavirus akan ditahan di kamar perawatan dan menerima pengobatan hingga pulih dan tidak menular. 

Meski begitu, sejumlah media di Tiongkok melaporkan bahwa rumah sakit tersebut benar-benar mengurusi pasien coronavirus. Pasien pertama sampai di rumah sakit pada Senin pagi.

Di tempat tersebut sudah menunggu sekitar 1.400 dokter, perawat, dan tenaga medis lainnya yang direkrut dari militer Tiongkok. Namun, hingga saat ini belum ada laporan tentang kondisi pasien yang baru tiba tersebut.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Virus Nipah Berpotensi Menjadi Wabah Besar Berikutnya

Virus Nipah, yang mewabah hampir setiap tahun di beberapa negara di Asia, berpotensi menjadi wabah besar berikutnya seperti pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Selama masa penyembuhan, pasien COVID-19 harus memperhatikan asupan nutrisi dan vitamin untuk membantu tubuh melawan infeksi. Berikut rekomendasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Penyintas COVID-19 dapat melakukan donor plasma konvalesen yang mengandung antibodi untuk membantu pasien lain melawan infeksi ini. Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
pelaksanaan vaksin covid-19

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit