Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Olahraga menjadi kegiatan yang penting terlebih saat masa pandemi COVID-19 untuk menjaga kebugaran tubuh. Selain manfaat kebugaran, olahraga yang dilakukan di luar rumah (outdoor) bisa bermanfaat bagi kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat masa pandemi COVID-19?

Olahraga di luar rumah saat masa pandemi

batuk setelah Olahraga luar rumaah pandemi covid-19

Telah lebih dari 3 bulan sejak kita hidup dalam masa pandemi COVID-19, beberapa kegiatan harus disesuaikan dengan kondisi. 

Cara terbaik untuk menghindari penularan COVID-19 adalah dengan tetap beraktivitas di rumah atau menjaga jarak aman (physical distancing) saat berada di luar rumah. Hal ini juga berlaku jika Anda memutuskan untuk melakukan olahraga di luar rumah saat masa pandemi ini. 

Organisasi kesehatan dunia (WHO) mengimbau masyarakat untuk aktif melakukan kegiatan olahraga selama pandemi. Di samping itu, WHO juga mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah.

Untuk tetap sehat jiwa dan raga dalam menghadapi masa pandemi, harus ada trik agar mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru atau new normal kala pandemi COVID-19 ini.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Perhatikan hal-hal berikut ketika berolahraga di luar rumah saat pandemi

olahraga untuk penderita tiroid, pandemi covid-19 di luar rumah

1. Ikuti aturan menjaga jarak fisik atau physical distancing

Perlu diingat, COVID-19 menular melalui percikan yang keluar saat seseorang bicara, batuk, atau bersin. Jadi menjaga jarak saat olahraga di luar rumah saat pandemi adalah syarat utama dalam menjaga Anda dan orang lain dari tertular COVID-19.

Selain dari percikan langsung droplet, penularan juga bisa terjadi melalui sentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Pastikan Anda tidak menyentuh permukaan benda atau fasilitas umum, jika terlanjur menyentuhnya segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. 

2. Pilih lokasi olahraga yang aman

Pilihlah lokasi olahraga yang terdekat dengan rumah. Tidak berkelompok dan terutama hindari lokasi kerumunan orang. 

Tim Komunikasi Gugus Tugas Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, sebelum memutuskan untuk olahraga di luar rumah cari tahu dulu kondisi kasus positif COVID-19 di daerah tersebut.

“Kalau merasa olahraga di luar tidak aman atau wilayah kita banyak kasus maka urungkan niat olahraga di luar,” kata dr Reisa.

“Setiap orang harus mengingat kembali bahwa tujuan berolahraga adalah untuk menyehatkan badan bukan tujuan lain seperti ingin berkumpul,” tekannya.

3. Pilihan jenis olahraga  

Jika ingin olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19, hindari jenis olahraga permainan yang membutuhkan banyak orang. Olahraga semacam sepakbola pastinya perlu dihindari untuk sementara waktu.

Pilihan olahraga yang bisa dilakukan yakni joging di sekitar lingkungan. Anda bisa mencoba rute yang memiliki tanjakan atau tangga.

Kegiatan lain yang bisa dilakukan misalnya berlari atau bersepeda. Mulailah dengan intensitas rendah untuk mencegah cedera atau lelah berlebihan. 

Dr. Reisa menyarankan untuk memilih olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dan menghindari olahraga intensitas berat. Karena setelah berolahraga, tubuh membutuhkan waktu untuk kembali normal atau fit. Waktu pemulihan ini akan lebih lama setelah melakukan olahraga dengan intensitas berat. 

“Proses pemulihan yang lebih lama membuat kita lebih berisiko terinfeksi,” jelas dr. Reisa.

4. Kenali kemampuan tubuh

Mengenali kemampuan tubuh Anda menerima porsi olahraga menjadi hal penting. Ini berlaku untuk olahraga di dalam ataupun di luar rumah, karena porsi olahraga berlebihan justru bisa berakibat buruk bagi tubuh.

Terutama bagi Anda yang mengidap penyakit tertentu, misalnya asma, jantung, ataupun paru-paru sebaiknya konsultasikan porsi olahraga dengan dokter yang bersangkutan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ketua Komnas KIPI, Prof. Hindra Irawan Satari Sp.A(K)., MTropPaed memaparkan data KIPI yang terjadi selama vaksinasi COVID-19 dilakukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

7 Kesalahan Umum saat Berusaha Membakar Lemak Perut

Ingin membakar lemak perut? Simak sejumlah kesalahan umum yang dilakukan saat berupaya membakar lemat perut agar usaha Anda berhasil.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Olahraga Lainnya, Kebugaran 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Vaksinasi COVID-19 akan diberikan pada 70% persen penduduk dalam waktu 15 bulan demi mencapai herd immunity. Tapi vaksin saja tak cukup.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hormon seimbang

6 Cara Alami untuk Menyeimbangkan Hormon dalam Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
kopi untuk diabetes

Potensi Manfaat Kopi pada Penderita Prediabetes dan Diabetes di Masa Pandemi COVID-19

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
Olahraga di tempat tidur

8 Olahraga yang Bisa Dilakukan di Tempat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit