Bolehkah Tidak Mandi Sama Sekali Selama Liburan?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/12/2019
Bagikan sekarang

Apa yang terbayang di benak Anda saat mendengar kata liburan? Tak melulu bepergian ke tempat seru, liburan bagi sejumlah orang justru jadi ajang untuk berleha-leha di rumah. Nah, biasanya waktu libur panjang sangat memungkinkan kita merasa malas atau bahkan tidak mandi selama berhari-hari. Namun, hati-hati. Meski memang tidak disarankan mandi sering-sering, jarang atau bahkan tidak mandi sama sekali selama liburan justru dapat memicu beragam masalah kesehatan, lho!

Apa boleh kalau malas mandi selama liburan?

Kebanyakan orang percaya idealnya mandi itu harus dua kali sehari agar terbebas dari kuman, bakteri, debu, keringat, dan minyak yang menempel di kulit seharian. Namun usut-punya usut, mandi dua kali atau bahkan lebih sering tidak menjamin tubuh lebih sehat, lho! Keseringan mandi justru bisa membuat koloni bakteri baik dan minyak alami kulit hilang.

Meski begitu, bukan berarti liburan membuat Anda malas atau bahkan sama sekali tidak membersihkan tubuh. Walaupun Anda hanya berdiam diri di rumah dan tidak melakukan banyak aktivitas, sebaiknya tetap rawat tubuh Anda dengan baik.

Kalaupun malas mandi, setidaknya biasakan untuk rutin ganti pakaian dalam. Yang tak kalah penting, jangan lupa untuk membersihkan area genital serta lipatan-lipatan kulit seperti ketiak dan siku dengan benar.

Pada dasarnya, setiap orang punya patokan sendiri-sendiri seberapa banyak mereka harus mandi setiap hari; sesuaikan dengan kebutuhan dan pertimbangan kondisi masing-masing. Misalnya, aktivitas hariannya atau cuaca di daerahnya saat itu. Entah itu sedang panas terik sehingga tubuh berkeringat lebih banyak, atau saat cuaca dingin yang membuat kulit jadi lebih kering.

Yang mungkin terjadi akibat malas mandi

Jika Anda nekat malas atau bahkan tidak mandi sama sekali selama liburan, inilah beberapa hal yang mungkin akan Anda alami:

1. Bau badan

Kulit manusia sebetulnya dihuni sekitar 1.000 jenis bakteri dan 80 jenis jamur. Nah, ketika Anda malas mandi, maka Anda secara tidak langsung memberikan kesempatan untuk kuman-kuman berkembang biak di kulit lebih banyak.

Kalau ini dibiarkan terus dalam waktu yang lama, kuman akan memakan protein dan asam lemak dari tubuh untuk menghasilkan semacam gas. Nah, gas inilah yang bisa menyebabkan bau badan.

Di sisi lain, tercampurnya keringat, kotoran, debu, dan minyak yang menempel pada permukaan kulit selama berhari-hari juga bisa membuat tubuh memunculkan aroma tidak sedap. Keringat sendiri tidak hanya dipicu karena aktivitas fisik. Sebab, pengaruh cuaca, hormon, dan stres juga bisa membuat tubuh Anda berkeringat.

Jadi, meski hanya diam di rumah, bukan berarti tubuh Anda tidak akan berkeringat sama sekali, ya!

2. Iritasi dan masalah kulit

Malas mandi juga dapat membuat bakteri baik dan bakteri jahat pada tubuh berkembang biak tidak seimbang. Bila pertumbuhan bakteri jahat di kulit lebih banyak, maka Anda akan lebih mudah mengalami berbagai masalah kulit. Sebut saja panu, kurap, eksim, candidiasis, dan berbagai infeksi bakteri serta jamur lainnya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri cacar api memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala cacar api juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Tanda dan Gejala Cacar Monyet yang Perlu Dikenali Sejak Dini

Gejala cacar monyet lebih serius dari gejala cacar air biasa. Waspadai dampak kesehatan dari cacar monyet dengan mengenali ciri-cirinya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Anti Jamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020
Jenis cacar

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020