home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Cara Menyampaikan Keinginan Bercerai Pada Pasangan

4 Cara Menyampaikan Keinginan Bercerai Pada Pasangan

Rasa ingin bercerai kadang dilatarbelakangi oleh banyak faktor. Setelah melalui berbagai banyak pertimbangan, kini saatnya Anda siap untuk berpisah. Tapi ada satu masalah yang mendasari, yaitu bagaimana mengatakan pada pasangan kalau Anda ingin bercerai. Gugup, panik, cemas, hal itu pasti ada. Anda hanya membutuhkan beberapa tips, latihan dan, keyakinan saja untuk mengatakan hal itu. Bagaimana caranya? Simak tipsnya di bawah ini.

Cara memberi tahu pasangan kalau Anda ingin bercerai

1. Mulai pembahasan yang jelas

Jika Anda belum memberi tahu pasangan kalau Anda sedang menimbang-nimbang untuk cerai, atau Anda sudah bilang tetapi pasangan Anda tidak mendengar dan menyadarinya, Anda perlu punya cara memberitahukan keinginan bercerai ini secara matang.

Contoh, Anda bisa memulai dengan pembahasan seperti, “Aku sudah lama merasa nggak bahagia, semua hal sudah aku lakukan tapi tidak pernah berhasil dengan baik, malah menimbulkan masalah baru.”

Dengan ungkapan awal seperti ini, dapat membuat pasangan mulai merespon dan menyadari ada sesuatu yang harus diselesaikan. Hindari juga memberikan harapan palsu dan kalimat ambigu pada pasangan, yang hanya akan menimbulkan pertengkaran.

2. Saat berbicara, langsung tegaskan bahwa ingin bercerai

Setelah Anda mantap meyakini bahwa ingin menempuh jalan perceraian, dalam pembicaraan Anda butuh menegaskan dan mengunakan kata “saya” atau “aku”. Contoh, “Saya ingin mengakhiri pernikahan ini dengan bercerai.” Mengapa disarankan mengucapkan kata demikian? Kata ini mengungkapkan pernyataan jelas, tidak bertele-tele dan mungkin saja tidak membuat pasangan Anda terkejut.

Akan berbeda jika Anda berbicara panjang lebar tanpa arah yang jelas. Niat bercerai Anda, bisa menghasilkan reaksi yang jauh lebih sulit dibayangkan. Karena pasangan Anda kemungkinan akan mengalami tahap awal penyangkalan dan kemarahan dengan ucapan Anda. Anda harus tegas menyatakan apa yang Anda ingin dan rasakan.

3. Cari waktu yang tepat

Mengungkapkan rasa ingin bercerai ini, idealnya dilakukan di waktu yang tepat. Katakan di saat Anda dalam mood yang stabil dan memiliki waktu sedang berdua dengan pasangan. Jika Anda telah memiliki buah hati, baiknya hindari mereka beberapa saat untuk berbicara dengan pasangan.

Anda juga harus mempertimbangkan reaksi pasangan ketika Anda menyatakan ingin bercerai. Jangan memulai pembicaraan dengan mengungkit hal-hal yang Anda tidak suka dari pasangan, karena ini hanya akan mengulur-ulur waktu menjadi pertengkaran tanpa ujung perceraian yang pasti.

4. Cari suasana aman dengan meminta bantuan orang lain

Jika Anda khawatir dengan keselamatan Anda sehabis mengungkapkan keinginan bercerai, Anda bisa meminta orang sebagai pihak ketiga yang netral seperti saudara, konselor pernikahan, atau bahkan kuasa hukum. Kondisi ini berguna ketika Anda tidak bisa mengendalikan reaksi dan emosi pasangan saat menerima kabar tersebut.

Setelah mengatakan kalau Anda ingin cerai

Pasangan Anda mungkin akan terkejut dan marah mendengar keinginan cerai ini, dan berbeda lagi kalau Anda mungkin sudah menyinggung dan membahas ini sebelumnya. Nyatanya, Anda harus tetap bersiap diri kalau pasangan mungkin akan menawarkan untuk mengubah atau memperbaiki pernikahan Anda. Itu terserah pada Anda, mungkin juga Anda harus mengulang dan meyakini bahwa Anda tidak akan berubah pikiran.

Anda mungkin akan dituduh kejam dan egois. Ingat, Anda harus tetap sabar dan menolak untuk membalas perkataannya dengan cara yang sama. Setelah suasana mulai mereda, Anda bisa mempersiapkan langkah selanjutnya dengan mempersiapkan surat perceraian dan melanjutkan hidup yang lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 11/07/2017
x