3 Tanda Anda Terlalu Banyak Bercerita Soal Hubungan ke Teman

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 21/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kisah asmara kerap kali menjadi topik hangat dalam sebuah hubungan. Hal ini pun membuat Anda gemar membagikannya dengan teman dan orang di sekitar Anda. Sayangnya, kegemaran ini tak jarang membuat Anda secara tidak sadar berlebihan dalam menceritakannya. Hal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, khususnya bagi pasangan Anda. Lantas, apa tanda-tanda Anda oversharing, alias berlebihan bercerita soal hubungan Anda ke teman?

Tanda Anda oversharing tentang hubungan ke teman sendiri

Oversharing merupakan sebuah perilaku yang cenderung terlalu membuka diri kepada orang lain, entah itu perihal hubungan asmara, keluarga, atau masalah lainnya. 

Seseorang yang tengah berada dalam sebuah hubungan, seperti pernikahan, bisa saja menceritakan masalah yang terjadi dalam rumah tangga mereka. Misalnya, apa saja yang membuat pasangan Anda marah atau hal-hal menyenangkan dan romantis yang dilakukan oleh pasangan.

Kebiasaan tersebut sebenarnya normal. Namun, jika Anda terus-menerus bercerita tanpa ada “rem”, hal inilah yang perlu diwaspadai. Apalagi, Anda juga harus menilai kepercayaan yang Anda miliki pada orang yang diceritakan. 

Bagi Anda, hal itu mungkin sepele. Akan tetapi, bagi orang lain bisa jadi tidak, apalagi jika Anda terlalu sering bercerita, bahkan untuk hal-hal yang terlalu intim.

Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa dirinya oversharing dan dampak buruk yang mungkin muncul. Untuk itu cobalah kenali beberapa ciri orang yang oversharing sehingga bisa menghindarinya.

1. Mendominasi obrolan

membagi waktu pacar dan teman
Sumber: Stocksy

Dalam sebuah percakapan, orang yang kerap memonopoli pembicaraan sering kali membuat orang lain tidak nyaman dan justru bisa berpotensi merusak pembicaraan. Biasanya, monopoli pembicaraan ini adalah sebuah tanda Anda oversharing. 

Menurut Matt Lundquist, L.C.W.S, seorang terapis dari New York, memberikan informasi detail tentang hubungan Anda pada teman sendiri ternyata bisa mengganggu mereka. 

Salah satu tanda oversharing yang satu ini biasa disebut sebagai conversational narcissist atau percakapan yang narsistik. Jika ini yang terjadi, Anda mungkin terlalu membuka diri hingga ke detail terkecil kehidupan Anda. 

Misalnya, ketika Anda baru saja bertemu dengan teman Anda, mereka tentu akan mengawali percakapan dengan bertanya kabar. Apabila Anda menjawabnya dengan bercerita panjang lebar tanpa bertanya balik kabar teman Anda lebih dari 30 menit, artinya Anda mungkin seorang conversational narcissist

2. Menjadi tidak peka

tanda pertemanan buruk

Selain mendominasi obrolan, tanda lainnya Anda oversharing ke teman adalah ketidakpekaan. Biasanya, orang yang senang mendominasi obrolan juga cenderung tidak peka terhadap teman mereka. 

Contohnya, ketika teman Anda mengajak bertemu, Anda justru yang menjadi bintang utama dalam obrolan tersebut. Entah itu bercerita tentang hal romantis yang pasangan Anda lakukan atau masalah sepele yang Anda berdua hadapi. 

Padahal, bisa saja teman Anda mengajak bertemu untuk membicarakan sesuatu yang penting atau sedang memiliki masalah berat.

Ketidakpekaan tersebut tidak jarang menurunkan kepercayaan diri orang yang sebenarnya ingin bercerita. Sebaiknya tahan diri Anda dan cobalah bersikap lebih adil dalam sebuah percakapan.

3. Ingin mencari sumber gosip dan bahan lelucon

punya banyak teman

Pastinya Anda pernah bukan berada dalam sebuah situasi yang canggung dan butuh ide obrolan untuk mengatasi situasi ini?

Jika Anda menjadikan masalah pasangan atau hubungan Anda untuk tujuan ini, kemungkinan besar Anda mengarah pada tanda-tanda seseorang yang oversharing.

Kebutuhan mengisi obrolan akhirnya membuat Anda menceritakan hal yang seharusnya tidak Anda ceritakan. 

Menurut Lindsey Aloia, asisten profesor komunikasi di University of Arkansas kepada Phys.org, menyebarkan informasi pribadi kepada orang lain ternyata bisa berdampak buruk. 

Informasi seputar pasangan adalah milik Anda dan pasangan. Jika dibagikan kepada orang lain, tentu orang yang menerimanya masuk dalam lingkaran Anda dan pasangan. 

Pemilik asli rahasia, dalam kasus ini adalah pasangan Anda, mungkin beranggapan bahwa informasi ini adalah rahasia dan sebenarnya tidak wajar bila dibagikan. Ketika disebarkan tentu hanya akan berdampak buruk terhadap hubungan Anda berdua. 

Beberapa topik tentang hubungan Anda yang seharusnya tidak dibicarakan dengan orang lain, selain pasangan Anda, antrara lain:

  • Terlalu spesifik tentang kehidupan seks hubungan Anda 
  • Kondisi keuangan pasangan
  • Trauma pasangan
  • Kesehatan mental pasangan

Oversharing bisa berdampak pada rusaknya kepercayaan yang Anda bangun. Padahal, kepercayaan adalah salah satu fondasi hubungan yang sehat

Untuk itu, sangat penting untuk bersikap bijak dan membatasi hal-hal yang perlu dibagikan kepada teman atau orang lain tentang hubungan yang Anda jalani. 

Mengenali tanda oversharing di atas dan menyadarinya lebih cepat dapat mencegah Anda menceritakan hal-hal yang tak perlu diketahui orang lain. Hal ini pun bisa membawa dampak baik pada hubungan Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengonsumsi Susu untuk Penderita Intoleransi Laktosa

Seseorang yang intoleransi laktosa umumnya akan mengalami gangguan pencernaan sesudah mengonsumsi produk susu. Berikut cara aman menghindarinya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Praktis Menakar Porsi Makan untuk Menjaga Berat Badan

Saat mengatur porsi makan, Anda mungkin terkendala cara menakar bahan makanan yang tepat. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 17/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Memilih Obat Tidur yang Aman untuk Ibu Hamil dan Janin

Untuk membantu ibu hamil yang sesah tidur, obat dapat menjadi solusinya. Namun, Anda perlu memilih obat tidur yang aman dan tidak berisiko pada kehamilan.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 01/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pengaruh tbc pada ibu hamil

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
memilih terapis seks

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 28/04/2020 . Waktu baca 6 menit