Protokol Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada masa pandemi berpotensi menjadi risiko penularan COVID-19. Akan ada interaksi dan kontak langsung antar-orang baik itu saat proses jual beli hewan kurban, saat pelaksanaan penyembelihan, maupun saat pembagian daging kurban.

Selain itu, ada potensi perpindahan orang antar-provinsi/kabupaten/kota saat kegiatan kurban yang meningkatkan risiko penularan COVID-19. Untuk mengurangi risiko tersebut, pelaksanaan kegiatan kurban perlu mengikuti prosedur kesehatan. 

Protokol pelaksanaan kurban pada masa pandemi COVID-19

kurban idul adha pandemi covid-19

Segala kegiatan yang dilakukan pada masa pandemi penyakit harus mempertimbangkan  risiko kesehatan. Menjelang perayaan Idul Adha tahun 2020, pemerintah Indonesia mengeluarkan aturan pelaksanaan pemotongan hewan kurban untuk mencegah penularan COVID-19

Aturan tersebut berisi protokol dari mulai aktivitas jual beli hewan kurban, pelaksanaan kurban, hingga penyaluran hewan kurban. Protokol ini tertuang dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Dirjen PKH Kementan). 

“Harapannya Kegiatan pelaksanaan kegiatan kurban di tengah situasi pandemi tetap berjalan optimal dengan mempertimbangkan aspek pencegahan penyebaran COVID-19,” ujar I Ketut Diarmita, direktur jenderal PKH Kementan, Jumat (12/6).

Berikut rincian protokol yang harus diperhatikan saat pelaksanaan kurban selama masa pandemi COVID-19.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Kegiatan jual beli hewan kurban pada masa pandemi

pandemi covid-19 kurban idul adha

Penjual hewan kurban harus sudah mendapatkan izin resmi dari pemerintah daerah yakni bupati atau walikota. Penjual dari daerah lain juga harus membawa surat sehat dari puskesmas atau rumah sakit. 

Pelaksanaan jual beli hewan kurban semasa pandemi disarankan untuk mengandalkan transaksi secara daring (online). Pilihan lainnya bisa dengan dikoordinasikan dengan dewan masjid atau badan amil zakat. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan banyaknya interaksi dan kontak langsung.

Kegiatan penjualan hewan kurban harus memenuhi syarat seperti jaga jarak fisik (physical distancing), penerapan kebersihan personal dan kebersihan tempat, serta pemeriksaan kesehatan. Berikut detailnya.

  • Setiap orang yang masuk ke tempat penjualan harus mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Mereka juga harus melakukan pengukuran suhu tubuh. 
  • Penjual harus menggunakan face shield, masker, apron, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang.
  • Setiap orang yang sakit dan menunjukkan gejala COVID-19 dilarang memasuki tempat penjualan hewan kurban.
  • Setiap tempat penjualan harus menyediakan tempat cuci tangan dan tempat pembuangan kotoran hewan yang aman.

Perlukah Pelindung Wajah (Face Shield) Digunakan Sehari-hari?

Proses pemotongan hewan kurban untuk meminimalkan penularan COVID-19

pandemi covid-19 idul adha kurban

Pada masa pandemi ini pemotongan hewan kurban dilakukan dengan protokol khusus yakni harus dilakukan oleh Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). RPH-R adalah tempat pemotongan hewan yang sudah memenuhi syarat tertentu, termasuk kesehatan.

Prosedur kesehatan yang harus ditaati oleh petugas pemotongan tidak jauh berbeda dengan protokol penjualan hewan kurban. Petugas pemotongan diminta untuk menerapkan kebersihan, jaga jarak, dan pemeriksaan suhu tubuh.

Petugas pemotongan diimbau untuk tidak merokok dan mengikuti etika bersin, batuk, serta meludah. 

Beberapa protokol tempat pemotongan hewan kurban pada masa pandemi COVID-19:

  • Pengelompokan pekerja sesuai shift harus berisi anggota yang sama.
  • Tempat pemotongan hewan diimbau untuk menghindari penggunaan kipas angin untuk mengurangi potensi penyebaran percikan air liur (droplet) berisi virus.
  • Penerapan sanitasi yang aman.
  • Melakukan pembersihan disinfeksi terhadap peralatan sebelum dan setelah digunakan serta selalu memastikan area kerja bersih dan higienis.
  • RPH-R harus melakukan pembersihan berkala 4 jam sekali. 
  • Menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

droplet covid-19

Namun, jika ketersediaan RPH-R terbatas, pemotongan hewan kurban bisa dilakukan di luar RPH-R dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Syarat khususnya yakni harus mendapatkan izin dari pemerintah daerah kota atau kabupaten. Tempat pemotongan hewan kurban ini juga harus melakukan prosedur kebersihan, jaga jarak, dan pemeriksaan suhu tubuh demi menghindari penularan COVID-19.

  • Sebisa mungkin melakukan pembatasan pengunjung dan panitia di fasilitas pemotongan hewan kurban.
  • Pengaturan jarak petugas saat melakukan aktivitas pengulitan, pencacahan, penanganan,  dan pengemasan daging. 
  • Petugas yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging dan jeroan harus dibedakan.
  • Setiap orang harus mengenakan masker. Terutama untuk petugas yang melakukan pencacahan, pengulitan, dan penanganan jeroan harus menggunakan masker, face shield, sarung tangan sekali pakai, dan alas kaki tertutup. 
  • Setiap orang mencuci tangan sesering mungkin dan tempat pemotongan dibersihkan dengan disinfektan.  

Pendistribusian hewan kurban

Pendistribusian hewan kurban pada masa pandemi COVID-19 disarankan untuk dilakukan oleh panitia langsung ke penerima. Ini untuk menghindari terbentuknya kerumunan orang di tempat pembagian daging kurban seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu cara terbaik untuk mencegah penularan COVID-19 adalah dengan menghindari aktivitas di luar rumah. Jadi, sebisa mungkin untuk tetap di rumah dan hindari kerumunan saat perayaan Iduladha dan pelaksanaan kurban.

Jika terpaksa untuk beraktivitas di luar rumah, jangan lupa untuk menjaga jarak, mengenakan masker, dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit