Apakah Manisan dan Asinan Termasuk Makanan Sehat?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asinan atau manisan tentu sering jadi camilan keluarga. Makanan ini memang memanjakan lidah dengan rasa manis, asin, dan asamnya. Walaupun disukai banyak orang karena rasanya yang membuat ketagihan, apakah manisan dan asinan termasuk makanan yang sehat? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Apa itu manisan dan asinan?

Manisan dan asinan merupakan makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Manisan biasanya terbuat dari buah-buahan yang direndam lama dalam air gula. Sementara asinan diolah dari berbagai jenis sayur dan buah yang direndam dalam larutan cuka dan garam.

Penambahan gula maupun cuka dan garam pada makanan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan cita rasa, tapi juga untuk mengawetkannya agar tahan lama.

Larutan gula atau cuka dan garam membuat kadar air dalam buah dan sayuran jadi berkurang. Rendahnya kadar air dalam buah inilah yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba sehingga makanan tidak cepat basi.

Lantas, apakah manisan dan asinan itu makanan sehat?

asinan buah
Sumber: BP Giude

Manisan termasuk dalam golongan makanan yang tinggi gula yang harus dibatasi konsumsinya agar tubuh tetap sehat. Meski gula dibutuhkan tubuh sebagai energi untuk melakukan aktivitas, jenis makanan ini dapat menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa alasan kenapa makanan tinggi gula tidak baik untuk kesehatan, di antaranya:

  • Manisan lebih rendah kandungan nutrisinya ketimbang buah segar
  • Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan (obesitas)
  • Kandungan gula yang tinggi memungkinkan bakteri di gigi berkembang pesat sehingga meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Selain itu, manisan cenderung memiliki indeks glikemik yang tinggi. Itu artinya, makanan ini akan sangat cepat diubah menjadi glukosa sehingga kadar gula darah dalam tubuh akan melonjak dengan cepat.

Efeknya, insulin yaitu hormon yang bertugas mengubah glukosa menjadi energi akan bekerja lebih keras. Kondisi ini jika terus berlanjut dapat meningkatkan risiko penyakit diabetes.

Dibanding manfaatnya, manisan lebih banyak memberikan dampak buruk bagi kesehatan sehingga tidak termasuk makanan yang sehat. Nah, jika manisan bukan termasuk makanan sehat, bagaimana dengan asinan?

Asinan yang direndam dalam larutan garam atau cuka memang menyediakan mineral, seperti natrium dan kalium. Mineral ini berguna untuk menjaga keseimbangan elektrolit sekaligus kesehatan saraf dan otot.

Sehat atau tidak bergantung seberapa banyak makanan ini konsumsi. Terlalu sering mengonsumsi makanan asam dan asin tentu tidak baik untuk tekanan darah, kesehatan gigi, dan pencernaan. Jika Anda memiliki GERD (naiknya asam lambung ke kerongkongan), makanan ini bisa jadi memicu munculnya gejala.

Tips sehat mengonsumsi manisan dan asinan

manisan buah

Agar tetap sehat, konsumsi makanan seperti manisan atau asinan tidak boleh berlebihan. Jika ingin menikmati manisan pertimbangkan seberapa banyak makanan bergula yang Anda makan pada hari itu.

Selain itu, perhatikan juga waktu makan manisan, misalnya tidak dikonsumsi menjelang tidur atau setelah makan makanan lain yang tinggi kalori. Sementara asinan, sebaiknya tidak dikonsumsi saat kondisi pencernaan sedang tidak sehat. Rasanya yang asam bisa memperburuk masalah pencernaan Anda.

Meski manisan terbuat dari buah, akan lebih baik Anda memperbanyak konsumsi buah segar. Begitu pula dengan asinan buah dan sayur. Selain lebih enak dan tidak terlalu manis, asam, atau asin, kandungan nutrisinya juga masih lengkap. Tentu manfaatnya akan jauh lebih banyak Anda dapatkan.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Manfaat Terong untuk Kesehatan yang Sayang Dilewatkan

Terong sering disayur, digoreng, atau dijadikan sambal. Di balik nikmatnya, ternyata ada berbagai macam manfaat terong yang sayang jika dilewatkan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 30 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Kandungan Gula Dalam Buah, Apa Efeknya Bagi Kesehatan?

Walaupun gula diperlukan tubuh, namun kebanyakan asupan gula dapat membuat gula darah naik. Lalu, bagaimana dengan gula dalam buah, apakah baik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Fakta Gizi, Nutrisi 23 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

10 Manfaat Beras Hitam, “Beras Terlarang” dari Cina

Jika Anda sudah beralih dari beras putih ke beras merah, selamat! Anda telah membuat perubahan sehat. Tapi tahukah Anda bahwa beras hitam lebih sehat lagi?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Fakta Gizi, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

6 Makanan Paling Sehat untuk Sarapan

Saat sarapan, yang penting bukan porsinya, tapi apa yang kita makan. Pastikan salah satu (atau lebih) makanan ini ada di menu makan Anda setiap pagi.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Tips Makan Sehat, Nutrisi 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

11 Makanan dan Minuman Terbaik untuk Penderita Sakit Maag

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
manfaat daun selada

6 Manfaat Daun Selada yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
madu atau gula yang lebih baik

Madu atau Gula: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit