Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Riset Temukan Antibodi COVID-19 pada ASI

Riset Temukan Antibodi COVID-19 pada ASI

Riset terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di University of Rochester Medical Center dan Universitas New York dalam jurnal JAMA Pediatrics menemukan adanya antibodi COVID-19 pada ASI. Seperti apa detail riset ini? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Vaksin COVID-19 dan ibu menyusui

ibu menyusui minum kopi

World Health Organization (WHO) sebelumnya dalam sebuah pernyataan menyebutkan, menyusui adalah landasan kelangsungan hidup bayi dan anak, nutrisi, dan perkembangan serta kesehatan ibu.

WHO merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama bayi, diikuti dengan melanjutkan menyusui dengan makanan pendamping yang tepat hingga 2 tahun dan seterusnya.

Namun, ada kekhawatiran tentang apakah ibu dengan COVID-19 dapat menularkan virus COVID-19 ke bayi atau anak mereka melalui menyusui.

Rekomendasi kontak ibu dan bayi saat menyusui harus didasarkan pada pertimbangan penuh tidak hanya dari potensi risiko infeksi COVID-19 pada bayi. Namun juga risiko morbiditas dan mortalitas yang terkait dengan tidak menyusui, penggunaan susu formula yang tidak tepat, dan kontak kulit-ke-kulit.

Maka demi menekan infeksi COVID-19, Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa vaksinasi COVID-19 aman untuk ibu menyusui. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Kemenkes RI tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 No. HK.02.02/11/368/2021.

Selepas vaksin, ibu tetap aman untuk menyusui bayinya. Hal ini lantaran menyusui dan kontak kulit-ke-kulit dapat menekan risiko kematian bayi secara signifikan serta memberikan manfaat yang lebih besar jika dibandingkan dengan potensi risiko penularan COVID-19.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Temuan antibodi COVID-19 pada ASI

antibodi covid-19 pada ASI

Bukti terbaru menyatakan ibu menyusui memiliki dua jenis kekebalan COVID. Pertama, mereka yang telah tertular COVID kemudian pulih dan kedua sudah memperoleh vaksinasi COVID-19. Keduanya memproduksi antibodi COVID-19 pada ASI.

WHO menjelaskan deteksi RNA virus COVID-19 dalam ASI tidak sama dengan virus yang hidup dan infektif. Penularan COVID-19 membutuhkan virus replikatif dan menular yang dapat mencapai reseptor pada bayi dan juga perlu melewati sistem kekebalan tubuh bayi.

Penelitian yang didanai oleh Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) Amerika Serikat ini mengumpulkan sampel dari 77 ibu yang terdiri atas 47 orang pada kelompok yang terinfeksi dan 30 orang pada kelompok vaksin.

Ibu yang menghasilkan antibodi COVID-19 pada ASI, mendapat kekebalan setelah terinfeksi virus dan menghasilkan antibodi Immunoglobulin A (IgA) tingkat tinggi terhadap virus dalam ASI.

Sementara kekebalan yang didapat dari vaksin menghasilkan antibodi Imunoglobulin G (IgG) yang kuat.

Menurut Bridget Young, Ph.D., asisten profesor di Divisi Alergi dan Imunologi Anak URMC, kedua antibodi tersebut (IgA dan IgG) menetralisasi virus COVID-19 pada sampel ASI yang terinfeksi oleh virus hidup.

“Salah satu temuan menarik dalam penelitian ini adalah bahwa ASI dari kedua ibu dengan infeksi COVID-19 dan dari ibu yang menerima vaksinasi mRNA mengandung antibodi aktif yang mampu menetralisisasi virus,” ujar Bridget Young dikutip dalam University of Rochester Medical Center.

Dapatkah antibodi COVID-19 pada ASI bantu lawan virus?

madu untuk ibu menyusui

Studi sebelumnya dari URMC menunjukkan bukti adanya antibodi COVID-19 pada ASI dari ibu yang pernah positif COVID.

Studi lanjutan kemudian menunjukkan periode waktu terlama di mana antibodi COVID-19 pada ASI yang didapat dari penyakit bertahan selama tiga bulan setelah infeksi.

Untuk ibu yang divaksinasi, pada penelitian menemukan bukti penurunan antibodi ringan hingga sedang, rata-rata bertahan tiga bulan setelah vaksinasi.

“Setelah beberapa bulan, tren antibodi menurun, tetapi levelnya masih jauh di atas level sebelum vaksin,” ujar Kirsi Jarvinen-Seppo, PhD, MD, Kepala Alergi dan Imunologi Anak URMC.

Baik Young dan Jarvinen-Seppo menekankan bahwa meskipun ada respons antibodi, belum ditunjukkan apakah antibodi COVID-19 pada ASI ini dapat memberikan perlindungan terhadap COVID untuk anak-anak yang menyusui.

Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita menyusui yang terinfeksi COVID-19 tidak menularkan virus melalui ASI mereka.

“Studi ini tidak menyiratkan bahwa anak-anak akan terlindungi dari penyakit dan antibodi COVID-19 pada ASI mungkin bukan pengganti vaksinasi untuk bayi dan anak-anak, apabila telah disetujui,” kata Kirsi Jarvinen-Seppo.

Untuk fase penelitian selanjutnya, para peneliti URMC mencari bukti apakah vaksinasi dan imunitas yang didapat dari penyakit memberikan antibodi terhadap virus corona musiman lainnya.

Risiko tidak menyusui pada bayi lebih besar

olahraga untuk ibu menyusui

Menurut WHO, risiko infeksi COVID-19 pada bayi cenderung rendah, infeksi biasanya ringan atau tanpa gejala. Sedangkan konsekuensi tidak menyusui dan pemisahan antara ibu dan anak memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.

Pada titik ini, WHO memandang COVID-19 pada bayi dan anak-anak mewakili ancaman yang jauh lebih rendah terhadap kelangsungan hidup dan kesehatan, daripada infeksi lain yang dapat dicegah dengan menyusui.

Manfaat menyusui dan memelihara interaksi ibu-bayi untuk mencegah infeksi, meningkatkan kesehatan, serta perkembangan sangat penting. Apalagi ketika layanan kesehatan masyarakat tengah terbatas.

Kepatuhan terhadap tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi sangat penting untuk mencegah penularan kontak antara ibu yang diduga atau dikonfirmasi COVID-19 dengan bayi baru lahir.

Meskipun antibodi COVID-19 pada ASI belum diketahui dampaknya pada imun bayi. Namun, berdasarkan bukti yang ada, rekomendasi WHO tentang perlunya menyusui bayi dan anak kecil berlaku untuk ibu yang diduga atau dikonfirmasi COVID-19.


Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Young, B. E., Seppo, A. E., Diaz, N., Rosen-Carole, C., Nowak-Wegrzyn, A., Cruz Vasquez, J. M., Ferri-Huerta, R., Nguyen-Contant, P., Fitzgerald, T., Sangster, M. Y., Topham, D. J., & Järvinen, K. M. (2021). Association of Human Milk Antibody Induction, persistence, and neutralizing capacity with SARS-COV-2 infection vs mrna vaccination. JAMA Pediatrics. https://doi.org/10.1001/jamapediatrics.2021.4897

Hesel, Scott. (2021). New study finds evidence of COVID antibodies in breast milk of vaccinated mothers. URMC Newsroom. Retrieved January 17, 2022, from https://www.urmc.rochester.edu/news/story/new-study-finds-evidence-of-covid-antibodies-in-breast-milk-of-vaccinated-mothers

Hesel, Scott. (2021). Can mother’s milk help fight covid? new evidence suggests ‘yes’. URMC Newsroom. Retrieved January 17, 2022, from https://www.urmc.rochester.edu/news/story/can-mothers-milk-help-fight-covid 

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). (2021). BPK. Retrieved 5 January 2022, from https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/171640/keputusan-menkes-no-hk0107menkes46382021 

SURAT EDARAN PELAKSANAAN VAKSINASI COVID-19 PADA KELOMPOK SASARAN LANSIA, KOMORBID DAN PENYINTAS COVID-19 SERTA SASARAN TUNDA. (2021). Retrieved 10 January 2022, from https://ppid.temanggungkab.go.id/assets/file_master/Surat_Edaran_Pelaksanaan_Vaksinasi_COVID-19_pada_Kelompok_Sasaran_Lansia_cap.pdf

World Health Organization. (2020). Breastfeeding and covid-19. World Health Organization. Retrieved January 17, 2022, from https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/breastfeeding-and-covid-19

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Jan 26
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.