4 Tanda Hubungan Seks Mulai Kandas Dalam Kehidupan Pernikahan Anda

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 02/05/2018
Bagikan sekarang

Dalam kehidupan pernikahan, seks bukanlah segalanya. Namun, memiliki kehidupan seks yang sehat dan hebat berperan dalam kelanggengan pernikahan. Dikutip dari Huffington Post, ada berbagai masalah seks yang bisa menjadi tanda pernikahan akan berakhir dan tidak bertahan lama jika dibiarkan terus menerus dan tidak dicari solusinya. Berikut ini tanda kehidupan pernikahan terancam akibat hilangnya hubungan seks yang tak harmonis.

1. Tidak ada lagi ketertarikan fisik

masalah pernikahan

Moushomi Gouse, seorang terapis seks asal Amerika menyatakan bahwa hilangnya ketertarikan fisik di antara pasangan suami istri menjadi salah satu tanda penting pernikahan sedang berada di ujung tanduk.

Pasalnya, pasangan yang sudah tidak saling tertarik secara fisik biasanya akan kehilangan ketertarikan secara seksual. Hal ini dapat berlaku di kedua pihak atau bahkan hanya di salah satu pihak saja. Jika hal ini terjadi maka ada salah satu pihak yang merasa tidak diinginkan.

Akibatnya, keintiman di antara kedua pasangan yang seharusnya menjadi perekat rumah tangga perlahan menghilang dan bahkan bisa memudar jika dibiarkan terus menerus.

2. Tidak lagi berhubungan seks

hubungan suami istri terasa hambar

Seks dalam pernikahan membawa sederet manfaat dan keuntungan. Berhubungan seksual dengan pasangan dapat menambah tingkat komitmen dengan pasangan, membuat pasangan terhubung secara emosional, bahkan mengurangi stres. Untuk itu, jika dalam pernikahan Anda dan pasangan tidak lagi berhubungan seks, Anda perlu waspada karena ini bisa jadi tanda terancamnya kehidupan pernikahan.

Pasangan yang tidak lagi berhubungan seks akan merasa jauh dan bahkan benar-benar menjauhkan diri satu sama lain karena tidak ada ikatan emosional yang menguatkan di antara keduanya. Jika sudah begini, jangan anggap sepele karena akan berakibat buruk pada kehidupan pernikahan bila berlangsung dalam waktu yang lama.

Segera bicarakan baik-baik apa masalah yang mendasarinya dan pecahkan solusi secara bersama-sama tanpa meninggikan ego masing-masing.

3. Masalah kesehatan dijadikan alasan untuk menolak seks

gairah seks menurun

Tak jarang masalah kesehatan seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, dan juga rasa sakit saat berhubungan seksual dijadikan alasan untuk menghindari seks. Rasa minder, malu, dan perasaan tidak diinginkan dapat menyelimuti pikiran pengidapnya. Masalah kesehatan yang dimiliki pasangan selalu dijadikan kambing hitam untuk terus-terusan menolak ajakan seks pasangan. Jika hal ini dibiarkan terus-terusan, pasangan Anda akan merasa jenuh dan merasa dihindari.

Untuk itu, jangan jadikan seks sebagai kambing hitam. Jika Anda mengalami masalah seks tertentu, cobalah untuk segera mengonsultasikannya ke dokter agar hal tersebut dapat segera ditangani dengan baik dan tidak merusak kehidupan rumah tangga Anda. Usahakan juga untuk membicarakan hal ini dengan pasangan secara terbuka dan mencari solusi terbaiknya.

4. Perbedaan keinginan dalam berhubungan seks

berhubungan intim setelah melahirkan

Jika Anda berada pada kondisi dimana pasangan menginginkan seks lebih banyak dari yang Anda inginkan, maka Anda perlu mewaspadainya.  Meskipun terlihat sepele, tetapi hal ini bisa menimbulkan masalah besar bagi sebagian besar pasangan suami istri.

Menurut Megan Fleming, seorang psikolog dan ahli terapi seks di New York, pasangan yang keinginan seksnya lebih rendah memegang kendali atas kehidupan seks pasangannya. Jika hal ini dibiarkan dan tidak disadarinya, pasangannya yang memiliki nafsu seks lebih tinggi akan merasa kesal karena merasa diabaikan.

Bahkan dalam beberapa kasus, perbedaan ini berisiko pada perceraian. Hal ini dikarenakan pasangan yang memiliki nafsu lebih besar mungkin tidak bisa menerima kenyataan bahwa nafsu seksnya tidak dapat tersalurkan dengan baik.

Padahal jika dibicarakan baik-baik, hal ini dapat diatasi dan tidak sampai memicu perselisihan hebat. Tak hanya itu, perbedaan keinginan mengenai jenis seks yang diinginkan juga bisa menjadi permasalahan besar jika tidak dibicarakan.

Untuk itu, kunci penyelesaiannya yaitu mengutarakan keinginan masing-masing agar keinginan dan kebutuhan seksual Anda dan pasangan dapat terpenuhi secara adil.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bulan Madu Kedua untuk Pasangan Suami Istri, Apa Manfaatnya?

Bulan madu kedua dapat merekatkan hubungan pernikahan yang mulai renggang. Lalu kapan waktu yang tepat untuk berbulan madu kembali?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

4 Masalah Utama yang Sering Diributkan Menjelang Pernikahan

Masa-masa menuju pernikahan adalah waktu-waktu yang rawan. Menjelang pernikahan, biasanya masalah datang silih berganti menguji Anda dan pasangan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini

Agar Tak Makin Stres, Ini 3 Tips Mencegah Pertengkaran Jelang Pernikahan

Sering kali terjadi konflik di antara pasangan sebelum hari pernikahan tiba. Bagaimana agar pertengkaran menjelang pernikahan dapat dicegah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah

4 Alasan Umum yang Membuat Seseorang Takut Menikah

Banyak orang yang menjalin asmara ingin akhirnya berumah tangga, tapi ada juga yang malah sangat takut menikah sampai menghindari cari pacar. Kenapa begitu?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

pernikahan beda usia

Pernikahan Beda Usia, Membawa Tantangan Sekaligus Dinamika

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
efek samping pakai vibrator terlalu sering

Kalau Terlalu Sering Pakai Vibrator, Apa Efek Samping yang Ditimbulkan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
stres setelah berhubungan intim

Pria Ternyata Juga Bisa Stres Setelah Berhubungan Intim, Ini Sebabnya

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 08/02/2020
waktu yang tepat untuk bercerai

Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Bercerai dengan Pasangan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 11/01/2020