Senam kegel adalah gerakan-gerakan mudah dan sederhana yang bermanfaat untuk memperkuat otot panggul. Senam kegel biasanya dilakukan oleh perempuan untuk mengencangkan vagina, bahkan senam ini dianjurkan untuk ibu hamil untuk memperlancar proses persalinannnya.  Namun, ternyata senam kegel dapat bermanfaat juga jika dilakukan oleh kaum pria. Apa saja manfaat senam kegel pria? Simak selengkapnya di bawah ini.

Manfaat senam kegel pria

Senam kegel pria bermanfaat untuk membantu orang yang menderita inkontinensia urin, yaitu ketidakmampuan seseorang mengontrol kandung kemihnya, sehingga mengakibatkan beser.

Selain itu, senam kegel pria juga dapat membantu proses pemulihan setelah melakukan operasi prostat. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan pada pria yang mengalami operasi prostat menunjukkan bahwa senam kegel dapat meningkatkan proses pemulihan kandung kemih setelah operasi.

Studi lain dapat membuktikan senam kegel dapat membantu memulihkan pria yang mengalami impotensi (disfungsi ereksi). Kelompok tersebut melatih otot panggul mereka dengan melakukan senam kegel selama 6 bulan secara rutin. Hasilnya sebanyak 40% dari mereka memiliki fungsi ereksi yang normal kembali.

Senam kegel pria juga disebut-sebut sebagai terapi untuk orang yang mengalami ejakulasi dini dan dapat memperbesar ukuran penis, namun memang belum ada bukti ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

Bagaimana cara melakukan senam kegel pria?

1. Temukan di mana otot panggul Anda

Otot panggul terletak di dasar rongga panggul dan posisinya memanjang dari tulang kemaluan sampai tulang belakang bagian bawah. Sebelum melakukan senam kegel, Anda sebaiknya menemukan dan tahu di mana letak otot panggul Anda dengan cara, berpura-puralah seperti sedang buang air kecil, lalu coba untuk menghentikan aliran urin dengan kontraksi otot yang cepat. Otot yang berkontraksi tersebut merupakan otot panggul Anda.

2. Lakukan senam kegel secara rutin

Setelah mengetahui otot panggul Anda, maka langkah selanjutnya adalah melakukan senam kegel secara rutin. Tahap pertama adalah melakukan pelenturan otot, cobalah untuk melakukan gerakan seperti menahan kencing, dan lakukan hal tersebut selama 5 hingga 20 detik, kemudian lepaskan. Gerakan seperti ini gerakan yang sangat mudah dilakukan dan Anda dapat melakukannya 10 hingga 20 kali per waktu latihan, dengan waktu latihan sekitar 3 atau 4 kali dalam sehari.

3. Kapan perlu melakukan senam kegel?

Cobalah menjadikan senam kegel menjadi kegiatan rutinitas Anda sehari-hari, seperti ketika mandi, setelah membuang air kecil, atau bahkan ketika Anda tertawa dan mengangkat beban berat. Gerakan yang sangat sederhana ini membuat senam kegel tidak memakan waktu dalam praktiknya, dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun.

4. Melakukan gerakan variasi

Anda dapat melakukan variasi gerakan senam kegel dengan cara menahan otot sangat cepat atau sangat lambat. Padukan variasi gerakan tersebut dalam satu kali latihan. Pastikan tubuh Anda dalam keadaan rileks dan tidak melibatkan otot-otot yang lain seperti otot paha, bokong, atau perut. Lakukan senam kegel dengan santai dan bernapas dengan normal.

Apa yang perlu diperhatikan saat melakukan senam kegel pria?

Jika Anda merasa sakit di perut atau punggung setelah melakukan senam kegel, maka itu menandakan bahwa tidak melakukan senam dengan benar. Senam kegel hanya melibatkan otot panggul saja dan pastikan otot-otot Anda yang lain tidak perlu ikut berkontraksi.

Selain itu, jangan berlebihan dalam melakukan senam kegel karena otot akan menjadi lelah dan akhirnya tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik.

Orang-orang yang masih berusia muda, biasanya memiliki otot panggul yang masih kencang dan kuat namun akan melemah seiring dengan pertambahan usia. Oleh karena itu, sama halnya dengan otot tubuh yang lain seperti otot perut, otot lengan, dan lainnya, otot panggul pun juga harus sering dilatih secara rutin dengan senam kegel pria maupun wanita, namun dengan gerakan yang benar.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca