Mengapa Cuaca Panas Bikin Badan Gampang Capek?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 11 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda bepergian keluar rumah di siang hari saat matahari terik, Anda mungkin akan merasa lebih cepat lelah dan lesu. Namun, mengapa berada di luar ruangan dengan cuaca panas membuat Anda lebih cepat lelah dan lemas? Alasannya sederhana, yaitu karena pada cuaca yang panas, tubuh Anda akan dipaksa bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu tubuh Anda.

Seperti apa cara tubuh mempertahankan suhu tubuh agar tetap sejuk dan bagaimana bisa membuat Anda gampang capai? Berikut penjelasannya.

Aliran darah terganggu

Saat cuaca panas, tubuh Anda akan melakukan beberapa penyesuaian untuk menjaga suhu tubuh tetap optimal. Misalnya dengan melebarkan pembuluh darah Anda melalui sebuah proses yang dikenal sebagai vasodilatasi. Proses ini memungkinkan lebih banyak jumlah darah yang mengalir di dekat permukaan kulit. Darah yang hangat melepaskan panas saat mengalir di dekat permukaan kulit, sehingga suhu tubuh akan menurun. Peningkatan jumlah aliran darah di dekat permukaan kulit inilah yang dapat menjelaskan mengapa tubuh beberapa orang terlihat lebih merah pada saat mereka berada di suhu yang panas.

Selain itu, pembuluh darah Anda jadi kesulitan untuk mengisi bilik jantung dengan darah. Karena jantung tidak banyak terisi darah, jantung pun tidak bisa mengirimkan darah yang cukup ke seluruh anggota tubuh Anda yang lain.

Salah satu anggota tubuh yang mungkin kekurangan darah karenanya adalah otak. Menurunnya aliran darah ke otak memang bisa membuat Anda lemas dan cepat lelah. Bahkan hal ini bisa menyebabkan Anda pingsan (hilang kesadaran).

Tubuh Anda kekurangan cairan

Meskipun Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup berat, suhu ruangan atau cuaca panas bisa dengan cepat membuat tubuh Anda kekurangan cairan atau dehidrasi.

Hal ini disebabkan karena tubuh Anda bekerja keras untuk mempertahankan suhu tubuh dan mengeluarkan banyak keringat pada suhu yang panas. Dehidrasi sendiri bisa membuat tubuh terasa lelah atau tak bertenaga.

Tubuh Anda kekurangan garam dan elektrolit

Ketika Anda kekurangan cairan, bila dibiarkan terus menerus maka Anda dapat mengalami kekurangan garam (natrium) dan elektrolit. Ini terutama terjadi ketika Anda mengganti cairan tubuh dengan minuman yang mengganti cairan, namun tidak mengganti elektrolit.

Masalahnya, garam dan elektrolit sangat diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Jadi kalau Anda minum air tapi tidak mengganti elektrolit, cairan tubuh Anda akan langsung terbuang lagi. Entah lewat keringat atau urine (air kencing).

Jika kejadian-kejadian di atas dibiarkan, Anda dapat mengalami heat exhaustion, suatu kondisi di mana tubuh Anda sudah terlalu panas. Kondisi ini dapat bertambah parah dan berlanjut menjadi heat stroke atau sengatan panas yang dapat mengancam nyawa.

Apa yang harus dilakukan saat cuaca panas?

Untuk mencegah kelahan akibat cuaca panas, hindari menghabiskan waktu terlalu lama di bawah sinar matahari. Segera cari tempat untuk berteduh apabila memungkinkan. Menggunakan topi atau payung juga dapat membantu untuk mengurangi paparan sinar matahari yang langsung mengenai tubuh Anda.

Minum banyak air saat Anda berada di bawah sinar matahari dan makan makanan yang mengandung garam untuk menggantikan garam dan elektrolit yang hilang saat berkeringat.

Selain itu, cobalah untuk menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat Anda. Usahakan untuk tidak melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat ketika cuaca panas.

Jika Anda merasa seperti ingin pingsan atau mengantuk saat berada di ruangan atau cuaca panas, sebaiknya Anda segera berteduh ke tempat yang sejuk dan minum banyak air.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Penyebab Mata Anda Terus Berair dan Cara Mengatasinya

Mata Anda terus-terusan berair padahal tidak sedang kelilipan atau nonton drama Korea? Sebaiknya periksakan ke dokter. Mata berair bisa disebabkan infeksi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Mata 23 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Golongan Darah A, B, AB, dan O Beserta Karakteristiknya

Golongan darah manusia terbagi ke dalam 4 tipe, A, B, AB, dan O. Selain itu, keempatnya juga dibedakan berdasarkan rhesus positif dan negatif.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kelainan Darah, Golongan Darah 23 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Ada Orang yang Punya Ingatan Fotografis?

Pernah dengar orang yang punya ingatan fotografis (photographic memory), alias daya ingat yang kuat dan akurat? Apakah ini mungkin?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Penyakit Saraf Lainnya 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kelainan Jantung Ada di Sebelah Kanan (Dekstrokardia), Apa Bahayanya?

Dekstrokardia adalah kelainan jantung langka yang menyebabkan letak jantung bergeser ke sebelah kanan. Apa saja bahayanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 23 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit dari tikus

Hati-hati! Ini 6 Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Oleh Tikus

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
efek bleaching gigi

Efek Bleaching untuk Memutihkan Gigi, Adakah yang Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
fakta soal lutut manusia

5 Fakta Mengagumkan Soal Lutut Manusia yang Tangguh Tapi Rawan Cedera

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit