Redakan Sensasi Panas Akibat Menopause Dengan Akupunktur

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/09/2018 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Akupunktur adalah teknik pengobatan tradisional asal Tiongkok di mana terapis akan merangsang titik-titik tertentu pada tubuh dengan memasukkan jarum khusus melalui kulit Anda. Akupunktur dipercaya mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan dari mulai mengobati pusing hingga meningkatkan kesuburan. Temuan terbaru menyatakan akupunktur ternyata dapat mengatasi gejala hot flashes, yaitu sensasi panas yang sering terjadi pada wanita yang menopause.

Apa itu menopause dan apa efeknya untuk tubuh?

kepanasan saat menopause

Menopause adalah kondisi saat tubuh tidak lagi mengalami periode menstruasi per bulannya. Salah satu tanda utama menopause adalah saat Anda tidak mengalami haid selama satu tahun terhitung dari periode terakhir Anda.

Kondisi ini menandai akhir masa reproduktif yang berarti Anda tidak dapat hamil lagi setelah menopause. Rata-rata wanita mengalami menopause pada rentang usia 40 hingga 50 tahun.

Saat menopause wanita biasanya mengalami berbagai gejala tak biasa. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh kadar hormon di dalam tubuh yang tidak seimbang. Berikut berbagai gejala menopause paling umum:

  • Vagina terasa kering
  • Hot flashes, sensasi panas di sekujur tubuh
  • Sering berkeringat di malam hari
  • Mengalami gangguan tidur
  • Suasana hati mudah berubah
  • Berat badan bertambah
  • Rambut mulai menipis
  • Kulit menjadi lebih kering
  • Payudara kendur

Penelitian menyatakan akupunktur bisa mengatasi gejala hot flashes

terapi akupunktur untuk meningkatkan kesuburan

Hot flashes menjadi salah satu gejala menopause yang terkadang cukup mengganggu. Pasalnya rasa panas akibat hot flashes dapat terjadi tiba-tiba dan menyerang cukup lama, yaitu dalam hitungan minggu. Namun, hot flashes juga bisa terjadi dalam waktu singkat dan gejalanya datang secara perlahan. Hot flashes ditandai dengan beberapa gejala khusus seperti:

  • Rasa panas yang menyebar di sekitar tangan dan tubuh bagian atas termasuk wajah.
  • Kulit berwarna kemerahan.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Keringat berlebih pada tubuh bagian atas.
  • Tubuh terasa dingin setelahnya.
  • Biasanya muncul pada malam hari.

Peneliti dari Wake Forest Baptist Medical Center di Winston mengumpulkan 209 wanita berusia 45 hingga 60 tahun. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, 20 persen wanita diberikan perawatan biasa dari dokter dan 80 persen lainnya diberikan perawatan dokter plus akupunktur selama enam bulan.

Hasilnya, setelah enam bulan perawatan, lebih dari sepertiga wanita menopause yang melakukan terapi akupunktur merasakan gejala hot flashes-nya berkurang.

Nancy Avis, PhD,  penulis utama penelitian menyatakan akupunktur cukup efektif mengatasi gejala hot flashes dan hasilnya bahkan dapat bertahan selama enam bulan setelah perawatan dihentikan.

Peneliti juga mengatakan menurunnya gejala hot flashes pada wanita menopause diduga karena akupunktur juga berperan meningkatkan produksi endorfin dalam tubuh, yang mana hormon ini berfungsi untuk menstabilkan sistem kendali temperatur di tubuh.

Peneliti juga menemukan bukti bahwa akupunktur dapat mengurangi hot flashes selama menopause tanpa efek samping. Pada bukti yang ditemukan, sebagian besar wanita mengalami peningkatan kondisi setelah tiga hingga empat minggu perawatan.

Meski begitu, akupunktur tidak bekerja efektif untuk semua wanita. Oleh sebab itu, jika ingin mencobanya, konsultasikan dulu kepada terapis ahli akupunktur maupun dokter kepercayaan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Terapi Akupunktur untuk Atasi Insomnia dan Titik yang Digunakan

Akupunktur pada sejumlah titik dinilai efektif untuk mengatasi insomnia, sebab tekanan jarum akan merangsang fungsi tertentu dalam mekanisme tidur.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/12/2019 . 4 mins read

Berat Badan Malah Naik Setelah Menopause? Ternyata Ini Sebabnya

Menopause dapat menimbulkan berbagai perubahan bagi tubuh wanita, termasuk menyebabkan berat badan naik. Apa yang menjadi penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/11/2019 . 3 mins read

Benarkah Akupunktur Dapat Digunakan untuk Membantu Mengatasi Depresi?

Sebagai salah satu pengobatan tradisional Tionghoa yang sudah mendunia, akupunktur disebut-sebut dapat digunakan untuk mengatasi depresi, benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Psikologi 12/10/2019 . 4 mins read

Kenapa Wanita Lansia Makin Enggan Berhubungan Intim?

Gairah seks wanita lansia bisa menurun 2-3 kali lebih cepat ketimbang pria, dan umum mulai dirasakan sedini usia 40 tahun. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Perawatan Lansia 29/08/2019 . 3 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat terapi akupuntur

Manfaat Terapi Akupuntur untuk Gangguan Sistem Saraf Tepi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . 4 mins read
olahraga untuk wanita menopause

4 Jenis Olahraga Saat Menopause untuk Menurunkan Berat Badan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/04/2020 . 4 mins read
seks memperlambat menopause

Rutin Berhubungan Seks Bisa Memperlambat Datangnya Menopause

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . 4 mins read
olahraga untuk wanita menopause

5 Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Menopause

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020 . 4 mins read