home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Infeksi Jamur Hitam pada pasien COVID-19 di India

Infeksi Jamur Hitam pada pasien COVID-19 di India

Sejumlah pasien COVID-19 di India dilaporkan terinfeksi jamur langka yang disebut mukormikosis atau jamur hitam yang cukup berbahaya dan bisa berdampak fatal. Mucormycosis atau mukormikosis adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut mucormycetes. Bagaimana kondisi infeksi jamur hitam atau black fungus tersebut terhadap pasian COVID-19 di India?

Kasus infeksi jamur hitam pada pasien COVID-19 di India

Infeksi Jamur Hitam pada pasien COVID-19 di India

Dalam wawancaranya dengan BBC News, ahli bedah mata di Mumbai dr. Akshay Nair mengatakan bahwa ia harus mengangkat mata salah satu pasien yang terinfeksi jamur hitam.

Pasien yang dimaksud oleh Nair adalah seorang perempuan berusia 25 tahun yang telah sembuh dari COVID-19 dengan komorbid diabetes. Namun infeksi jamur hitam membuat pasien ini harus menjalani setidaknya dua operasi yakni pengangkatan jaringan yang terinfeksi pada bagian THT dan pengangkatan bola mata.

“Saya harus melepas bola matanya untuk menyelamatkan hidupnya. Begitulah cara penyakit ini bekerja,” kata Nair.

Di negara bagian Maharashtra, 200 orang dilaporkan terinfeksi jamur hitam setelah sembuh dari COVID-19. Beberapa kasus juga muncul di Kota Delhi dan negara bagian Gujarat, bahkan pemerintah setempat telah memesan 5000 dosis obat anti-jamur untuk mengobati penyakit tersebut.

Ketua Satgas COVID-19 India mengatakan mereka terus memantau kondisi infeksi jamur hitam pada pasien-pasien COVID-19 sembuh.

“Kami mendengar laporan sejumlah orang yang telah sembuh dari COVID-19 dan mengalami mukormikosis, tapi tidak terjadi wabah besar,” kata V.K Paul dalam konferensi pers seperti dikutip dari India Times.

Mengapa penyakit ini menginfeksi pasien COVID-19?

Infeksi Jamur Hitam pada pasien COVID-19 di India

Mukormikosis adalah penyakit infeksi akibat jamur hitam yang tumbuh subur di lingkungan basah dan dapat menyerang melalui saluran pernapasan, berpotensi mengikis struktur wajah, dan merusak otak.

Seseorang bisa terinfeksi penyakit ini setelah menghirup partikel jamur dari udara atau bisa juga setelah menempel pada kulit yang memiliki luka bakar atau jenis cedera kulit lainnya.

Penyakit yang relatif langka ini umumnya menyerang mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika (CDC) menuliskan beberapa penyakit yang rentan terkena infeksi ini di antaranya:

  • pengidap diabetes, terutama ketoasidosis diabetik,
  • pasien kanker,
  • transplantasi organ, dan
  • pengguna kortikosteroid jangka panjang.

Sejumlah pasien yang dilaporkan terinfeksi jamur hitam adalah pasien-pasien COVID-19 yang tadinya mendapat perawatan di rumah sakit. Para ahli menduga banyak pasien COVID-19 atau telah sembuh yang terinfeksi jamur hitam karena sistem kekebalan mereka sedang turun.

Mereka juga mengaitkan infeksi jamur hitam dengan peningkatan penggunaan steroid pada pasien COVID-19 di rumah sakit. Steroid jenis kortikosteroid menjadi salah satu jalan pengobatan COVID-19 yang terbukti mampu menyelamatkan pasien dengan gejala berat. Obat ini berperan mengurangi peradangan di paru-paru pada pasien COVID-19. Tapi di sisi lain steroid menekan sistem imun dan meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes maupun pada pasien COVID-19 non-diabetes.

Kemungkinan faktor lainnya yakni karena kondisi rumah sakit yang sudah kewalahan menghadapi gelombang pandemi, banyak keluarga memasang alat terapi oksigen sendiri tanpa memerhatikan kebersihannya.

“Saat pasien menggunakan bantuan oksigen, harus dipastikan bahwa tidak ada air yang bocor dari humidifier dan kebersihan pasien juga sangat penting,” kata V.K Paul.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber
  • Center for Disease Control and Prevention (CDC). Mucormycosis. Retrieved 10 May 2021 from https://www.cdc.gov/fungal/diseases/mucormycosis/index.html
  • Konferensi pers Satgas Nasional COVID-19 India dikutip dari India Times 10 May 2021: https://economictimes.indiatimes.com/news/india/no-big-outbreak-of-covid-triggered-black-fungus-infection-says-niti-aayog-member-vk-paul/articleshow/82464179.cms
  • Coronavirus breakthrough: dexamethasone is first drug shown to save lives. (2020). Retrieved 17 June 2020, from https://www.nature.com/articles/d41586-020-01824-5
Foto Penulis
Ditulis oleh Ulfa Rahayu pada 19/05/2021
x