Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kebiasaan minum susu identik dengan anak-anak sebab mereka dianggap membutuhkan nutrisi yang banyak untuk mendukung tumbuh kembangnya. Lalu bagaimana dengan lansia yang pertumbuhannya sudah berhenti, apakah masih harus minum susu? Berapa banyak susu yang harus dikonsumsi oleh lansia per hari?

Seberapa penting minum susu bagi lansia?

Mungkin Anda sudah tahu bila susu adalah salah satu sumber terbesar dari kalsium dan vitamin D. Kedua jenis zat gizi ini dibutuhkan tubuh untuk membuat tulang lebih kuat dan mencegah kerapuhan.

Pada anak-anak, susu dianggap dapat membantu mempercepat pertumbuhan. Lalu bagaimana dengan orang tua yang sudah berhenti tumbuh? Susu memiliki beberapa manfaat tersendiri bagi orang yang lanjut usia, yaitu:

  • Minum susu bisa memperlambat pengeroposan tulang. Kalsium dan vitamin D yang ada di dalam susu, dapat membuat tulang menjadi lebih padat, sehingga mencegah tulang rapuh. Dalam satu gelas susu rendah lemak saja, terkandung 306 mg kalsium, yang bisa membantu memenuhi kebutuhan kalsium Anda sehari.
  • Baik untuk kesehatan jantung. Susu juga mengandung kalium, yaitu zat gizi yang berperan dalam tekanan darah. Berbagai studi menyatakan bahwa meningkatkan asupan kalium efektif menurunkan risiko penyakit jantung.  
  • Mencegah osteoarthritis. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Arthitis Care & Research menyatakan bahwa minum susu dengan rutin dapat mencegah pengapuran sendi.
  • Menjaga massa otot. Masalah yang sering dihadapi para lansia adalah hilangnya massa otot. Hal ini dapat diatasi dengan rutin mengonsumsi susu karena susu adalah salah satu sumber protein yang baik. Namun hal ini harus diiringi juga dengan aktivitas fisik.

Berapa banyak susu yang harus diminum oleh lansia?

Sebenarnya, tak ada ketentuan seberapa banyak susu yang harus dikonsumsi lansia. Sejauh ini, susu menyediakan kebutuhan kalsium, vitamin D, protein, dan kalium yang sebenarnya bisa didapatkan dari sumber makanan lainnya.

Asalkan kebutuhan kalsium Anda bisa terpenuhi, Anda tak perlu mengonsumsi susu terlalu sering. Menurut Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan kalsium orang yang berusia lebih dari 50 tahun adalah sebanyak 1000 mg kalsium per hari.

Jadi, jika Anda tak suka susu, Anda tak perlu cemas. Anda bisa mendapatkan semua kalsium, vitamin D, dan protein dengan mengonsumsi makanan lainnya. Sebagian besar makanan hewani memiliki zat gizi tersebut. Selain itu, kalsium juga bisa Anda temukan di sayuran yang berdaun hijau, seperti brokoli, kale, dan bayam.

susu protein menyebabkan jerawat

Awas, susu juga mengandung gula dan lemak yang tinggi

Namun, orang yang lanjut usia tak bisa sembarangan atau asal saja minum susu jenis apapun. Sebab, di dalam susu juga terdapat kandungan gula dan lemak yang biasanya tinggi. Terlalu banyak gula bisa membuat kadar gula darah lansia menjadi tinggi dan berisiko diabetes.

Susu yang mengandung gula tinggi justru tidak dianjurkan untuk diminum oleh orang yang telah memiliki diabetes. Makanan ini hanya akan memperburuk kondisinya saja. Selain itu, beberapa susu mengandung lemak yang juga tak baik untuk kesehatan bagi jantung dan tekanan darah Anda.

Anda bisa memilih susu yang rendah gula dan juga rendah lemak. Kebutuhan susu sebenarnya disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda masing-masing. Saat ini sudah ada beberapa susu khusus yang ditujukan untuk lansia yang memiliki penyakit tertentu. Misalnya, susu khusus diabetes atau susu dengan kalsium yang tinggi untuk mencegah osteoporosis.

Namun untuk mengetahui jenis susu mana yang paling tepat, sebaiknya Anda konsultasikan pada ahli gizi, dengan begitu Anda juga dapat mengetahui kebutuhan susu Anda sehari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Warna Dahak Merah, Hijau, Atau Hitam? Cari Tahu Artinya di Sini

Warna dahak yang normal adalah bening. Jika Anda mengeluarkan dahak yang berwarna, maka hal itu adalah tanda dari kondisi medis. Apa arti dari warna dahak?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Batuk, Kesehatan Pernapasan 26 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Sistem Gerak Pada Manusia dan Gangguannya

Tahukah Anda apa yang dimaksud sistem gerak pada manusia? Lalu,, apa saja masalah kesehatan yang terkait dengan sistem ini? Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 25 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Katanya, sengatan lebah bisa bikin seseorang meriang dan panas dingin. Lalu bagaimana cara pertolongan pertama dalam mengobati sengatan lebah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang sering bermunculan saat musim hujan. Saat gejala leptospirosis mulai terasa, segera atasi dengan cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Tips Sehat 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

susu anak

9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
keluarga sehat karena melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

4 Tips Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Lindungi Diri dan Keluarga di Era New Normal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
memanaskan makanan

Bolehkah Memanaskan Makanan Dalam Wadah Plastik di Microwave?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
Penyebab sakit pinggang

Cari Tahu Gejala, Penyebab dan Pengobatan untuk Sakit Pinggang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit