4 Tips Aman Bepergian Jauh di Tengah Wabah Coronavirus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Novel coronavirus yang berawal dari Wuhan, Tiongkok, kini sudah memakan 26 korban jiwa dan ratusan orang lain di sejumlah negara terinfeksi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama saat bepergian di tengah wabah coronavirus berlangsung. 

Idealnya, Anda tidak perlu bepergian dulu ke negara-negara yang sudah terjangkit virus. Namun apabila terpaksa, berikut persiapan yang diperlukan agar rencana bepergian tidak berakhir dengan gangguan kesehatan:

Tips agar tetap aman bepergian saat wabah coronavirus 

pasien kanker payudara liburan

Sebenarnya, CDC sudah mengsolasi kota Wuhan agar tidak ada yang berkunjung. Selain itu, pemerintah Tiongkok juga menutup jalur transportasi ke Wuhan, baik ke luar maupun ke dalam. Tak ada bus, pesawat, dan kereta api, yang datang dan pergi ke kota di Tiongkok tenggara tersebut.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan dari masyarakat yang mungkin belum teridentifikasi kepada warga yang bukan berasal dari kota Wuhan. Maka itu, kota pertama penyebaran novel coronavirus ini ditutup sementara waktu. 

Bila Anda terpaksa harus mengunjungi kota Tiongkok selain Wuhan dan beberapa kota di negara lain yang sudah terjangkit virus, sangat disarankan untuk tetap menjaga kesehatan dan kebersihan tubuh agar terhindar dari risiko Novel coronavirus

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,347,026

Confirmed

1,160,863

Recovered

36,518

Death
Distribution Map

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika bepergian saat wabah Novel coronavirus terjadi:

1. Konsultasi ke dokter

anemia ke dokter apa

Berkonsultasi ke dokter sebelum mengunjungi negara yang terinfeksi wabah penyakit tertentu sangat penting. Normalnya, konsultasi ini dilakukan setidaknya 4-8 minggu sebelum perjalanan dilakukan, terutama bagi Anda yang menetap lebih dari 2 minggu di daerah tujuan. 

Bagi Anda yang baru saja mendapatkan rincian perjalanan di menit terakhir pun masih dapat berkonsultasi ke dokter. 

Konsultasi ini akan membuat Anda jadi lebih paham mengenai wabah coronavirus. Selain itu, dokter mungkin akan menentukan jenis vaksin yang dibutuhkan, peralatan kesehatan dasar, dan obat-obatan yang mungkin diperlukan sesuai kondisi Anda. 

Dengan begitu, Anda dapat bepergian dengan aman saat wabah coronavirus berlangsung. Jangan lupa menambah wawasan tentang coronavirus jurnal atau informasi resmi lainnya.

2. Menghindari tempat hidup satwa liar

Setelah berkonsultasi dengan dokter, tips bepergian aman saat wabah coronavirus terjadi lainnya adalah menghindari tempat hidup satwa liar, seperti area tempat hewan disembelih, seperti peternakan dan pasar hewan hidup dan pasar ikan dan binatang laut.

Apabila Anda terpaksa mengunjungi tempat-tempat yang sudah disebutkan di atas, usahakan untuk menghindari kontak pada binatang secara langsung. 

Jika sudah terjadi, upayakan agar tangan yang terkontaminasi tidak menyentuh bagian-bagian yang vital, yaitu mata, hidung, dan mulut. Supaya Anda lebih aman bepergian saat coronavirus terjadi dan mengunjungi tempat satwa liar, pakailah selalu sarung tangan. 

3. Jangan lupa mencuci tangan

sabun cuci tangan antiseptik

Tips yang paling penting agar tetap aman bepergian saat wabah coronavirus terjadi adalah mencuci tangan. Jangan pernah meremehkan kekuatan dari mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan sesuatu untuk mencegah penularan virus. 

Hal ini dikarenakan virus dapat berpindah antar manusia melalui kegiatan sehari-hari, seperti berjabat tangan, menyentuh wajah, atau permukaan benda lainnya. 

Maka itu, mencuci tangan dengan baik dan benar sangat diperlukan, terutama di saat wabah penyakit sedang berlangsung.

Apabila mencuci tangan dengan air hangat dan sabun tidak memungkinkan, usahakan selalu membawa hand sanitizer yang mengandung alkohol agar tetap bersih. 

Metode mudah dan sederhana ini dapat mengurangi risiko terkena penyakit ketika bepergian, terutama saat wabah coronavirus berlangsung. 

4. Menggunakan masker

masker anti polusi

Penggunaan masker setiap pergi ke luar ruangan termasuk salah satu tips bepergian saat wabah coronavirus terjadi. 

Cara ini cukup membantu karena penyebaran coronavirus mirip dengan virus flu. Virus dapat menyebar di udara melalui tetesan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Apabila Anda berada di dekat orang yang terinfeksi, potensi menghirup tetesan tersebut secara langsung cukup besar. Selain itu, air yang orang yang terinfeksi ini juga dapat menempel di permukaan benda lain, seperti telepon yang dapat berpindah ke mata atau hidung Anda. 

Pemakaian masker setidaknya dapat mengurangi risiko tetesan tersebut sampai di bagian mulut dan hidung Anda. Dengan begitu, Anda dapat aman bepergian saat wabah coronavirus terjadi. 

Jika pulang ke negara asal dalam keadaan sakit

gejala novel coronavirus

Setelah mengetahui tips aman bepergian saat wabah coronavirus terjadi, jangan lupa agar menjaga kesehatan tubuh. 

Jika Anda bepergian dalam keadaan sakit, potensi tubuh dimasuki virus pun semakin besar karena daya tahan tubuh lemah. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk langsung berkonsultasi kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. 

Anda bisa meningkatkan daya tahan tubuh salah satunya dengan mengonsumsi vitamin C. Tidak hanya vitamin C, Anda juga butuh kombinasi beberapa vitamin dan mineral.

Fungsi vitamin adalah menjaga sel-sel kekebalan tubuh bekerja dengan normal. Jenis vitamin lain yang Anda perlukan contohnya vitamin A, E, serta B kompleks.

Agar sistem imun kuat, Anda pun juga memerlukan mineral seperti selenium, zinc, dan zat besi. Selenium menjaga kekuatan sel dan mencegah kerusakan DNA. Lalu zinc memicu respons kekebalan tubuh. Selain itu, zat besi membantu penyerapan vitamin C.

Bepergian saat wabah coronavirus memang perlu menyiapkan beberapa hal terkait kesehatan Anda. Jika Anda merasakan gejala seperti sesak napas dan demam, segera konsultasikan dengan dokter, baik sebelum atau saat berada di negara tujuan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Virus Nipah Berpotensi Menjadi Wabah Besar Berikutnya

Virus Nipah, yang mewabah hampir setiap tahun di beberapa negara di Asia, berpotensi menjadi wabah besar berikutnya seperti pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Rekomendasi Vitamin untuk Pasien Covid-19

Selama masa penyembuhan, pasien COVID-19 harus memperhatikan asupan nutrisi dan vitamin untuk membantu tubuh melawan infeksi. Berikut rekomendasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit