Selain Enak dan Menyegarkan, Ini 4 Manfaat Kolang Kaling yang Perlu Anda Tahu

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/11/2018
Bagikan sekarang

Selain dijadikan campuran untuk minuman es buah atau dibuat manisan, kolang-kaling ternyata bisa dijadikan alternatif makanan sehat. Ya, di balik kesegaran, kekenyalan, kelembutan, dan rasanya yang manis, kolang-kaling  memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Cari tahu berbagai manfaat kolang kaling dalam artikel ini.

Asal-usul kolang-kaling

Kolang-kaling berasal dari biji tanaman aren yang memiliki latin Arenga pinnata. Buah ini banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina. Di Indonesia, kolang-kaling juga sering disebut sebagai buah atap atau buah aren.

Buah satu ini berwarna putih transparan, berbentuk lonjong, dan bertekstur kenyal. Jika diolah menjadi minuman, kolang-kaling memiliki rasa yang menyegarkan. Sebelum menjadi makanan yang nikmat untuk disantap, kolang-kaling harus melalui serangkaian proses panjang sampai menjadi buah yang biasa kita lihat di pasar.

Untuk membuat kolang-kaling, diperlukan buah aren yang masih setengah matang. Biasanya buah aren yang setengah matang memiliki kulit buah yang berwarna hijau segar. Setelah itu, buah aren harus dibakar lebih dulu sampai daging buahnya terasa hangus. Hal ini dilakukan agar getah yang menempel di permukaan kulitnya hilang. Getah harus dihilangkan sebab getah aren yang mengenai kulit dapat menyebabkan gatal-gatal. Oleh karena alasan ini jugalah buah aren tidak bisa dikonsumsi secara langsung.

Setelah menjalani proses pembakaran, selanjutnya buah aren harus melalui proses perebusan yang biasanya memakan waktu sekitar 1-2 jam. Setelah direbus, buah aren ditiriskan hingga dingin. Ketika telah dingin, barulah buah aren dikupas satu per satu untuk diambil bijinya. Tak berhenti di situ, biji buah aren lalu digeprek atau dipipihkan agar bentuknya sedikit lebar.

Biji aren yang sudah memipih kemudian dicuci bersih dan langsung direndam dalam air kapur selama beberapa hari atau sampai warnanya berubah menjadi lebih bening. Perendaman ini sendiri bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan membuat biji aren semakin kenyal. Nah, biji yang berwarna bening dan bertekstur kenyal inilah yang kita kenal dengan sebutan kolang-kaling.

Manfaat kolang kaling untuk kesehatan

Di Indonesia, kolang-kaling banyak digemari orang karena rasanya yang enak dan kesegarannya. Biasanya, buah satu ini biasa disajikan dalam bentuk manisan, es buah, atau campuran kolak. Selain enak dan menyegarkan, kolang-kaling ternyata juga menawarkan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Berikut berbagai manfaat kolang kaling yang sayang untuk dilewatkan:

1. Mencegah penuaan dini

Arenga pinnata, juga dikenal sebagai buah aren, sangat kaya akan kandungan senyawa galactomannan, yaitu sejenis gula polisakarida yang dipercaya memiliki khasiat antipenuaan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Pharmacognosy Research menguji klaim tersebut.

Hasil penelitian menemukan bawah galactomannan mampu menghambat tirosinase lebih dari 50 persen. Tirosinase sendiri adalah senyawa yang terlibat dalam sintesis melanin, yang memberikan pigmen warna pada kulit. Nah, karena melanin juga bertanggung jawab sebagai salah satu penyebab bintik-bintik hitam, maka kemampuan galactomannan dalam menghambat tirosinase merupakan sebuah sinyal positif. Tak hanya itu, galactomannan juga diketahui mampu melawan radikal bebas pemicu penuaan dini.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan kembali manfaat kolang kaling dalam mencegah penuaan dini.

2. Memperlancar sistem pencernaan

Manfaat kolang kaling yang kedua adalah membantu melancarkan sistem pencernaan. Hal ini karena dalam 100 gram kolang-kaling mengandung sekitar 1,6 gram serat kasar, alias serat tidak larut. Sesuai namanya, serat tak larut tidak bisa larut dalam cairan. Jenis serat ini mendukung pergerakan sistem pencernaan dan meningkatkan massa feses sehingga serat yang tidak larut air bermanfaat untuk Anda yang sedang mengalami sembelit alias konstipasi. Selain dari kolang-kaling, serat tidak larut air juga dapat ditemukan dalam gandum, kacang-kacangan, seperti kacang hijau, serta sayuran, seperti bayam, kangkung, dan kembang kol.

Kandungan senyawa galactomannan  juga dipercaya dapat memengaruhi kadar serat pangan yang terkandung di dalam buah kolang-kaling. Serat pangan sendiri memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain baik untuk kesehatan pencernaan, serat pangan juga dapat mengurangi risiko penyakit hati, stroke, hipertensi, diabetes, dan obesitas. 

3. Mencegah pengeroposan tulang

Penurunan hormon estrogen secara drastis setelah wanita mengalami menopause membuat mereka lebih rentan untuk kehilangan kepadatan dan jaringan tulangnya. Akibatnya, tulang mereka menjadi lebih tipis dan rentan mengalami osteoporosis.

Namun tak perlu khawatir, ternyata kandungan kalsium dan fosfor dalam kolang-kaling juga dapat membantu mencegah penurunan kepadatan tulang pada wanita setelah menopause. Ya, dalam 100 gram kolang-kaling diketahui mengandung sekitar 91 kalsium dan 243 fosfor. Kandungan kalsium dan fosfor  ini membuat kolang kaling baik untuk kesehatan dan kekuatan tulang.

Hal ini didukung oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal IIOAB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wanita setelah menopause yang makan kolang-kaling dan melakukan senam tai chi secara rutin mengalami peningkatan kepadatan tulang dibandingkan dengan mereka yang melakukan senam tai chi saja.

Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak untuk memastikan manfaat kolang kaling yang satu ini.

4. Membantu menghidrasi tubuh

Kolang kaling memiliki kadar air yang relatif tinggi. Belum lagi kandungan vitamin dan berbagai mineral di dalamnya yang menjadikan buah satu ini mampu membantu menghidrasi tubuh Anda. Hidrasi atau mempertahankan jumlah cairan di dalam tubuh merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang, baik yang sehat maupun yang sedang sakit. Jadi, selain banyak minum air putih, Anda juga bisa mendapatkan asupan cairan tambahan dari kolang kaling.

Namun ingat, berbagai manfaat kolang kaling di atas tidak akan dirasakan secara optimal jika Anda mengolah buah ini secara asal. Hindari mengonsumsi kolang kaling secara berlebihan. Terutama ketika Anda mengolah buah ini menjadi manisan ataupun sup buah yang serbamanis. Alih-alih mendapatkan berbagai manfaat yang sudah disebutkan di atas, Anda justru berisiko lebih tinggi mengalami obesitas dan berbagai penyakit kronis lainnya apabila terlalu banyak makan makanan manis. Jadi, bijaklah untuk mengolah setiap makanan yang akan Anda konsumsi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Banyak orang mengurangi karbo untuk menurunkan berat badan. Tapi, siapa bilang harus dihindari? Pilih beberapa sumber karbohidrat untuk diet berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Konsumsi Makanan Tertentu Dapat Berpengaruh pada Jenis Stroke Berbeda

Penelitian terbaru memaparkan bahwa makanan tertentu dapat berpengaruh terhadap risiko pada jenis stroke yang bebreda. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
apakah penyakit jantung bisa sembuh

Apakah Seseorang yang Terkena Penyakit Jantung Bisa Sembuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
sumber serat

5 Sumber Serat Selain Buah dan Sayur untuk Anak

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020