Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Peraturan PPKM Level 3 'Nataru' dan Perkembangan Kasus Covid-19 Terkini

Peraturan PPKM Level 3 'Nataru' dan Perkembangan Kasus Covid-19 Terkini

Pemerintah sempat berencana menerapkam PPKM Level 3 di semua wilayah guna mencegah gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia usai libur natal dan tahun baru. Namun rencana ini batal dan terdapat penyesuaian ulang peraturan PPKM. Seperti apa aturan PPKM dan bagaimana situasi terkini mengenai kasus Covid-19 di Indonesia? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini!

Peraturan PPKM selama libur Nataru

cara memakai masker

Hampir dua tahun Indonesia dan negara lainnya bergelut memerangi virus SARS-CoV-2 yang terus bermutasi dan memakan korban jiwa.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terdeteksi varian baru Omicron yang diduga lebih mudah menular dan mampu menurunkan efikasi vaksin Covid-19. Walaupun belum terdeteksi di Indonesia, beberapa negara terdekat seperti Malaysia sudah mengonfirmasi adanya kasus varian ini.

Selain lebih waspada dengan varian virus Covid-19 terbaru ini, pemerintah juga mengkhawatirkan terjadinya puncak gelombang ketiga yang sudah dialami beberapa negara, seperti India, Jepang, Vietnam, dan Turki.

Prof. Wiku Adisasmito, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 pada kanal YouTube BNPB Indonesia, menyebutkan Indonesia saat ini perlu mempertahankan perkembangan kasus Covid-19 yang terkendali selama beberapa bulan belakangan, agar tidak mengalami gelombang ketiga. Apalagi saat ini sudah memasuki libur Nataru.

Langkah yang diambil pemerintah untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga dan penularan varian terbaru adalah dengan resmi menerapkan peraturan PPKM khusus libur natal dan tahun baru.

Ketetapan PPKM tersebut akan berlaku dari tanggal 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Mengingat mobilitas masyarakat di waktu libur panjang ini akan mengalami peningkatan sehingga berisiko juga meningkatkan penularan Covid-19 selama liburan.

sekolah pembelajaran tatap muka covid-19

Berdasarkan kebijakan Kemendagri pada Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru, ada beberapa aturan PPKM terbaru yang perlu diketahui masyarakat luas. Selain pengetatan pengawasan protokol kesehatan dan dimulainya vaksinasi anak usia 6-11 tahun, berikut ini aturan PPKM selama libur nataru 2021.

  • Pengetatan arus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri termasuk pekerja migran Indonesia (PMI) sebagai antisipasi tradisi mudik Nataru.
  • Memperbanyak dan memaksimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tempat kegiatan publik, fasilitas umum, fasilitas hiburan, tempat wisata, dan fasilitas ibadah.
  • Pembatasan kegiatan masyarakat pada tanggal 24 Desember 2021 sampai dengan tanggal 2 Januari 2022.
  • Acara yang menimbulkan kerumunan dilakukan dengan protokol kesehatan serta dihadiri tidak lebih dari 50 orang.
  • Penutupan semua alun-alun pada tanggal 31 Desember 2021 sampai dengan 1 Januari 2022.
  • Persyaratan perjalanan jarak jauh yang menggunakan alat transportasi umum: a. wajib 2 kali vaksin dan melakukan rapid test antigen 1 x 24 jam.

“Hal-hal yang belum diatur dalam Instruksi Menteri ini dapat diatur oleh kepala daerah sesuai dengan situasi pandemi COVID-19 di daerah masing-masing dengan prinsip pembatasan yang diperketat untuk mencegah terjadinya lonjakan COVID-19,” ucap Mendagri Tito Karnavian.

Perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia terkini

ilustrasi pasien tbc vaksin covid-19

Setelah lonjakan kasus kedua pada bulan Juli 2021, situasi Covid-19 hingga saat ini mengalami perbaikan dan cukup terkendali. Tercatat, per tanggal 6 Desember 2021, kasus positif mencapai 4.257.815, dengan angka kematian mencapai 143.876 dan kesembuhan sebanyak 4.108.297 orang.

Terkendalinya situasi Covid-19 menurut Wiku Adisasmito dipengaruhi oleh beberapa hal sebagai berikut.
  • Terjadinya lonjakan kedua menyebabkan jumlah penyintas Covid-19 semakin meningkat, sehingga sistem kekebalan tubuh mereka pun meningkat.
  • Meningkatnya usaha dan cakupan vaksinasi pada masyarakat dalam waktu cepat sehingga membantu membentuk herd immunity terhadap virus Covid-19.
  • Penerapan peraturan PPKM dengan upaya membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat baik di dalam negeri maupun luar negeri, dapat meminimalkan potensi penularan virus.
  • Pembukaan sektor sosial ekonomi dibarengi dengan upaya disiplin protokol kesehatan juga menekan terjadinya penularan.

Kabar baik ini tentu memberikan kelegaan pada Anda dan masyarakat Indonesia lainnya. Akan tetapi, jangan sampai hal ini membuat Anda menjadi lengah, dan tidak mematuhi peraturan dan himbauan yang ada.

Pasalnya, berkurangnya kepedulian Anda terhadap peraturan pemerintah bisa jadi faktor meningkatnya kasus Covid-19 nantinya.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Perketat Libur Nataru, Pemerintah Akan terapkan Kebijakan PPKM level 3 di seluruh Indonesia. (n.d.). Retrieved December 07, 2021, from https://www.kemenkopmk.go.id/perketat-libur-nataru-pemerintah-akan-terapkan-kebijakan-ppkm-level-3-di-seluruh-indonesia

Rokom. (2021, November 28). Waspadai Gelombang Ketiga covid-19 Saat Nataru. Retrieved December 07, 2021, from https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20211128/0938896/waspadai-gelombang-ketiga-covid-19-saat-nataru/

INSTRUKSI MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 62 TAHUN 2021. Covid19.go.id. Retrieved December 07, 2021, from https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/2021/November/inmendagrino62tahun2021-libur-nataru.pdf

Update on Omicron. WHO. Retrieved December 07, 2021, from https://www.who.int/news/item/28-11-2021-update-on-omicron

Satgas Ungkap 5 Sebab Kasus Covid-19 di Indonesia Membaik. Tempo. Retrieved December 07, 2021, from https://nasional.tempo.co/read/1524107/satgas-ungkap-5-sebab-kasus-covid-19-di-indonesia-membaik

Data Sebaran. Covid.go.id. Retrieved December 07, 2021, from https://covid19.go.id/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 17/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa