Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

Saran Kemenkes untuk Manfaatkan Obat Tradisional Sebagai Pencegah COVID-19

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menyarankan masyarakat untuk menggunakan obat tradisional untuk mencegah COVID-19. Obat tradisional diharapkan mampu memelihara kesehatan masyarakat dan mencegah terkena penyakit, termasuk infeksi virus corona penyebab COVID-19.

Obat tradisional seperti apa yang disarankan Kemenkes RI?

Kemenkes RI: Manfaatkan obat tradisional untuk pencegahan COVID-19

obat tradisional untuk covid-19

Pandemi COVID-19 di Indonesia diprediksi tidak akan berakhir dalam waktu dekat ini. Masyarakat harus beradaptasi dengan keadaan new normal setidaknya hingga vaksin penangkal COVID-19 ditemukan, yaitu menjalankan pencegahan mulai dari gaya hidup bersih hingga menjaga kesehatan tubuh.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menyarankan agar masyarakat memanfaatkan obat tradisional berupa jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka sebagai salah satu opsi pencegahan COVID-19. Fitofarmaka adalah obat dari bahan alam yang terbukti keamanan dan khasiatnya secara ilmiah.

“Pemanfaatan obat tradisional sebagai upaya memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan termasuk pada masa darurat kesehatan atau bencana nasional COVID-19,” tulis Kemenkes dalam keterangan persnya.

Obat tradisional sudah terbukti memiliki khasiat dalam menjaga daya tahan tubuh, mengurangi beberapa keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, mengurangi darah tinggi, diabetes, dan beberapa khasiat lainnya.

Hanya saja, Kemenkes RI menekankan bahwa obat tradisional tidak boleh digunakan dalam keadaan gawat darurat dan membahayakan jiwa.

Masyarakat juga diminta untuk memperhatikan cara aman penggunaan obat tradisional agar mendapatkan manfaatnya secara maksimal pada masa wabah COVID-19 ini.

Perhatikan aturan obat tradisional saat hendak dikonsumsi

obat tradisional covid-19

Sebagaimana obat pada umumnya, penggunaan obat tradisional juga harus mengikuti beberapa aturan yaitu sebagai berikut.

  1. Obat tradisional tersebut harus memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
  2. Memperhatikan aturan pakai yang tercantum dalam kemasan.
  3. Memperhatikan tanggal kadaluarsa.
  4. Memperhatikan kontraindikasi obat (berlawanan dengan kondisi kesehatan Anda).
  5. Memperhatikan khasiat obat.
  6. Kemasan dan bentuk fisik produk harus dalam kondisi baik.

Selain obat tradisional yang sudah diolah, Anda juga bisa menggunakan langsung bahan-bahan alam yang tersedia. Di antaranya adalah tanaman-tanaman obat seperti jahe, kunyit, temulawak, lengkuas, kencur, kayu manis, sereh, daun kelor, daun katuk, dan masih banyak lagi.

Penggunaan obat tradisional juga harus sesuai dengan standar kesehatan dan jangan sampai membuat Anda sakit pada masa pandemi COVID-19 ini.

nutrisi COVID-19

Bahan-bahan alam yang bisa digunakan masyarakat untuk pengobatan sudah tercantum dalam Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI).

FROTI memuat daftar tumbuhan obat asal Indonesia yang terbukti memiliki manfaat kesehatan. Daftar itu juga menyebutkan manfaat, cara pakai, dosis, dan hal-hal penting lain yang harus diperhatikan pada setiap tanaman obat.

Salah satunya adalah jahe merah yang bermanfaat mengobati selesma, penyakit dengan gejala pilek, bersin, dan hidung tersumbat. Jahe merah tidak boleh digunakan oleh ibu hamil dan anak berusia di bawah 2 tahun. Jahe merah juga memiliki efek samping meningkatkan asam lambung.

Penggunaan obat tradisional untuk penanganan COVID-19

obat herbal hipertensi paru

Lembaga Pengetahuan Indonesia (LIPI) saat ini sedang mengembangkan obat tradisional untuk pengobatan COVID-19. Hanya saja, obat tersebut masih harus melalui serangkaian tahapan uji coba dan membutuhkan waktu hingga siap digunakan.

Sampai saat ini, belum ada obat herbal khusus untuk penanganan COVID-19 di Indonesia.

“Obat tradisional juga tidak boleh digunakan dalam keadaan kegawatdaruratan dan keadaan yang potensial membahayakan jiwa,” tulis Kemenkes.

Di negara lain, obat tradisional mulai diujicobakan untuk pengobatan COVID-19. Tiongkok bahkan meresmikan penggunaan obat tradisional sebagai opsi pengobatan COVID-19 di negaranya pada Selasa (14/4) lalu.

Tiga obat tradisional yang dipatenkan oleh pemerintah Tiongkok tersebut yakni Lianhuaqingwen, Jinhuaqinggan, dan Xuebijing.

Menilik Kandungan Herbavid-19, Ramuan Herbal untuk Pengobatan COVID-19

Pejabat Tiongkok mengklaim bahwa ketiga obat tersebut ampuh meringankan gejala COVID-19 seperti demam, batuk, kelelahan, dan mengurangi kemungkinan pasien mengalami kondisi parah.

Meski begitu, klaim khasiat ini tidak dibarengi dengan bukti ilmiah seperti hasil studi dan uji klinis yang dipublikasi secara internasional.

Studi berjudul Use of herbal drugs to treat COVID-19 should be with caution itu mengatakan bahwa tanpa melalui uji klinis, penggunaan obat herbal pada pasien COVID-19 berpotensi menyebabkan konsekuensi yang mengkhawatirkan.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Kemenkes. Kemenkes Sarankan Masyarakat Manfaatkan Obat Tradisional. Retrieved 29 May 2020 from: https://www.kemkes.go.id/article/view/20052100005/kemenkes-sarankan-masyarakat-manfaatkan-obat-tradisional.html
  • Yang, Y. (2020). Use of herbal drugs to treat COVID-19 should be with caution. The Lancet, 395(10238), 1689-1690. doi: 10.1016/s0140-6736(20)31143-0
  • Kemenkes. 2017. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07./Menkes/187/2017; Formularium  Ramuan Obat Tradisional Indonesia
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 31/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x