home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Seberapa Sehatkah Menjadi Seorang Vegan?

Seberapa Sehatkah Menjadi Seorang Vegan?

Menjalani diet vegan bukan hanya soal mengubah pola makan saja, tetapi juga menjadi pilihan hidup. Dibutuhkan komitmen dan kedisiplinan untuk fokus pada diet sehat ini. Banyak juga hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan menjadi vegan.

Apa bedanya menjadi vegan dan vegetarian?

vegan

Sebelum membahasnya lebih lanjut, sebaiknya Anda mengetahui terlebih dahulu definisi vegan. Sebenarnya, vegan merupakan bagian dari diet vegetarian.

Diet vegetarian sendiri merujuk pada pola makan yang berfokus pada konsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan. Namun, banyak orang yang menjalani pola ini dengan cara serta batasan makanan yang berbeda-beda, tergantung jenisnya.

Vegan termasuk jenis vegetarian yang pantangan makanannya paling ketat. Orang-orang yang menjadi vegan tidak mengonsumsi makanan yang bersumber dari hewan sama sekali, termasuk produk olahannyanya seperti susu, telur, keju, hingga madu.

Pola makan ini benar-benar hanya memperbolehkan konsumsi makanan yang ditanam seperti sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Alasan seseorang menjadi vegan

Setiap orang memiliki alasan yang berbeda-beda. Namun pada umumnya, tiga hal di bawah inilah yang menjadi pertimbangan utama.

1. Alasan kesehatan

Terlepas dari jenis pola makan yang dilakukan, alasan kesehatan tentu menjadi salah satu hal yang paling diutamakan.

Karena semua makanan yang dikonsumsi berasal dari tumbuhan, pola makan ini sarat akan mineral magnesium, serat, asam folat, vitamin C, vitamin E, serta zat fitokimia yang dikenal penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Beberapa penelitian mengaitkan pola makan ini dengan tekanan darah dan kolesterol yang rendah. Risiko terkena penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker lebih kecil daripada mereka yang mengonsumsi produk hewani.

Karena pilihan makanan yang terbatas, para vegan harus menyiasati pemenuhan zat lain seperti asam lemak omega-3 yang banyak ditemui pada hewan lewat sayuran atau kacang-kacangan yang juga mengandung zat tersebut.

Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa mereka yang menjadi vegan seakan diberi kesempatan untuk lebih mempelajari setiap nutrisi yang ada dalam makanan.

2. Kesejahteraan hewan

Selain alasan kesehatan, ada pula orang-orang yang menjalani pola makan ini dengan tujuan untuk mencegah eksploitasi hewan.

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa alasan. Sebagian dari orang yang menjadi vegan merasa memiliki keterikatan emosional dengan hewan. Sementara sebagian yang lain percaya bahwa semua makhluk memiliki hak untuk tetap hidup dengan sejahtera.

Kesejahteraan ini terbagi menjadi kebebasan akan lima hal, yakni kebebasan dari rasa lapar dan haus; kebebasan dari rasa sakit, luka, dan penyakit; kebebasan dari rasa tidak nyaman; kebebasan dari rasa takut; serta kebebasan untuk mengekspresikan perilaku alami.

Intinya, menghindari produk hewani dapat menjadi cara untuk melawan kekejaman dan penyiksaan terhadap hewan.

3. Menyelamatkan lingkungan

Beberapa orang yang menjadi vegan menjalani pola makan ini guna memberikan kontribusi terhadap kesehatan lingkungan.

Produksi daging dan produk olahan hewan dirasa dapat memberikan beban berat untuk lingkungan, mulai dari tanaman dan air yang dibutuhkan untuk memberi makan hewan hingga proses pengolahan lainnya yang juga dapat menyumbang polusi.

Mereka menganggap jumlah pakan hewan seperti biji-bijian dan tanaman tertentu merupakan penyumbang signifikan terhadap penggundulan hutan, hilangnya habitat, serta kepunahan spesies.

Belum lagi, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memperkirakan bahwa produksi daging sedunia akan meningkat hampir dua kali lipat pada 2050. Ini artinya, akan semakin banyak hewan yang diternakkan.

Semakin banyak hewan ternak, semakin banyak tanaman yang dibutuhkan untuk memberi makan serta lahan untuk menjadi tempat tinggal.

Sementara itu, persediaan tanaman di bumi akan terus berkurang. Ini dikhawatirkan tidak akan cukup untuk menghidupi populasi manusia yang terus meningkat.

Dengan menjalani pola makan vegan, jejak karbon serta kebutuhan untuk hewan pun jadi berkurang. Sehingga, secara tak langsung, hal ini akan bantu menjaga persediaan air dan tumbuhan.

Apakah pola makan ini berisiko menyebabkan kekurangan zat gizi?

Karena vegan hanya memakan makanan sumber nabati, pola makan ini pun mempunyai risiko kekurangan zat gizi yang banyak terdapat pada makanan yang bersumber dari hewan.

Vegan tidak memakan ikan dan telur, sehingga orang-orang yang menjalaninya berisiko mengalami kekurangan asam lemak omega-3, termasuk EPA dan DHA. Keduanya penting untuk kesehatan jantung dan fungsi otak.

Pegiat pola makan ini juga berisiko mengalami kekurangan zat besi. Sebab, makanan yang mengandung banyak zat ini adalah makanan sumber hewani, seperti daging merah.

Oleh karena itu, vegan harus makan lebih banyak makanan sumber nabati yang mengandung zat besi dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.

Selain zat besi, diet vegan berisiko untuk mengalami kekurangan vitamin B12, di mana kekurangan zat besi dan vitamin B12 dapat mengakibatkan anemia. Untuk mencegahnya, Anda mungkin perlu mengonsumsi suplemen zat besi dan vitamin B12.

Bila Anda ingin tetap mendapatkan gizi yang lengkap selama menjadi vegan, penuhi kebutuhan zat gizi dengan mengonsumsi sayuran yang bervariasi setiap hari. Pilih makanan dengan minyak tak jenuh dan makan dalam porsi yang kecil.

Jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan Anda, setidaknya minum air putih 8 gelas per hari.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Craig, Winston J. 2009. Health Effects of Vegan Diets. The American Journal of Clinical Nutrition, Vol 89 No. 5, 1627S-1633S. Retrieved 15 April 2021.

The Vegan Diet. (2018). National Health Service. Retrieved 15 April 2021, from http://www.nhs.uk/Livewell/Vegetarianhealth/Pages/Vegandiets.aspx.

Is a Vegetarian or Vegan Diet for You? (2014). Harvard Health Publishing. Retrieved 15 April 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/is-a-vegetarian-or-vegan-diet-for-you

Why Go Vegan? (n.d.). Vegan Society. Retrieved 15 April 2021, from https://www.vegansociety.com/go-vegan/why-go-vegan

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Arinda Veratamala Diperbarui 07/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x