Perlukah Membuat Tabungan Bersama Setelah Menikah?

Oleh

Setelah menikah, Anda dan pasangan adalah satu kesatuan yang akan mengarungi bahtera rumah tangga bersama-sama. Segala urusan rumah tangga baiknya dibicarakan dan diputuskan berdua, termasuk masalah keuangan. Apalagi jika kedua belah pihak sama-sama bekerja dan memiliki penghasilan tetap. Nah setelah menikah pastinya Anda mau pengeluaran sehari-hari terdata secara rinci, bukan? Bila demikian, perlukah punya tabungan bersama setelah menikah?

Perlukah membuat tabungan bersama setelah menikah?

Tabungan bersama adalah rekening yang Anda buat bersama dengan pasangan, terpisah dari rekening penghasilan pribadi. Di rekening tersebutlah Anda dan pasangan akan sama-sama menyisihkan sebagian pendapatan masing-masing.

Apa tujuannya? Rekening itu akan menjadi sumber keuangan rumah tangga yang utama, baik untuk membayar tagihan listrik, air, internet, uang sekolah anak, hingga belanja bahan-bahan pokok bulanan.

Sebagian pasangan juga mungkin membuat tabungan bersama khusus untuk liburan, cita-cita buka usaha, atau dana darurat di masa depan. Sementara dana untuk kebutuhan sehari-hari tetap berasal dari rekening masing-masing. 

Membicarakan prinsip hidup dan keuangan, serta cara menabung dari masing-masing pihak sangatlah penting. Pasangan Anda tidak dapat membaca pikiran Anda, begitu pun sebaliknya. Jadi bersikaplah terbuka dan jujur ​​tentang harapan dan impian Anda tentang masalah finansial setelah menikah. 

Membahas semua hal ini akan membantu Anda berdua bekerja sama mencapai tujuan bersama-sama. Tidak lupa, dengan menabung bersama Anda berdua akan belajar untuk bisa tetap realistis dan menyelaraskan prinsip soal masalah keuangan. 

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan suami istri soal rekening bersama

Pada akhirnya, apa fungsi rekening bersama bagi Anda dan pasangan setelah menikah haruslah ditentukan dan disepakati bersama. Tidak ada tujuan yang salah atau benar, yang penting sesuai dengan kebutuhan setiap rumah tangga.

Membuat tabungan bersama setelah menikah bukanlah suatu kewajiban. Jika ingin, Anda dan pasangan harus berembuk dahulu untuk memutuskan perlu tidaknya menabung bersama.

Berikut pertimbangannya:

1. Cek rekam jejak keuangan pasangan

Tidak semua orang paham maksud dan tujuan dari tabungan bersama setelah menikah.

Sebelum membuatnya, Anda dan pasangan harus saling memastikan Anda berdua mau dan bisa sama-sama menabung untuk keperluan rumah tangga. Salah-salah, yang ada tabungan bisa terkuras habis tanpa jejak atau Anda dan pasangan  bisa bertengkar karena masalah uang. 

Maka coba pahami dulu bagaimana latar belakang keuangan pasangan, terutama dari pengalaman keluarga mereka. Misalnya, prinsip dan pengertian yang keluarganya tanamkan tentang uang. Apakah pasangan berasal dari keluarga yang mementingkan menabung demi hidup mapan dan nyaman di usia senja? Apakah orangtuanya gemar menghabiskan uang sampai di usia senjanya harus minta bantuan finansial anak-anaknya?

Dari situ Anda bisa melihat contoh bagaimana pasangan Anda dibesarkan dari segi keuangan.  Sedikit banyak, contoh keuangan keluarganya ini akan memengaruhi bagaimana pasangan Anda berpikir atau menabung. Anda juga dapat membandingkan latar belakang keluarga sendiri sebelum memutuskan punya tabungan bersama setelah menikah. 

2. Perhatikan cara masing-masing menghabiskan uang

Baik Anda dan pasangan selanjutnya harus memerhatikan bagaimana cara masing-masing mengeluarkan uangnya sebelum menikah.

Apakah salah satu orang suka menghabiskan uang untuk jajan atau nongkrong? Apakah ia lebih suka menabung dan investasi? Atau apakah ada yang lebih banyak menghabiskan gaji untuk membayar utang atau cicilan?

Penting untuk masing-masing pihak saling menanyakan bagaimana “gaya” mereka selama ini menghabiskan penghasilan bulanannya.

Ini juga bisa menjadi sarana mengenal pribadi masing-masing serta menentukan rencana tabungan bersama apa yang akan Anda buat. Misalnya, untuk cita-cita bersama atau hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja. 

3. Apa tujuan jangka panjang Anda berdua

Terakhir, Anda bisa menentukan perlu atau tidaknya tabungan bersama setelah menikah dari cita-cita Anda berdua. Misalnya, jika Anda berniat memiliki momongan segera, Anda bisa mengusulkan prioritas menabung untuk kebutuhan anak Anda. 

Bila memutuskan untuk tidak punya anak, putuskan bahwa tabungan yang Anda akan buat adalah untuk kepentingan sehari-hari dan dana pensiun berdua. 

Baca Juga:

Sumber