Panduan Periksa Gigi Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Beberapa jenis pelayanan kesehatan menjadi terhambat sejak merebaknya pandemi COVID-19. Salah satu yang terkena dampaknya adalah pemeriksaan gigi. Tidak mudah menentukan saat yang tepat untuk periksa gigi karena prosedur ini meningkatkan risiko penularan coronavirus, baik pada dokter gigi maupun pasien.

Walau demikian, ada kondisi tertentu yang membolehkan pasien menjalani periksa gigi saat pandemi COVID-19. Dokter gigi juga boleh memeriksa pasien dengan menerapkan aturan keamanan yang sudah ditetapkan. Jika Anda sedang berencana pergi ke dokter gigi, berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

Mengapa Anda perlu menunda kunjungan ke dokter gigi?

jangka waktu scaling gigi

COVID-19 menular lewat droplet, yakni percikan cairan mengandung virus yang keluar saat pasien berbicara, batuk, atau bersin. Seseorang dapat tertular COVID-19 apabila menghirup droplet tersebut saat melakukan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi.

Anda pun bisa tertular COVID-19 jika bersentuhan langsung dengan air liur, cairan, atau lendir pada mulut dan tenggorokan pasien. Cairan ini pula yang kerap bersentuhan dengan tangan dokter dan peralatan yang digunakan ketika pemeriksaan gigi.

Selain itu, alat-alat untuk pemeriksaan gigi juga dapat menyemburkan droplet ke udara. Jika ukurannya cukup halus, droplet bisa bertahan di udara selama beberapa jam. Droplet tersebut kemudian dapat terhirup atau menempel pada permukaan barang.

Periksa gigi saat pandemi COVID-19 lebih riskan sebab tak banyak ruang pemeriksaan yang dilengkapi perlindungan cukup terhadap COVID-19.

Banyak dokter tidak memiliki ruang isolasi untuk mencegah infeksi, ruang periksa khusus untuk satu pasien, maupun masker yang memadai.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

951,651

Confirmed

772,790

Recovered

27,203

Death
Distribution Map

Sekalipun dokter sudah mensterilkan alat pemeriksaan, pasien tetap bisa tertular jika menyentuh kursi, pintu, maupun alat nonmedis lainnya yang terkontaminasi virus. Ini sebabnya Anda disarankan menunda pergi ke dokter gigi bila tidak mengalami kondisi darurat.

Menunda pemeriksaan gigi juga berguna agar dokter bisa lebih fokus membantu tenaga kesehatan di rumah sakit. Dokter pun dapat menghemat stok alat pelindung diri (APD) seperti masker, sarung tangan, dan pelindung mata yang mulai terbatas.

Kapan Anda harus periksa ke dokter gigi?

penyebab gusi bengkak

Ada syarat tertentu yang menentukan boleh-tidaknya Anda periksa gigi saat pandemi COVID-19. Jika kondisi Anda tidak tergolong darurat, prosedur yang dilakukan bersifat elektif. Anda disarankan menunda kunjungan hingga waktu yang lebih aman.

Melansir laman American Dental Association, contoh prosedur elektif untuk kondisi bukan darurat antara lain:

  • Pemeriksaan, pembersihan, dan rontgen gigi rutin
  • Penambalan lubang gigi yang tidak terasa sakit
  • Pencabutan gigi yang tidak terasa sakit
  • Perbaikan kosmetik gigi seperti bonding atau veneer
  • Pemeriksaan kawat gigi
  • Pemutihan gigi

jenis masker

Ada pula kondisi darurat yang mengharuskan Anda periksa ke dokter gigi saat pandemi COVID-19. Secara umum, masalah gigi yang tergolong darurat yakni:

  • Nyeri parah pada gigi, gusi, atau tulang rahang
  • Nyeri dan bengkak pada gusi, leher, atau wajah
  • Perdarahan yang tidak kunjung berhenti
  • Jaringan yang harus segera diambil sampelnya (biopsi)
  • Gigi patah, terutama yang menyebabkan nyeri atau kerusakan jaringan
  • Perawatan pascaoperasi yang tidak bisa dilakukan secara mandiri
  • Perawatan gigi pada pasien terapi radiasi atau pengobatan kanker lainnya
  • Nyeri akibat kawat gigi sehingga harus diatur kembali
  • Crown gigi patah atau hilang
  • Gigi palsu tidak berfungsi dengan benar
  • Trauma yang memengaruhi pernapasan

Hubungi dokter gigi Anda bila terjadi kondisi tersebut. Jika dokter gigi sedang tidak ada, Anda bisa mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan bantuan. Jangan lupa mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker saat Anda harus pergi ke rumah sakit.

Prosedur keamanan saat pemeriksaan gigi

pakai behel dokter gigi

Guna memutus penyebaran penyakit, Persatuan Dokter Gigi Indonesia mengeluarkan surat edaran tentang pedoman pelayanan kedokteran gigi selama pandemi COVID-19. Berikut instruksi yang harus dijalankan oleh dokter gigi saat pemeriksaan:

  1. Melakukan skrining terhadap semua pasien sesuai prosedur dalam edaran.
  2. Segera merujuk pasien yang diduga terinfeksi COVID-19.
  3. Menunda tindakan tanpa keluhan bergejala, bersifat elektif, perawatan estetis, dan tindakan menggunakan bur/scaler/suction.
  4. Menggunakan alat pelindung diri lengkap sekali pakai untuk tiap pasien.
  5. Melakukan prosedur cuci tangan dengan benar.
  6. Pasien diminta berkumur dengan hidrogen peroksida 0,5-1% selama 60 detik atau povidone iodine 1% selama 15-60 detik sebelum dilakukan perawatan dan saat diperlukan.
  7. Pembersihan alat kedokteran gigi dengan natrium hipoklorit 5% dengan perbandingan 1:100 selama 1 menit. Semua benda dan alat kedokteran gigi dapat dibersihkan menggunakan etanol 70% sebelum proses sterilisasi dengan autoclave.
  8. Pembersihan lingkungan kerja, ruang tunggu pasien, gagang pintu, meja, kursi, dan dental unit dengan disinfektan. Lantai dapat dibersihkan menggunakan benzalkonium klorida 2%.
  9. Mengganti pakaian yang digunakan selama praktik sebelum pulang ke rumah.

Cara Perawatan di Rumah Jika Mengalami Gejala Ringan COVID-19

Periksa gigi saat pandemi COVID-19 tidak disarankan bila kondisi Anda tidak tergolong darurat. Anda tetap dapat menjaga kesehatan gigi dengan menyikat gigi, berkumur, dan menghindari kebiasaan yang merusak gigi.

Prosedur pemeriksaan ini baru disarankan pada pasien dengan kondisi yang tidak bisa ditunda. Risiko penularan COVID-19 dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan diri, alat, dan ruang pemeriksaan melalui pedoman keamanan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Periksa gigi bisa jadi pengalaman yang menyenangkan, kok. Agar anak tidak takut ke dokter gigi, contek saja beragam tips pintar berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Vaksin Sinovac buatan China sedang diuji coba secara klinis pada ribuan orang di Bandung, Indonesia. Bagaimana perkembangannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Perlukah Melakukan Medical Check Up secara Rutin?

Medical check up dapat membantu Anda mengetahui kondisi kesehatan yang dimiliki. Tes pemeriksaan apa saja yang biasa dilakukan dalam medical check up?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Tes Kesehatan A-Z 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

vitamin pasien covid-19

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit