Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

5 Tips Bepergian dengan Transportasi Umum Saat Pandemi

5 Tips Bepergian dengan Transportasi Umum Saat Pandemi

Sejak awal pandemi merebak, para ahli kesehatan telah memperingatkan tentang tingginya risiko penularan COVID-19 di kereta, bus, dan transportasi umum lain. Kepadatan penumpang, lama waktu perjalanan, dan sirkulasi udara yang kurang baik di ruang tertutup bisa meningkatkan risiko penularan virus. Lantas, bagaimana cara bepergian yang aman saat pandemi?

Risiko penularan COVID-19 di kendaraan umum

Penularan covid-19 transportasi dan kereta

Sebuah studi menunjukkan risiko penularan COVID-19 di kendaraan umum seperti kereta sangat tergantung pada kedekatan posisi penumpang dengan orang yang terinfeksi. Semakin dekat posisinya, maka risiko penularan akan semakin tinggi. Sebaliknya, semakin jauh maka risikonya relatif rendah.

Studi ini melibatkan ribuan penumpang yang bepergian dengan kereta cepat di China. Para peneliti menemukan bahwa tingkat penularan ke penumpang yang bersebelahan dengan orang terinfeksi COVID -19 sekitar 3,5%.

Sedangkan penumpang di kursi depan atau belakangnya, rata-rata memiliki 1,5% peluang tertular COVID-19. Risiko penularan di kereta ini menjadi 10 kali lebih rendah bagi penumpang yang duduk berjarak satu atau dua kursi dari pasien COVID-19.

Namun ternyata, para peneliti menemukan bahwa hanya 0,075% penumpang yang duduk di kursi bekas pasien COVID-19 yang bisa tertular virus tersebut.

Selain posisi duduk, lama waktu atau frekuensi kontak dengan pasien COVID-19 juga sangat penting. Risiko tertular akan meningkat sebesar 1,3% setiap jamnya bagi penumpang yang duduk bersebelahan dan 0,15% bagi penumpang lainnya.

Para peneliti percaya bahwa penumpang yang duduk bersebelahan lebih mudah tertular karena kemungkinan melakukan kontak fisik lebih tinggi atau sering bertatap muka.

Tips bepergian dengan transportasi umum di saat pandemi

penularan covid-19 di transportasi umum kereta

Anda bisa melakukan pencegahan tertular covid-19 saat pergi menggunakan transportasi umum di masa pandemi dengan cara-cara berikut ini.

1. Memakai masker

Langkah pertama tentu adalah dengan menggunakan masker yang benar-benar menutupi mulut dan hidung. Seperti yang telah diketahui, virus COVID-19 dapat menular melalui cipratan cairan pernapasan (droplet) orang yang telah terinfeksi ketika ia batuk, bersin, atau bicara.

Mengingat ada beberapa orang yang tidak mengalami gejala, mereka mungkin tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi dan masih bisa menularkan virus ke orang lain. Penggunaan masker dapat melindungi Anda dari kemungkinan ini.

Tak hanya ketika bepergian dengan transportasi umum berkapasitas tinggi, Anda juga harus tetap menggunakan masker saat bepergian dengan taksi atau ojek.

2. Menjaga jarak dari orang lain

Karena posisi Anda dan orang lain juga dapat menentukan risiko penularan virus, maka jagalah jarak Anda dari orang lain baik saat sedang menunggu kendaraan maupun saat sedang berada dalam perjalanan.

Untuk memudahkan hal ini, pihak dari penyedia transportasi umum biasanya sudah menetapkan batas kepadatan jumlah penumpang. Bila Anda menggunakan taksi, duduklah di kursi belakang dan sejauh mungkin dari pengemudi, yaitu di sisi penumpang baris belakang.

Fokus


3. Hindari orang-orang yang tidak disiplin protokol kesehatan

Ada kalanya Anda menemukan orang-orang yang tidak mengikuti aturan dengan baik, misalnya orang-orang yang tidak memakai masker atau mengobrol sepanjang perjalanan.

Maka dari itu, hindarkan diri dari orang-orang tersebut dengan berdiri sejauh mungkin dari mereka. Jika hal ini tidak memungkinkan, Anda bisa turun di halte atau stasiun terdekat dan menunggu bus atau kereta selanjutnya.

Bagi Anda yang bepergian dengan transportasi lain seperti taksi atau ojek di saat pandemi, pastikan pengemudi telah menggunakan masker dengan benar.

4. Hindari kendaraan umum yang terlalu padat

Dengan sedikit meredanya kasus COVID-19, banyak kantor yang sudah mulai menerapkan kegiatan bekerja dari kantor. Hal ini membuat pembatasan kepadatan penumpang jadi melonggar.

Bila memungkinkan, sebaiknya tunggu kendaraan yang tidak terlalu padat penumpang. Namun bila sedang terburu-buru, lebih baik pilih kendaraan seperti ojek atau gunakan kendaraan sendiri.

5. Sedia hand sanitizer setiap bepergian

Memang, penularan COVID-19 tidak terjadi dengan mudah melalui sentuhan dengan permukaan benda seperti tiang dalam gerbong kereta atau kursi.

Meski demikian, kemungkinan jalur penularan ini tidak boleh Anda abaikan. Apalagi, risiko penularan virus di transportasi umum yang penuh sesak lebih rentan terjadi. Kita tidak bisa memastikan apakah semua penumpang yang ada di dalam kendaraan tersebut benar-benar bebas dari virus COVID-19.

Solusinya, usahakan tetap menjaga kebersihan tangan dengan senantiasa membawa hand sanitizer untuk digunakan setelah menyentuh permukaan yang sering terkena kontak kulit, seperti gagang pintu, tempat duduk, atau sandaran di kereta. Setelah tiba di tempat tujuan, cucilah tangan dengan air dan sabun.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hu, M., Lin, H., Wang, J., et. al. (2021). Risk of Coronavirus Disease 2019 Transmission in Train Passengers: an Epidemiological and Modeling Study. Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America, 72(4), 604–610. Retrieved 8 December 2021.

How Safe is Public Transportation? (2020). MIT Medical. Retrieved 8 December 2021, from https://medical.mit.edu/covid-19-updates/2020/09/how-safe-public-transportation

Commuting Safely During the COVID-19 Public Health Emergency. (2021). NYC Health. Retrieved 8 December 2021, from https://www1.nyc.gov/assets/doh/downloads/pdf/covid/covid-19-commuting-safely.pdf

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Winona Katyusha Diperbarui 16/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.