Pengapuran: Penyakit yang Menghantui Para Lansia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin sering menemui orang lanjut usia (lansia) yang mempunyai kesulitan dalam berjalan dan beranjak dari tempat duduk atau tempat tidur, sehingga lansia tersebut membutuhkan bantuan untuk melakukan aktivitasnya. Orang lanjut usia merupakan kelompok yang berisiko mengalami pengapura,n di mana sendi-sendinya terasa kaku sehingga pergerakannya terbatas. Pengapuran ini umum terjadi pada usia lanjut, terutama pada wanita.

Apa yang menyebabkan pengapuran?

Banyak orang keliru antara pengapuran dengan pengeroposan tulang. Banyak dari Anda yang mengira bahwa pengapuran terjadi karena hilangnya mineral dalam tulang, padahal sebenarnya bukan karena itu.

Penyakit yang disebabkan karena hilangnya mineral tulang disebut sebagai pengeroposan tulang atau osteoporosis. Sedangkan, pengapuran atau dalam bahasa medis disebut osteoarthritis disebabkan karena proses penuaan yang menyerang persendian, terutama pada sendi yang menyangga berat badan, seperti pada lutut, pinggul, punggung, leher, dan sendi pada jari-jari.

Pada masa tua, biasanya sendi tulang menjadi kaku dan kurang fleksibel, cairan pada sendi juga menurun. Pada sendi yang normal, tulang rawan atau kartilago menutupi setiap bagian akhir dari tulang yang berfungsi sebagai bantalan tulang. Selain itu, membran sinovium menghasilkan cairan sinovial yang cukup sebagai pelumas, cairan ini berguna untuk menjaga fungsi tulang rawan sehingga gesekan antar tulang berkurang dan sendi bekerja dengan lancar. Namun, berbeda pada orang yang menderita pengapuran.

Pada pengapuran, tulang rawan rusak sehingga menyebabkan nyeri, bengkak, dan masalah pergerakan pada sendi. Cairan sinovial pada sendi berkurang sehingga tulang yang berdekatan tidak lagi memiliki pelumas yang cukup dan menyebabkan peradangan. Proses peradangan yang terjadi dapat menyebabkan tulang rawan saling bergesekan. Pada akhirnya, tulang rawan menipis sehingga tidak ada bantalan antar tulang, menyebabkan kerusakan pada sendi dan menimbulkan rasa sakit. Ini mengapa Anda yang menderita pengapuran sering merasakan sakit pada tulang dan pergerakan menjadi terbatas.

Mengapa banyak lansia mengalami pengapuran?

Faktor risiko yang paling besar yang dapat menyebabkan pengapuran adalah usia. Berdasarkan National Library of Medicine (NLM), banyak orang yang menunjukkan gejala osteoartritis pada usia 70 tahun. Walaupun Anda yang berusia lebih muda bisa terkena osteoartritis, tetapi pada umumnya penyakit ini baru muncul ketika Anda menginjak usia lebih tua.

Orang yang lebih muda biasanya dapat menderita penyakit osteoartritis disebabkan karena trauma, seperti karena cedera olahraga atau kecelakaan, atau bisa saja karena keturunan keluarga. Ya, penyakit ini dapat diturunkan, bisa dari orangtua, kakek-nenek, atau saudara kandung.

Semakin lama Anda hidup, tentu semakin banyak aktivitas yang Anda jalankan dan semakin banyak pula fungsi yang telah dilakukan oleh anggota tubuh Anda. Maka tidak heran, semakin tua Anda, semakin lemah juga anggota tubuh Anda. Pergerakan yang dihasilkan oleh orang yang lebih tua juga tidak secepat orang yang lebih muda.

Selain itu, jaringan halus pada bantalan sendi yang membantu pergerakan tulang lama-kelamaan akan menghilang mengikuti usia. Kekuatan otot dan tulang juga sudah lemah sehingga kerja yang dilakukannya lebih sulit dan berat. Usia mengubah sistem tulang dan otot sehingga terjadi penuaan pada sel-sel, termasuk sel pada jaringan sendi.

Apakah ada faktor lain yang dapat menyebabkan pengapuran?

Selain usia, terdapat faktor lain yang dapat menyebabkan pengapuran sendi, yaitu:

  • Riwayat keluarga. Pengapuran dapat terjadi karena faktor keturunan. Jika Anda mempunyai keturunan keluarga yang mempunyai penyakit osteoartritis atau pengapuran, risiko Anda untuk mengalami penyakit yang sama menjadi lebih besar.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas membuat Anda memberi tekanan yang lebih besar pada persendian, tulang rawan, dan tulang, terutama pada lutut. Hal ini membuat lutut Anda rentan terkena pengapuran dan membatasi kemampuan Anda bergerak.
  • Jenis kelamin. Secara keseluruhan, lebih banyak wanita dibandingkan pria yang mengalami pengapuran pada usia tua. Setelah usia 55, wanita lebih mungkin untuk menderita pengapuran dibandingkan pria pada usia yang sama. Hal ini dikaitkan dengan berkurangnya hormon estrogen pada perempuan setelah menopause.
  • Pekerjaan. Pekerjaan, seperti konstruksi dan agrikultur, juga meningkatkan risiko Anda terkena pengapuran. Pekerjaan yang lebih banyak menggunakan fisik menempatkan sendi mereka bekerja lebih banyak sehingga memungkinkan sendi mengalami pengapuran lebih cepat dibandingkan dengan orang yang bekerja di meja.

BACA JUGA

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Hati-hati, 4 Jenis Olahraga Ini Rentan Menyebabkan Sakit Lutut

    Meski memiliki banyak manfaat, namun Anda perlu berhati-hati dengan beberapa olahraga penyebab sakit lutut. Simak lebih lanjut di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 11 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

    Penyebab Lansia Gampang Kedinginan, Plus Cara Mencegah dan Mengatasinya

    Dibanding yang masih muda, orang tua lebih gampang kedinginan. Namun, penyebab lansia mudah kedinginan tidak sesepele karena suhu AC yang terlalu rendah.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini
    Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Kenapa Orang Lanjut Usia Biasanya Tak Punya Nafsu Makan?

    Anda bingung orang tua Anda hilang nafsu makan? Ada banyak penyebab orang tua lanjut usia kehilangan nafsu makan. Apa saja? Cek di sini!

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Konten Bersponsor
    nafsu makan
    Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 8 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

    Emboli Paru

    Emboli paru adalah penyumbatan arteri di salah satu paru yang umumnya disebabkan oleh gumpalan darah beku dari kaki. Ini adalah kondisi gawat darurat.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 2 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    fakta soal lutut manusia

    5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
    lansia mulai ompong

    Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
    sarkopenia lansia

    3 Kebiasaan Buruk di Masa Muda yang Bisa Picu Sarkopenia Saat Tua Nanti

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
    Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
    terapi air kolam hangat

    Cara Meredakan Nyeri Sendi dengan Terapi Air

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit