Cara Atasi Rasa Cemas Saat Kembali ke Kantor di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Setelah lebih dari tiga bulan bekerja di rumah, sejumlah perusahaan mulai mewajibkan kembali pegawainya untuk bekerja di kantor karena adanya rencana pelonggaran PSBB.

Sementara itu, kembali bekerja setelah menjalani karantina di rumah saat pandemi ini tentu menimbulkan rasa cemas. Lantas, bagaimana mengatasi rasa cemas saat kembali ke kantor ketika COVID-19?

Penyebab rasa cemas kembali ke kantor di tengah COVID-19

brain fog banyak pikiran di kantor

Awal pandemi COVID-19 dimulai, tingkat kecemasan masyarakat ikut meningkat. Alasannya pun beragam, seperti membaca berita COVID-19 terkait angka kematian hingga stres karena kehilangan pekerjaan

Kesulitan dan rasa cemas tersebut akhirnya dapat diatasi dengan beradaptasi. Kebanyakan dari mereka mulai terbiasa dengan kehidupan baru menjalani karantina di rumah. 

Walaupun demikian, ketenangan tersebut mulai ‘dirusak’ dengan adanya rencana pemerintah untuk melonggarkan aturan lockdown atau PSBB. Pengumuman tersebut ternyata menimbulkan kepanikan dan kesehatan masyarakat mulai terpengaruh kembali. 

Kebanyakan dari mereka mencemaskan apakah aman kembali bekerja ke kantor mengingat vaksin dan obat-obatan khusus COVID-19 masih belum ditemukan. 

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), ada beberapa hal yang dapat menjadi faktor mengapa masalah mental ini muncul di kalangan pegawai yang kembali bekerja di kantor, seperti:

  • khawatir terpapar virus di kantor
  • mengurus beban kerja yang berbeda 
  • ketidakpastian tentang masa depan pekerjaan saat ini
  • kesulitan beradaptasi dengan ruang kerja atau jadwal kerja yang baru
COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Beberapa alasan di atas adalah sebagian kecil mengapa tingkat kecemasan meningkat saat pekerja diminta untuk bekerja kembali ke kantor. Akibatnya, sebagian masyarakat merasa lebih baik bekerja di rumah mengingat mereka tidak perlu ke luar rumah dan bertemu orang lain selain keluarga mereka.

Kembali ke lingkungan ramai pun memungkinkan menimbulkan masalah di masa lalu, seperti kecemasan terhadap kesehatan atau gangguan obsesif kompulsif. Sebagai contoh, Anda disarankan untuk sering mencuci tangan dan menjaga jarak dari orang lain setiap saat. 

Namun, permasalahan bagi mereka dengan kondisi mental yang terganggu adalah perilaku keselamatan tersebut dilakukan atas dasar kepanikan. Akibatnya, cara mencegah penularan COVID-19 yang seharusnya membantu justru menjadi pemicu gangguan mental dikarenakan rasa cemas saat kembali ke kantor. 

Lantas, apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi rasa cemas ketika kembali bekerja di kantor saat pandemi COVID-19 masih berlangsung?

cemas kantor COVID-19

Mengatasi rasa cemas ketika kembali ke kantor saat COVID-19

Mencegah COVID-19 di tempat kerja

Suka tidak suka, bekerja kembali di kantor yang sudah ditetapkan oleh sebagian perusahaan di tengah pandemi COVID-19 akan tetap berjalan. Maka dari itu, agar rasa cemas ketika kembali ke kantor saat COVID-19 tidak mengganggu, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya mengatasi masalah ini.

1. Percaya segala sesuatunya berjalan sebagaimana mestinya

Menyerahkan kendali adalah salah satu tindakan ketika seseorang membiarkan dirinya percaya bahwa segala sesuatunya akan berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini mungkin akan sulit, terutama bagi mereka yang merasakan cemas berlebihan hingga menimbulkan OCD.

Terlebih lagi di saat pandemi COVID-19 ini menyebabkan rasa cemas yang berlebihan karena harus kembali ke kantor setelah berbulan-bulan di rumah

Walaupun demikian, menyerahkan kendali diri sendiri adalah langkah awal yang terbilang efektif untuk mengatasi rasa cemas ketika kembali ke kantor saat COVID-19. 

Banyak orang yang mungkin tidak dapat berhenti mencuci tangan dan membersihkan diri sebagai upaya mencegah penularan virus. Bahkan, membaca berita tentang COVID-19 juga menimbulkan kekhawatiran terinfeksi dan cemas bahwa upaya mereka tidak cukup untuk melindungi diri sendiri.

Maka dari itu, rasa khawatir yang berlebihan tersebut dapat dikurangi dengan melakukan apa yang dapat dilakukan sebagai langkah melindungi diri sendiri. Mulai dari praktik mencuci tangan dalam jumlah yang disarankan hingga menggunakan masker saat diperlukan.

Donald Trump Positif, Bagaimana Mencegah Tertular COVID-19 di Tempat Kerja?

Anda juga perlu menyadari bahwa apa pun yang sudah dilakukan, setidaknya sudah ada usaha, tidak menutup kemungkinan infeksi tersebut bisa saja terjadi. Dengan melepaskan kendali diharapkan seseorang dapat mendapatkan kontrol atas tubuh mereka kembali. 

Cara ini juga mungkin dapat membantu seseorang melihat sesuatu dengan lebih jelas lewat pikiran yang sudah lebih tenang. Dengan demikian, Anda dapat membuat keputusan lebih baik yang tidak berdasarkan atas rasa panik atau cemas.

2. Mencurahkan isi hati 

Selain menyerahkan kendali, mencurahkan isi hati kepada rekan kerja atau orang terdekat juga dinilai membantu mengatasi rasa cemas ketika kembali ke kantor di tengah COVID-19. 

Pada saat Anda bekerja di kantor mungkin perlu menjaga jarak dari pegawai lainnya untuk mengurangi risiko penularan. Namun, hal tersebut tentu tidak dapat menjadi penghalang keinginan Anda untuk bercerita apa yang sedang dihadapi. 

Alih-alih berdekatan dengan mereka, cobalah untuk tetap menjaga jarak atau mengirimkan pesan kepada rekan kerja di saat mereka tidak sibuk. Mencurahkan isi hati kepada orang lain setidaknya membantu Anda untuk mengenali apa yang bisa dilakukan untuk mengendalikan rasa cemas ini. 

Apabila diperlukan, Anda juga dapat membicarakan hal ini dengan atasan tentang bagaimana rasa cemas akibat COVID-19 memengaruhi pekerjaan. Jangan lupa untuk bertanya kepada mereka terkait sumber daya kesehatan mental di tempat kerja Anda.

Bagaimana Sesi Konseling Bersama Psikolog dan Psikiater Selama Pandemi?

3. Menambah kegiatan positif

Cara lain untuk mengatasi rasa cemas ketika kembali ke kantor di tengah pandemi COVID-19 adalah menambahkan kegiatan positif di dalam rutinitas harian Anda. Kegiatan positif seperti mencoba resep masakan baru atau berolahraga sebentar diharapkan dapat mengalihkan perhatian Anda ketika merasa cemas. 

Pada saat meluangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan, Anda juga merasa puas dan mendapatkan kembali kendali yang hilang selama pandemi. Umumnya, cara ini cukup berguna ketika seseorang mengalami depresi karena membantu mereka keluar dari ‘sangkar’.

Oleh karena itu, Anda bisa mengubah energi rasa cemas tersebut dengan melakukan hal-hal positif yang menyehatkan. Mulai dari rutin berjalan di luar rumah dalam waktu yang singkat, mencari hobi baru, atau bercengkrama dengan anggota keluarga lainnya.

Kunci utama dari mengatasi rasa cemas ketika kembali ke kantor di tengah pandemi COVID-19 adalah tetap berusaha melindungi diri sendiri dari virus. Mulai dari menjaga jarak, mencuci tangan, hingga makan makanan yang bergizi agar tubuh kuat ketika harus bekerja di kantor.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Pemerintah Indonesia mulai melakukan vaksinasi COVID-19 tahap 2 pada kelompok lansia dan petugas layanan publik. Bagaimana pelaksanaannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Digital Fatigue, Kelelahan Karena Penggunaan Media Digital

Meningkatnya penggunaan media digital perlu diwaspadai karena bisa menimbulkan masalah baru yang disebut sebagai digital fatigue. Apa itu?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Mental 16 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Reaksi Alergi Vaksin COVID-19 dan Hal-hal yang Perlu Diketahui

Sejumlah kecil penerima vaksin COVID-19 mengalami reaksi alergi, namun tidak semua berbahaya. Apa saja syarat kelayakan menerima vaksin?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
bekerja setelah stroke

4 Hal yang Perlu Anda Perhatikan Jika Ingin Kembali Bekerja Setelah Stroke

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit