Vegetarian Jenis Apakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/10/2018
Bagikan sekarang

Anda mungkin berpikir vegetarian adalah orang yang menghindari semua jenis daging, ikan, dan unggas. Faktanya ada banyak jenis vegetarian. Yang paling terkenal di antaranya adalah lacto-vegetarian, vegetarian lacto-ovo, dan vegan. Apakah perbedaan ketiganya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.

Jenis-jenis vegetarian

Sebelum Anda memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian, berikut jenis-jenis vegetarian yang harus Anda ketauhi:

1. Vegan

Apakah Anda hanya makan sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian? Anda pastilah seorang vegan. Ini adalah jenis vegetarian ketat. Vegan menghindari semua produk hewani, termasuk telur, produk susu, dan gelatin yang terbuat dari tulang dan jaringan ikat hewan. Bahkan madu bagi banyak vegan masuk “daftar terlarang” karena ini merupakan produk lebah, yang artinya masuk dalam produk hewani.

Orang yang vegan menghindari produk hewani tidak hanya dalam diet saja, tetapi dalam setiap aspek kehidupannya. Vegan mungkin menghindari barang-barang kulit, wol dan sutra, sabun lemak, dan produk lain yang dibuat dengan bahan-bahan hewani.

Karena diet ketat, para ahli merekomendasikan makan sehari-hari Anda harus mencakup:

  • 6 porsi biji-bijian, kemungkinan besar dari roti dan diperkaya kalsium sereal
  • 5 porsi kacang-kacangan, dan jenis-jenis protein, seperti selai kacang, buncis, tahu, kentang dan susu kedelai
  • 4 porsi harian sayuran
  • 2 porsi buah
  • 2 porsi lemak sehat, seperti minyak wijen, alpukat dan kelapa.

2. Semi-vegetarian

Apakah Anda menghindari daging merah, tapi masih memakan ikan dan unggas? Anda mungkin termasuk dalam kelompok ini. Seorang semi-vegetarian, juga dikenal sebagai flexitarian, pada umumnya mengurangi makan daging mamalia. Anda mungkin hanya makan daging  ayam atau ikan atau bahkan keduanya.

Jika Anda adalah semi-vegetarian, Anda harus memastikan untuk mengonsumsi cukup nutrisi, vitamin dan mineral. Juga dianjurkan untuk menghindari makanan tinggi lemak dan berkalori tinggi.

3. Vegetarian lacto-ovo

Apakah Anda menghindari semua jenis daging tetapi masih mengonsumsi produk susu dan telur? Anda kemungkinan besar adalah vegetarian lacto-ovo. Jenis vegetarian satu ini paling umum di Indonesia. Orang dengan jenis vegetarian ini tidak makan daging sapi, babi, unggas, ikan, seafood, dan segala jenis hewan tetapi mereka masih makan telur dan produk susu.

Jika Anda sama sekali tak mengonsumsi produk daging, para ahli mengingatkan bahwa Anda harus mengonsumsi jumlah vitamin B12, vitamin D, riboflavin, zat besi, protein, dan zinc yang cukup untuk menghindari kekurangan nutrisi.

4. Lacto-vegetarian

Apakah Anda menghindari semua daging dan telur tapi hanya mengonsumsi produk susu? Anda kemungkinan besar lacto-vegetarian. Diet ini tidak termasuk daging merah, daging putih, ikan, unggas dan telur. Namun, lacto-vegetarian mengonsumsi produk susu seperti keju, susu, dan yogurt.

Jika Anda adalah lacto-vegetarian, para ahli menyarankan makanan sehari-hari Anda harus memiliki:

  • 2 sampai 3 sendok teh minyak
  • 2 porsi kacang-kacangan dan biji-bijian
  • 3 porsi susu
  • 2 sampai 4 porsi sayuran
  • 2 sampai 3 porsi sayuran berdaun hijau
  • 2 sampai 3 porsi kacang-kacangan dan protein
  • 1 sampai 2 porsi buah
  • 1 sampai 2 porsi buah kering
  • 6 sampai 10 porsi biji-bijian penuh.

Anda juga perlu tiga porsi produk susu setiap hari dan sereal untuk menambah vitamin B12.

5. Jenis vegetarian lainnya

Ada 2 jenis vegetarian lainnya, yaitu:

  • Ovo vegatarians. Jika Anda vegetarian dan mengonsumsi telur, maka Anda masuk dalam jenis ovo vegetarian. Ya, jenis vegetarian ini masih makan telur, namun tidak sama sekali mengonsumsi daging merah, unggas, ikan, serta produk susu.
  • Pesco-vegetarian. Selain mengonsumsi produk tumbuhan, pesco vegetarian juga makan ikan. Vegetarian jenis ini tidak mengonsumsi produk hewani selain ikan. Jadi, daging merah, unggas, telur, serta produk susu adalah makanan yang harus dihindari jika Anda menjadi pesco vegetarian.

Jadi, Anda masuk dalam katagori vegetarian jenis apa?

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Tahukah Anda jika cara makan sayuran dan penyajiannya tidak tepat, membuat sayur jadi sulit dicerna tubuh. Simak tips berikut untuk mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Rutin Makan Buah Bermanfaat Menurunkan Risiko Penyakit Alzheimer

Studi menunjukkan manfaat makan buah rutin bisa untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Namun, benarkah demikian? Yuk, ulas lebih dalam di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Di antara silaturahmi dan makan di banyak rumah, dikelilingi sajian Lebaran penuh lemak dan kolesterol, kita bisa tetap menjalaninya dengan sehat, lho.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 21/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
cara menurunkan berat badan tanpa olahraga

10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020