Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak orang dianjurkan agar hanya beraktivitas di rumah. Setelah beberapa bulan, pelonggaran aturan mulai diberlakukan sehingga aktivitas di luar rumah sudah boleh dilakukan dengan syarat praktik protokol kesehatan yang baik. Sejumlah daerah pun mulai bertransisi ke masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Mengingat belum ada vaksin untuk penyakit COVID-19, sangat wajar jika timbul rasa khawatir ketika harus keluar rumah. Oleh sebab itu, simak cara menghadapi kecemasan di saat adaptasi kebiasaan baru alias new normal.

Sikap menghadapi new normal

Menghadapi masa new normal (adaptasi kebiasaan baru), beberapa orang mengambil sikap santai dan ada pula yang merasa cemas. Sebagian orang yang menghadapinya dengan santai terkadang mengabaikan protokol kesehatan, seperti jarang mencuci tangan atau tidak menggunakan masker saat di tempat umum. Padahal pandemi ini belum usai, sehingga kita harus tetap waspada dan menjalankan protokol kesehatan yang disarankan.

Merasa cemas merupakan hal yang wajar, apalagi menghadapi sesuatu yang tidak dikenal. Perasaan takut atau khawatir dapat mengganggu kesehatan jika dibiarkan begitu saja. Namun, rasa khawatir dapat diusir dengan solusi untuk hal yang dihadapi. Maka dari itu, berikut adalah beberapa solusi supaya tubuh dan pikiran siap dan tenang dalam menghadapi situasi new normal (adaptasi kebiasaan baru).

Jaga kesehatan mental

istirahat santai

Pikiran yang kacau atau semrawut dapat mengganggu kesehatan fisik. Dalam menghadapi ketidakpastian seputar COVID-19, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan usaha menjaga kesehatan fisik. Contohnya, stres dapat menimbulkan sakit kepala. Sementara itu, cemas membuat seseorang mudah merasakan kelelahan.

Simak beberapa cara berikut yang mampu menjaga ketenangan pikiran dalam menghadapi kecemasan di new normal (adaptasi kebiasaan baru):

  • Berdamai dengan ketidakpastian: Membuka pikiran untuk menerima bahwa tidak segala hal bisa dikendalikan bukan berarti meremehkan pandemi ini. Tetap mengambil inisiatif menerapkan protokol kesehatan yang disarankan, baik di rumah dan saat harus keluar rumah.
  • Bijak memahami informasi: Lindungi diri dan sesama dengan mencari tahu informasi yang benar dari sumber terpercaya, seperti otoritas kesehatan setempat.
  • Jaga keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan.
  • Luangkan waktu untuk bersantai.
  • Berkomunikasi dengan orang-orang terkasih.

Praktik protokol kesehatan yang baik

pelonggaran psbb dki Mengenal Physical dan Social Distancing yang Dapat Turunkan Risiko COVID-19

Menerapkan protokol kesehatan yang dianjurkan berfungsi untuk melindungi diri dan sesama serta membantu menghadapi kecemasan di saat new normal (adaptasi kebiasaan baru). Sejumlah cara melindungi diri dari penularan penyakit COVID-19 adalah sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Jangan lupa membersihkan tangan sebelum makan, menyiapkan makanan, setelah keluar dari toilet, atau menyentuh permukaan, seperti gagang pintu di luar rumah. Pakai pembersih tangan atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol sedikitnya 60% jika tidak ada tempat cuci tangan. Hindari menyentuh area wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Kemudian, jika berada di luar rumah, jaga jarak dengan orang lain setidaknya 2 meter. Untuk di dalam rumah, rekomendasi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) adalah hindari berdekatan dengan penghuni rumah yang sedang sakit.

Apabila memungkinkan, tetap jaga jarak 2 meter dari penghuni rumah lainnya atau yang sedang sakit. Ketika harus ke luar rumah untuk keperluan apa pun, pakai masker untuk mencegah penyebaran melalui percikan pernapasan (droplet).

Lantas, bagaimana jika Anda termasuk salah satu orang yang harus tetap ke kantor di tengah pandemi? Salah satu cara menghadapi kecemasan di new normal (adaptasi kebiasaan baru) adalah dengan tetap lakukan praktik protokol kesehatan di atas.

Jangan lupa untuk menutupi wajah jika ingin batuk atau bersin. Buang tisu kotor ke tempat sampah, lalu membersihkan dan menggunakan disinfektan pada permukaan peralatan dan area kantor juga efektif meminimalisasi risiko penyebaran virus ini.

Untuk perusahaan, protokol kesehatan yang sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah:

  • Permukaan dan barang-barang di kantor harus dibersihkan dengan disinfektan secara rutin
  • Menyediakan pembersih tangan di area kantor
  • Membuat poster anjuran cuci tangan
  • Mengizinkan karyawan untuk beristirahat di rumah saat sakit

Gaya hidup sehat agar sistem imun tetap kuat

manfaat vitamin c

Mengutip studi berjudul Nutritional and Physical Activity Interventions to Improve Immunity, pola makan bergizi dan seimbang serta aktivitas fisik yang cukup berperan penting untuk kesehatan sistem kekebalan tubuh, seperti ketahanan terhadap infeksi. Oleh karena itu, jangan lupa untuk makan makanan bernutrisi sekaligus olahraga supaya tubuh tetap sehat dan membantu Anda menghadapi kecemasan di new normal (adaptasi kebiasaan baru).

Selain itu, jangan lupa untuk istirahat yang cukup dan mengonsumsi suplemen, seperti vitamin C yang berpotensi menguatkan sistem imun tubuh. Vitamin C juga bermanfaat untuk membantu melawan infeksi di dalam tubuh. Pilih suplemen vitamin C yang tidak bersifat asam agar aman untuk lambung dan memiliki daya serap oleh tubuh (bioavailabilitas) yang tinggi.

Daya serap yang tinggi membantu vitamin C bertahan lama di dalam tubuh sehingga membantu daya tahan tubuh dalam menjalani hari. Sebelum mengonsumsi suplemen, ada baiknya untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Coronavirus disease 2019 (COVID-19). (2020, June 26). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved July 15, 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/food-and-COVID-19.html

Coronavirus disease 2019 (COVID-19). (2020, May 19). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved July 15, 2020, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/managing-stress-anxiety.html

Davison, G., Kehaya, C., & Wyn Jones, A. (2014). Nutritional and physical activity interventions to improve immunity. American Journal of Lifestyle Medicine, 10(3), 152-169. https://doi.org/10.1177/1559827614557773

How stress affects your body and behavior. (2019, April 4). Mayo Clinic. Retrieved July 15, 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/stress-symptoms/art-20050987

NIMH » anxiety disorders. (n.d.). Retrieved July 15, 2020, from https://www.nimh.nih.gov/health/topics/anxiety-disorders/index.shtml

World Health Organization. (n.d.). Getting your workplace ready for COVID-19. Retrieved July 15, 2020, from https://www.who.int/docs/default-source/coronaviruse/advice-for-workplace-clean-19-03-2020.pdf

Worry much? Too much is bad for your health. (n.d.). Aurora Health Care. Retrieved July 15, 2020, from https://www.aurorahealthcare.org/patients-visitors/blog/worry-much-some-is-ok-but-too-much-is-bad-for-your-health

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Willyson Eveiro Diperbarui 05/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x