Tips Agar Hubungan Seks Tetap Panas Meski Punya Endometriosis

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/10/2018
Bagikan sekarang

Wanita dengan endometriosis mungkin mengalami rasa yang tidak nyaman saat berhubungan seks dengan pasangannya. Tak jarang wanita dengan endometriosis juga mengalami rasa sakit saat berhubungan seks. Akan tetapi, tidak semua wanita mengalaminya. Beberapa mengalami rasa sakit hanya selama penetrasi yang dalam, sementara yang lain mengalami rasa sakit setelah berhubungan seks. Namun, bukan berarti pasien endometriosis tidak bisa menikmati sesi bercinta dengan pasangannya. Ada beberapa tips bercinta untuk pasien endometriosis agar tetap memuaskan.

Tips bercinta untuk pasien endometriosis

Endometriosis bukan menjadi penghalang untuk berhubungan seks dengan pasangan Anda. Namun, jika hubungan seks terasa sangat menyakitkan, bicaralah dengan dokter Anda untuk mengatasinya.

Sebelum itu, cobalah beberapa tips bercinta ini untuk Anda yang memiliki endometriosis.

1. Terbuka dengan pasangan Anda

Komunikasi baik dengan pasangan adalah kunci seks yang sehat dan menyenangkan. Memberi tahu pasangan Anda ketika seks membuat sakit atau membuat Anda senang. Hal ini dapat meningkatkan keintiman Anda dan pasangan.

Penting untuk berbagi perasaan, kebutuhan, ketakutan, dan frustrasi seputar seks. Pasangan Anda mungkin mengalami perasaan yang sama, dan khawatir akan membuat Anda sakit atau tidak nyaman selama bercinta.

Mungkin lebih mudah untuk memulai percakapan ini di tempat yang netral di luar kamar tidur. Gunakan kalimat yang mengundang dialog daripada mengkritik. Misalnya “Aku sangat suka saat kamu …”.

Anda dan pasangan harus mendiskusikan posisi yang disukai dan yang tidak, serta jenis rangsangan fisik favorit Anda.

Secara keseluruhan, berurusan dengan seks yang menyakitkan mungkin menjadi tugas yang sulit dan emosional. Tujuannya adalah untuk mengembangkan komunikasi yang tulus dan terbuka, untuk memastikan bahwa seks itu menyenangkan dan bebas dari rasa sakit untuk setiap pasangan.

2. Coba posisi seks yang berbeda

Carilah posisi seks yang membuat Anda dan pasangan nyaman. Beberapa posisi seks dapat mengurangi tekanan pada area pelvis yang mengandung jaringan endometrium.

Salah satu posisi seks yang dianggap nyaman bagi para pasien endometriosis adalah women on top, Anda dapat mengendalikan seberapa dalam dan cepat penetrasi. Selain itu, posisi lain yang juga direkomendasikan yaitu face to face, spooning, mengangkat pinggul (raised hips), atau doggy style yang dimodifikasi.

Anda juga bisa melakukan jenis aktivitas seksual lain seperti stimulasi oral, foreplay, atau dengan menggunakan sex toys.

3. Gunakan pelumas

Beberapa wanita dengan endometriosis merasakan sakit saat berhubungan seks karena kekeringan vagina atau kekurangan pelumas alami. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan pelumas berbasis air saat berhubungan seks.

Anda bisa menggunakannya sebanyak mungkin sampai cukup basah, dan Anda bisa menambahkannya lagi jika Anda merasa vagina Anda kembali kering.

4. Gunakan obat anti nyeri

Anda dapat meminum obat anti nyeri seperti aspirin atau ibuprofen 1 jam sebelum berhubungan seksual atau Anda juga dapat meminumnya segera setelah berhubungan seksual jika Anda rasa sakit Anda muncul dan membuat tidak nyaman.

5. Temukan ritme yang tepat

Penetrasi yang dalam dan cepat sering membuat wanita dengan endometriosis merasa tidak nyaman, dan mungkin membuat sakit. Menemukan ritme yang tepat dapat membantu Anda mengalami sedikit rasa tidak nyaman saat berhubungan seks.

Bicarakan dengan pasangan Anda untuk pelan-pelan dan tidak mendorongnya secara mendalam selama hubungan seksual. Anda juga dapat beralih posisi sehingga Anda dapat mengontrol kecepatan dan membatasi penetrasi ke kedalaman yang terasa baik untuk Anda.

6. Rencanakan potensi pendarahan

Perdarahan setelah berhubungan seks, yang dikenal sebagai perdarahan postcoital, adalah gejala endometriosis yang umum. Perdarahan postcoital dapat terjadi karena penetrasi menyebabkan jaringan uterus menjadi iritasi dan lunak.

Kondisi ini bisa membuat frustrasi, tetapi ada cara-cara yang dapat Anda siapkan untuk potensi perdarahan.

  • Letakkan handuk sebelum memulai seks
  • Siapkan tisu di tempat yang mudah Anda jangkau
  • Fokus pada posisi yang menyebabkan lebih sedikit iritasi
  • Anda juga harus mempersiapkan pasangan Anda sebelumnya sehingga mereka tidak terjebak dan bertanya-tanya apa yang terjadi saat berhubungan seks

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Ampuhkah Minyak Esensial untuk Mengatasi Gejala Endometriosis?

Salah satu cara alami yang dipercaya bisa mengatasi nyeri akibat endometriosis adalah membalurkan minyak esensial. Namun, apakah cara ini terbukti ampuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Khusus untuk Pria, Ini 5 Cara Agar Berhubungan Intim Tahan Lama

Kepuasan dalam berhubungan seksual dapat terhambat oleh berbagai faktor. Inilah yang perlu dilakukan seorang pria agar bisa semakin tahan lama di ranjang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Trauma Kekerasan Masa Kecil Sebabkan Endometriosis, Kok Bisa?

Baru-baru ini, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kekerasan pada anak berisiko menyebabkan endometriosis. Sejauh mana hubungan antara keduanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Setelah Berhubungan Intim, Baiknya Tidur Pakai Celana Dalam Atau Tidak?

Ada banyak informasi yang beredar mengenai penggunaan celana dalam setelah berhubungan intim. Untuk mengetahui fakta dari ahlinya, berikut ulasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Direkomendasikan untuk Anda

seks menggunakan kondom

Rahasia Agar Bercinta Semakin Panas dengan Memakai Kondom

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
pengobatan endometriosis

4 Pilihan Pengobatan untuk Endometriosis

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2020
bdsm dan kekerasan seksual

Seks BDSM Tidak Sama dengan Kekerasan Seksual

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2020
cara memuaskan pasangan

Pasangan Tidak Memuaskan di Ranjang? Begini Cara Memberitahunya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/12/2019