Mengenang Li Wenliang, Dokter yang Pertama Kali Mengungkap Novel Coronavirus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Li Wenliang, dokter yang pertama kali memperingatkan masyarakat akan bahaya novel coronavirus dilaporkan meninggal pada Jumat (7/2) dini hari di Rumah Sakit Pusat Wuhan, Tiongkok. Ia meninggal setelah mendapatkan perawatan selama beberapa hari akibat terinfeksi virus berkode 2019-nCoV ini.

Berita kematian Li menuai kesedihan dan amarah dari berbagai lapisan masyarakat. Pasalnya, Li sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan karena peringatan yang ia berikan dinilai dapat menimbulkan keresahan. Lalu, seperti apa proses yang dilewati sang dokter terkait penemuan novel coronavirus?

Bagaimana Dokter Li menemukan novel coronavirus?

Mengacu data yang dihimpun oleh Worldometer, novel coronavirus hingga Senin (10/1) telah menginfeksi 40.628 orang dari 28 negara lintas Asia hingga Eropa. Dari seluruh pasien yang terinfeksi, 6.494 di antaranya berada dalam kondisi kritis dan 910 orang telah meninggal dunia.

Di antara orang-orang yang terinfeksi dan meninggal dunia, terdapat tenaga kesehatan yang terjangkit coronavirus dari pasien tanpa menyadarinya. Tanpa upaya pencegahan untuk tenaga kesehatan, para dokter, perawat, serta setiap orang yang melakukan kontak dekat dengan pasien di rumah sakit tentu rentan terjangkit virus ini.

Li Wenliang adalah satu dari tenaga kesehatan yang meninggal tersebut. Sebelum Li, dua orang dokter bernama Liang Wudong dan Song Yijie juga dilaporkan meninggal dunia akibat terjangkit novel coronavirus. Ketiganya kini tidak hanya dianggap pahlawan bagi Tiongkok, tapi juga seluruh dunia.

Terungkapnya novel coronavirus berawal dari pemeriksaan yang dilakukan Li terhadap tujuh orang pasien di Rumah Sakit Pusat Wuhan pada Desember lalu. Para pasien berasal dari Pasar Huanan di Wuhan yang dikenal menjual berbagai makanan laut.

Ketujuh pasien tersebut didiagnosis terjangkit penyakit yang mirip dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Penyakit yang merebak tahun 2003 ini menyerang saluran pernapasan dan menimbulkan gejala berupa demam, batuk, dan sesak napas.

Li lalu mengabarkan situasi tersebut kepada sesama rekannya melalui aplikasi chatting. Sang dokter belum mengetahui bahwa yang dihadapinya adalah coronavirus, tetapi ia berusaha keras memberitahu rekan-rekannya karena virus mungkin dapat menyebar dengan cepat.

Li awalnya hanya memberi peringatan agar rekan-rekannya dan keluarga mereka lebih waspada. Namun, kabar yang ia sampaikan justru mendapatkan tanggapan negatif dari pihak kepolisian. Tidak lama berselang, ia dipanggil untuk menjalani interogasi.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Perjalanan Li Wenliang selama terjangkit novel coronavirus

fakta novel coronavirus

Li Wenliang adalah seorang dokter mata. Ia sedang menangani pasien glaukoma ketika terjangkit novel coronavirus tanpa menyadarinya. Novel coronavirus saat itu belum dikenali sehingga Li tidak menggunakan alat pelindung diri apa pun.

Selain itu, wanita yang menjadi pasien Li juga tidak menunjukkan sedikit pun gejala. Dokter berusia 33 tahun ini baru menyadari pasien yang ditanganinya terjangkit novel coronavirus ketika wanita tersebut pulang dan menulari anggota keluarganya yang lain.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Tiongkok telah memberikan pernyataan bahwa novel coronavirus dapat menular tanpa menimbulkan gejala sebelumnya. Hal ini disebabkan karena virus sedang berada dalam masa inkubasi.

Novel coronavirus yang berasal dari Wuhan adalah bagian dari famili coronavirus. Ada tujuh tipe coronavirus yang telah diketahui. Empat di antaranya merupakan penyebab gangguan saluran pernapasan yang cukup umum seperti pilek dan flu.

Sementara itu, tiga tipe coronavirus lainnya menyebabkan penyakit yang lebih parah. Penyakit tersebut adalah Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), Middle-East Respiratory Syndrome, dan infeksi coronavirus yang menjangkiti Dokter Li.

Seperti virus pada umumnya, novel coronavirus memiliki masa inkubasi. Masa inkubasi adalah jangka waktu antara infeksi virus dengan munculnya gejala pertama. Selama masa inkubasi, pasien bisa saja menularkan virus tanpa diketahui karena gejala belum terlihat.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) meyakini bahwa masa inkubasi novel coronavirus berkisar antara 2-14 hari. Ketiga dokter di Tiongkok mungkin tertular novel coronavirus dari pasien yang sedang berada dalam masa inkubasi.

Li Wenliang mulai menunjukkan gejala batuk pada tanggal 10 Januari, seperti dikutip dari The New York Times. Ia pun dirujuk ke rumah sakit pada tanggal 12 Januari, dan didiagnosis terjangkit novel coronavirus pada tanggal 1 Februari.

Li seharusnya menjalani perawatan paling tidak selama 15 hari agar bisa pulih. Namun, pada tanggal 7 Februari dini hari, Li dinyatakan meninggal setelah beberapa rekannya di Rumah Sakit Pusat Wuhan berusaha menyelamatkan nyawanya selama tiga jam.

Penularan dan angka kematian akibat novel coronavirus

wni terinfeksi coronavirus singapura

Pemerintah Kota Wuhan langsung mengambil langkah cepat dengan menutup Pasar Huanan begitu kabar tentang novel coronavirus merebak. Meski demikian, Li Wenliang berpendapat bahwa pencegahan wabah mungkin akan lebih efektif bila kabar tersebut diumumkan lebih awal.

Infeksi novel coronavirus mungkin tidak seberbahaya wabah SARS 17 tahun yang lalu. Namun, laju penularan penyakit ini jauh lebih cepat dibandingkan SARS. Diperkirakan, satu pasien yang terinfeksi dapat menulari 3-4 orang yang sehat dalam satu waktu.

Meski telah memakan korban tiga dokter dan ratusan orang lainnya, infeksi novel coronavirus sebenarnya tidak terbilang mematikan. Penyakit ini memiliki angka kematian 2-3%, artinya sekitar 2-3 orang yang terinfeksi akan meninggal. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan SARS yang sebesar 10 persen.

Walau demikian, apabila dilihat dari jumlahnya, pasien yang meninggal akibat novel coronavirus sudah melebihi jumlah pasien yang meninggal akibat SARS. Jumlah tersebut mungkin akan terus meningkat selama wabah ini belum terkendali.

Menyusul berita kematian para dokter di Tiongkok, seluruh dunia kini kian menggiatkan upaya pencegahan infeksi novel coronavirus. Ini adalah langkah terbaik untuk menyebarluaskan pesan Dokter Li Wenliang, Song Yijie, dan Liang Wudong sehingga novel coronavirus tidak menimbulkan dampak yang lebih besar.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Virus Nipah Berpotensi Menjadi Wabah Besar Berikutnya

Virus Nipah, yang mewabah hampir setiap tahun di beberapa negara di Asia, berpotensi menjadi wabah besar berikutnya seperti pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit