Pernahkah Anda mengalami berdarah saat buang air besar? Saat mengalami hal tersebut, Anda mungkin merasa khawatir. Sebagai manusia kita pasti khawatir ketika keluar darah dari bagian tubuh mana pun. Pikiran kita pun sudah mengasumsikan pada hal yang bukan-bukan. Buang air besar alias BAB berdarah kadang disimpulkan sebagai masalah yang serius, tetapi tidak selalu seperti itu.

Buang air besar berdarah bisa menjadi salah satu ciri bahwa ada permasalahan pada saluran pencernaan. Namun, terkadang darah yang keluar pun tidak banyak, sehingga kita tidak menyadarinya. Kita tersadar saat melihat darah pada tisu toilet yang habis dipakai atau melihat darah pada aliran air ketika membersihkan daerah dubur. Anda juga bisa mengetahui apakah buang air besar berdarah atau tidak dari tes darah tinja okultisme alias fecal occult test.

Apa saja penyebab buang air besar berdarah?

Berikut adalah beberapa kemungkinan yang mungkin menjadi penyebab buang air besar berdarah:

1. Penyakit divertikulitis

Divertikula adalah tonjolan beberbentuk kantung kecil pada lapisan usus bawah. Biasanya divertikula ini jarang menimbulkan masalah, namun ada kalanya terjadi perdarahan atau terinfeksi.

2. Anal fissure

Adalah sebuah robekan pada kulit anus, hal ini bisa menyakitkan karena kulit tersebut sangat sensitif. Biasanya darah yang keluar akan berwarna merah terang, namun Anda tidak perlu khawatir karena perdarahan akan cepat berhenti dan sembuh sendiri dalam beberapa minggu saja. Anda mungkin juga akan mengalami rasa ingin terus buang air besar, meski usus Anda sudah kosong.

3. Kolitis

Kolitis merupakan peradangan usus. Penyebab buang air besar berdarah yang paling umum terjadi adalah yang disebabkan oleh infeksi atau peradangan pada usus.

4. Angiodysplasia

Terjadinya pembuluh darah abnormal pada saluran pencernaan dapat menyebabkan pendarahan, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit. Angiodysplasia adalah yang biasa terjadi pada orang yang berusia lebih tua.

5. Tukak lambung

Tukak lambung adalah luka yang ada pada lapisan lambung atau duodenum – ujung atas usus kecil. Beberapa penyebabnya adalah infeksi yang disebarkan oleh bakteri Helicobacter pylori (H. pylori). Selain itu, pengobatan jangka panjang obat dosis tinggi antiperadangan juga bisa menjadi salah satu penyebab, seperti penggunaan aspirin, ibuprofen, dan naproxen. Obat-obat tersebut dapat menyebabkan tukak.

6. Polip usus

Polip merupakan kutil jinak yang dapat tumbuh dan menjadi kanker. Adanya polip pada usus dapat menyebabkan keluar darah ketika buang air besar, tetapi terkadang juga tidak ada gejala yang terlihat.

7. Fistula ani

Fistula ani merupakan penyakit di mana terbentuknya saluran kecil antara akhiran usus (disebut juga lubang anus) sampai kulit di sekitarnya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan berdarah ketika Anda membuang air besar.

8. Kanker usus

Satu-satunya gejala dari kanker usus adalah perdarahan dubur, hal ini terjadi pada stadium awal. Segera temui dokter jika hal ini terjadi terus menerus, sebab kanker usus dapat ditangani dengan mudah jika didiagnosis pada stadium awal.

9. Penyakit menular seksual

Melakukan seks anal dapat berisiko terkena penyakit menular seksual. Gejala yang ditimbulkan salah satunya bisa berupa perdarahan dari rektum.

Adakah gejala lain yang ditimbulkan?

Ketika mengalami buang air besar berdarah, biasanya orang tidak menyadarinya dan tidak menunjukkan gejala apa-apa. Ada juga beberapa yang mengalami muntah, sakit pada lambung, lemah, sulit bernapas, diare, palpitasi, pingsan, dan kehilangan berat badan. Perlu digaribawahi gejala tersebut tergantung seberapa berapa berat perdarahan yang terjadi.

Darah yang keluar dapat berbeda-beda warnanya. Misalnya darah warna merah terang atau cokelat yang keluar ketika buang air besar mengindikasikan adanya masalah pada saluran pencernaan seperti divertikulitis. Tingkat perdarahan yang tinggi pada saluran pencernaan dapat membuat tinja berwarna hitam.

Bagaimana cara mendiagnosisnya?

Cara dokter mendiagnosis penyebab buang air besar berdarah dapat dilakukan dengan beberapa tes seperti:

  • Nasogastric lavage. Tes ini akan memberi tahu dokter apakah perdarahan ada di bagian atas atau bawah saluran pencernaan. Prosedurnya adalah mengambil isi lambung melalui tabung yang dimasukkan ke dalam lambung melalui hidung.
  • Esophagogastroduodenoscopy (EGD). Prosedur yang dilakukan adalah dengan memasukkan endoskopi (atau tabung dengan kamera kecil). Cara ini dilakukan melalui mulut ke kerongkongan sampai pada lambung dan duodenum.
  • Kolonoskopi. Prosedurnya hampir sama dengan EGD, namun tabung dimasukkan melalui rektum untuk melihat usus besar.
  • Enteroscopy. Hampir sama seperti kolonoskopi, hanya yang diuji adalah usus kecil.

Masih banyak berbagai prosedur lainnya seperti laparotomy (dengan prosedur operasi) dan angiography (dengan injeksi)

Bagaimana cara mengobati buang air besar berdarah?

Ada beberapa teknik yang akan dokter gunakan dalam menghentikan perdarahan akut. Sering kali endoskopi dipakai untuk menginjeksikan bahan kimia pada titik perdarahan. Pengobatan sebaiknya dilakukan dengan cara mengobati penyebab untuk menghentikan kambuhnya pendarahan, daripada menghentikan perdarahan saja.

Anda juga akan diberi antibiotik atau obat antiperadangan untuk mengatasi kolitis. Operasi mungkin juga dibutuhkan jika penyebab perdarahan adalah adanya polip pada usus. Untuk menghindari buang air besar berdarah, Anda bisa memakan makanan kaya serat untuk mengatasi sembelit yang dapat memicu robeknya anus.

BACA JUGA:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca