Penyandang Disabilitas Lebih Rentan Terhadap COVID-19, Begini Penjelasannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah coronavirus (COVID-19) telah menyebabkan jutaan kasus di seluruh dunia dan ratusan orang meninggal dunia. Penyakit pernapasan ini termasuk baru dan masih banyak hal yang perlu dipelajari terkait infeksi virus ini.

Salah satu persoalan yang cukup menjadi perhatian adalah risiko coronavirus COVID-19 terhadap penyandang disabilitas. 

Risiko coronavirus COVID-19 pada penyandang disabilitas

depresi pada penyandang cacat

Sampai saat ini WHO dan pemerintah negara di seluruh dunia sedang berupaya untuk mengendalikan wabah ini. Kelompok tertentu, terutama penyandang disabilitas, dikhawatirkan lebih terkena dampak oleh coronavirus COVID-19. 

Dampak yang muncul mungkin tidak langsung berpengaruh terhadap penyandang disabilitas. Bahkan, sebagian besar dari mereka kemungkinan besar tidak berisiko lebih tinggi atau memiliki penyakit yang parah akibat COVID-19.

Walaupun demikian, tidak sedikit dari penyandang disabilitas yang mungkin memiliki risiko terinfeksi lebih tinggi karena kondisi yang dialaminya. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), ada beberapa penyebab yang membuat risiko infeksi COVID-19 terhadap penyandang disabilitas lebih tinggi, yaitu:

  • hambatan fisik untuk mengakses fasilitas kebersihan
  • lebih sering menyentuh banyak benda sebagai bantuan untuk mengakses informasi
  • kesulitan memahami dan mempraktikkan tindakan pencegahan
  • tidak dapat berkomunikasi kepada orang lain terkait gejala COVID-19 yang dialami
  • sulit menghindari kontak dekat dengan orang lain, alias tidak dapat menjaga jarak
  • COVID-19 memperburuk kondisi kesehatan lainnya, seperti penyakit paru dan jantung

Beberapa kondisi di atas adalah kemungkinan penyebab mengapa penyandang disabilitas lebih rentan terhadap coronavirus COVID-19. 

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

917,015

Confirmed

745,935

Recovered

26,282

Death
Distribution Map

Menghadapi coronavirus COVID-19 untuk penyandang disabilitas

Apabila Anda atau orang terdekat merupakan penyandang disabilitas, sudah seharusnya untuk mengikuti panduan WHO terkait langkah perlindungan dasar selama wabah COVID-19.

Namun, jika Anda mengalami kesulitan untuk mengikut langkah tersebut, seperti mencuci tangan dan menerapkan physical distancing, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai berikut.

1. Menghindari kerumunan ramai

penyandang disabilitas traveling

Salah satu persiapan yang perlu dilakukan penyandang disabilitas di tengah pandemi COVID-19 ini adalah mencoba untuk menghindari kerumunan ramai. Dengan begitu, Anda mungkin lebih leluasa dalam mengurangi kontak fisik dengan orang lain. 

Selain itu, cobalah untuk mempertimbangkan kunjungan yang diperlukan dilakukan di luar waktu sibuk. Apabila memungkinkan, usahakan untuk memanfaatkan jam buka khusus untuk penyandang disabilitas di tempat yang menyediakan fasilitas ini. 

Bahkan, imbauan untuk bekerja di rumah pun mungkin perlu dilakukan saat pandemi ini berlangsung. Terlebih lagi jika Anda bekerja di lingkungan yang padat penduduk atau ramai. 

2. Membeli barang yang dibutuhkan secara online

Selain menghindari kerumunan ramai, para penyandang disabilitas mungkin perlu membeli barang yang dibutuhkan lewat internet.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam mengakses situs pembelian atau perlu ke luar rumah, cobalah minta bantuan pada keluarga atau teman. 

Hal ini bertujuan agar dapat menghindari kerumunan ramai yang mengharuskan Anda menyentuh banyak barang yang mungkin terkontaminasi

physical distancing

3. Mengumpulkan barang yang diperlukan di satu tempat

8 Bahan Makanan Yang Dapat Membersihkan Usus

Setelah berhasil membeli barang lewat internet, para penyandang disabilitas sebaiknya mulai mengumpulkan barang yang dibutuhkan di satu tempat selama pandemi COVID-19. 

Jika memungkinkan, berbelanja stok makanan dan peralatan rumah tangga lainnya untuk selama dua minggu hingga satu bulan ke depan bisa dilakukan.

Hal ini bertujuan agar Anda tidak perlu terlalu sering pergi ke luar rumah membeli makanan atau barang yang diperlukan. 

Selain bahan makanan, Anda juga bisa menebus obat yang memerlukan resep dari dokter untuk beberapa bulan ke depan. Maka itu, cobalah untuk mendiskusikan hal masalah ini dengan dokter atau pengasuh Anda.

Dengan begitu, Anda bisa membuat salinan resep obat untuk membantu dalam mendapatkan obat saat situasi darurat seperti pandemi ini. 

4. Memastikan alat bantu dibersihkan dengan desinfektan

Bagi para penyandang disabilitas yang memakai alat bantu ketika bergerak sudah saatnya mulai memperhatikan kebiasaan kebersihannya selama pandemi coronavirus COVID-19 ini. 

Hal ini dikarenakan alat bantu seperti kursi roda dan tongkat jalan sering digunakan di tempat umum dan membuatnya menjadi lebih kotor.

Oleh karena itu, Anda perlu memastikan apakah kursi roda atau tongkat jalan yang digunakan sudah dibersihkan dengan desinfektan atau belum.

Bahaya Menyemprot Disinfektan Langsung ke Tubuh Manusia

5. Membuat daftar kontak atau bantuan 

Persiapan terkait bahan makanan, kebersihan alat bantu, dan upaya menghindari kerumunan ramai tidak cukup bila Anda tidak membuat rencana yang harus dilakukan ketika sakit. 

Salah satu aspek penting dalam mempersiapkan diri menghadapi COVID-19 bagi penyandang disabilitas adalah membuat daftar kontak.

Jangan lupa untuk membuat daftar kontak keluarga, teman, tetangga, dan penyedia layanan kesehatan yang dapat membantu Anda ketika sakit. 

Selain itu, pastikan juga anggota rumah lainnya mengetahui informasi penting yang diperlukan saat Anda dalam kondisi tidak sehat. Mulai dari informasi tentang asuransi kesehatan, obat-obatan, hingga kebutuhan perawatan dari anggota keluarga yang Anda tanggung, seperti anak atau hewan peliharaan.

Dengan berbagai persiapan yang dilakukan oleh para penyandang disabilitas untuk menghadapi pandemi COVID-19, mereka bisa mengurangi risiko penyebaran virus.

Maka itu, jangan lupa untuk tetap menjaga jarak dengan orang lain dan rutin mencuci tangan sebagai upaya pencegahan COVID-19.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Parosmia, Gejala Long COVID-19 Bikin Pasien Mencium Bau Tak Sedap

Pasien COVID-19 melaporkan gejala baru yang disebut parosmia, yakni mencium bau amis ikan dan beberapa bau tidak sedap lain yang tidak sesuai kenyataan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 11 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Semua tentang Vaksin COVID-19: Keamanan, Efek Samping, dan Lainnya

Berikut beberapa informasi umum seputar vaksin COVID-19, keamanan, efek samping, dan pelaksanaan imunisasinya di Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Vaksin COVID-19 Tidak Mencegah Penularan, Masyarakat Masih Harus Menerapkan 3M

Para ahli mengingatkan, berjalannya vaksinasi COVID-19 tidak serta merta mencegah penularan dan membuat bisa kembali hidup normal seperti sebelum pandemi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 29 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal GeNose, Alat Deteksi COVID-19 dari Embusan Napas

UGM mengembangkan GeNose, teknologi untuk mendeteksi COVID-19 dengan cepat melalui embusan napas. Bagaimana cara kerjanya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 28 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

donor plasma konvalesen

Bagaimana Cara Donor Plasma Konvalesen Pasien COVID-19 Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
psikotik covid-19

Infeksi COVID-19 Bisa Menyebabkan Gejala Psikotik Seperti Delusi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
jamu covid-19

Potensi Jamu dan Obat Tradisional dalam Penanganan COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Keamanan Vaksin COVID-19

Perkembangan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit