home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beragam Penyebab Pengapuran yang Sering Menyerang Lansia

Beragam Penyebab Pengapuran yang Sering Menyerang Lansia

Anda mungkin sering menemui orang lanjut usia (lansia) yang mempunyai kesulitan dalam berjalan dan beranjak dari tempat duduk atau tempat tidur, sehingga lansia tersebut membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitasnya. Orang lanjut usia merupakan kelompok yang berisiko mengalami pengapura,n di mana sendi-sendinya terasa kaku sehingga pergerakannya terbatas. Namun, apa sebenarnya yang menjadi penyebab pengapuran pada lansia?

Apa yang menyebabkan pengapuran?

Banyak orang keliru antara pengapuran dengan pengeroposan tulang. Banyak dari Anda yang mengira bahwa pengapuran terjadi karena hilangnya mineral dalam tulang, padahal sebenarnya bukan karena itu.

Penyakit yang disebabkan karena hilangnya mineral tulang disebut sebagai pengeroposan tulang atau osteoporosis. Sedangkan, pengapuran atau dalam bahasa medis disebut osteoarthritis disebabkan karena proses penuaan yang menyerang persendian, terutama pada jenis sendi yang menyangga berat badan, seperti pada lutut, pinggul, punggung, leher, dan sendi pada jari-jari.

Pada lansia, biasanya sendi tulang menjadi kaku dan kurang fleksibel, cairan pada sendi juga menurun. Pada sendi yang normal, tulang rawan atau kartilago menutupi setiap bagian akhir dari tulang yang berfungsi sebagai bantalan tulang. Selain itu, membran sinovium menghasilkan cairan sinovial yang cukup sebagai pelumas, cairan ini berguna untuk menjaga fungsi tulang rawan sehingga gesekan antar tulang berkurang dan sendi bekerja dengan lancar. Namun, berbeda pada orang yang menderita pengapuran.

Pada pengapuran, tulang rawan rusak sehingga menyebabkan nyeri, bengkak, dan masalah pergerakan pada sendi. Cairan sinovial pada sendi berkurang sehingga tulang yang berdekatan tidak lagi memiliki pelumas yang cukup dan menyebabkan peradangan.

Proses peradangan yang terjadi dapat menyebabkan tulang rawan saling bergesekan. Pada akhirnya, tulang rawan menipis sehingga tidak ada bantalan antar tulang, menyebabkan kerusakan pada sendi dan menimbulkan rasa sakit. Ini alasan penderita pengapuran sering merasakan sakit pada tulang dan pergerakan menjadi terbatas.

Mengapa banyak lansia mengalami pengapuran?

Faktor risiko yang paling besar penyebab pengapuran adalah usia. Berdasarkan National Library of Medicine (NLM), banyak orang yang menunjukkan gejala osteoartritis pada usia 70 tahun. Walaupun Anda yang berusia lebih muda bisa terkena osteoartritis, tetapi pada umumnya penyakit ini baru muncul ketika Anda menginjak masa lansia.

Orang yang lebih muda biasanya dapat menderita penyakit osteoartritis disebabkan karena trauma, seperti karena cedera olahraga atau kecelakaan, atau bisa saja karena keturunan keluarga. Ya, penyakit ini dapat diturunkan, bisa dari orangtua, kakek-nenek, atau saudara kandung.

Semakin lama Anda hidup, tentu semakin banyak aktivitas yang Anda jalankan dan semakin banyak pula fungsi yang telah dilakukan oleh anggota tubuh Anda. Maka tidak heran, semakin tua Anda, semakin lemah juga anggota tubuh Anda. Pergerakan yang dihasilkan oleh orang yang lebih tua juga tidak secepat orang yang lebih muda.

Selain itu, jaringan halus pada bantalan sendi yang membantu pergerakan tulang lama-kelamaan akan menghilang mengikuti usia. Kekuatan otot dan tulang juga sudah lemah sehingga kerja yang dilakukannya lebih sulit dan berat. Usia mengubah sistem tulang dan otot sehingga terjadi penuaan pada sel-sel, termasuk sel pada jaringan sendi.

Apakah ada faktor lain yang dapat menjadi penyebab pengapuran?

Selain usia, terdapat faktor lain yang dapat menyebabkan pengapuran sendi, yaitu:

  • Riwayat keluarga. Pengapuran dapat terjadi karena faktor keturunan. Jika Anda mempunyai keturunan keluarga yang mempunyai penyakit osteoartritis atau pengapuran, risiko Anda untuk mengalami penyakit yang sama menjadi lebih besar.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas membuat Anda memberi tekanan yang lebih besar pada persendian, tulang rawan, dan tulang, terutama pada lutut. Hal ini membuat lutut Anda rentan terkena pengapuran dan membatasi kemampuan Anda bergerak.
  • Jenis kelamin. Secara keseluruhan, lebih banyak wanita dibandingkan pria yang mengalami pengapuran pada usia tua. Setelah usia 55, wanita lebih mungkin untuk menderita pengapuran dibandingkan pria pada usia yang sama. Hal ini dikaitkan dengan berkurangnya hormon estrogen pada perempuan setelah menopause.
  • Pekerjaan. Jenis pekerjaan, seperti konstruksi dan agrikultur, juga meningkatkan risiko Anda terkena pengapuran. Pekerja semacam ini lebih banyak menggunakan fisik menempatkan sendi mereka bekerja lebih banyak sehingga memungkinkan sendi mengalami pengapuran lebih cepat dibandingkan dengan orang yang bekerja di meja.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Holland, Kimberly. 2015. Understanding Cartilage, Joints, and the Aging Process. Retrieved from http://www.healthline.com/health/osteoarthritis/understanding-aging-and-joints#1. Accessed August 5, 2016.

Roth, Erica. 2013. 7 Common Causes of Osteoarthritis. Retrieved from http://www.healthline.com/health-slideshow/common-causes-osteoarthritis#1. Accessed August 5, 2016.

Arthritis Foundation. What is Osteoarthritis?. Retrieved from http://www.arthritis.org/about-arthritis/types/osteoarthritis/what-is-osteoarthritis.php. Accessed August 5, 2016.

National Institutes of Health. 2014. What Is Osteoarthritis? Fast Facts: An Easy-to-Read Series of Publications for the Public. Retrieved from http://www.niams.nih.gov/health_info/osteoarthritis/osteoarthritis_ff.asp. Accessed August 5, 2016.

Roman-Blas, J. A., Castaneda, S., Largo, R., Herrero-Beaumont, G. 2009. Osteoarthritis Associated with Estrogen Deficiency. Arthritis Research & Therapy, 11: 241. Retrieved from https://arthritis-research.biomedcentral.com/articles/10.1186/ar2791. Accessed 5, 2016.

Anderson, A. S., and Loeser, R. F. 2011. Why is Osteoarthritis an Age-Related Disease?. Best Pract Res Clin Rheumatol, 24 (1): 15. Retrieved from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2818253/. Accessed August 5, 2016.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Arinda Veratamala
Tanggal diperbarui 22/03/2021
x