Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Senam kegel adalah gerakan-gerakan mudah dan sederhana yang bermanfaat untuk memperkuat otot panggul. Senam kegel biasanya dilakukan oleh perempuan untuk mengencangkan vagina, bahkan senam ini dianjurkan untuk ibu hamil untuk memperlancar proses persalinannnya.  Namun, ternyata senam kegel dapat bermanfaat juga jika dilakukan oleh kaum pria. Apa saja manfaat senam kegel pria? Simak selengkapnya di bawah ini.

Manfaat senam kegel pria

Senam kegel pria bermanfaat untuk membantu orang yang menderita inkontinensia urine, yaitu ketidakmampuan seseorang mengontrol kandung kemihnya, sehingga mengakibatkan beser.

Selain itu, senam kegel pada kaum laki-laki juga dapat membantu proses pemulihan setelah melakukan operasi prostat. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan pada pria yang mengalami operasi prostat menunjukkan bahwa senam kegel dapat meningkatkan proses pemulihan kandung kemih setelah operasi.

Studi lain dapat membuktikan senam kegel dapat membantu memulihkan pria yang mengalami impotensi (disfungsi ereksi). Kelompok tersebut melatih otot panggul mereka dengan melakukan senam kegel selama 6 bulan secara rutin. Hasilnya sebanyak 40% dari mereka memiliki fungsi ereksi yang normal kembali.

Senam kegel pria juga disebut-sebut sebagai terapi untuk orang yang mengalami ejakulasi dini dan dapat memperbesar ukuran penis, namun memang belum ada bukti ilmiah yang membuktikan hal tersebut.

Bagaimana cara melakukan senam kegel pria?

1. Temukan di mana otot panggul Anda

Otot panggul terletak di dasar rongga panggul dan posisinya memanjang dari tulang kemaluan sampai tulang belakang bagian bawah. Sebelum melakukan senam kegel, Anda sebaiknya menemukan dan tahu di mana letak otot panggul Anda dengan cara, berpura-puralah seperti sedang buang air kecil, lalu coba untuk menghentikan aliran urin dengan kontraksi otot yang cepat. Otot yang berkontraksi tersebut merupakan otot panggul Anda.

2. Lakukan senam kegel secara rutin

Setelah mengetahui otot panggul Anda, maka langkah selanjutnya adalah melakukan senam kegel secara rutin. Tahap pertama adalah melakukan pelenturan otot, cobalah untuk melakukan gerakan seperti menahan kencing, dan lakukan hal tersebut selama 5 hingga 20 detik, kemudian lepaskan. Gerakan seperti ini gerakan yang sangat mudah dilakukan dan Anda dapat melakukannya 10 hingga 20 kali per waktu latihan, dengan waktu latihan sekitar 3 atau 4 kali dalam sehari.

3. Kapan perlu melakukan senam kegel?

Cobalah menjadikan senam kegel menjadi kegiatan rutinitas Anda sehari-hari, seperti ketika mandi, setelah membuang air kecil, atau bahkan ketika Anda tertawa dan mengangkat beban berat. Gerakan yang sangat sederhana ini membuat senam kegel tidak memakan waktu dalam praktiknya, dapat dilakukan di mana saja dan kapan pun.

4. Melakukan gerakan variasi

Anda dapat melakukan variasi gerakan senam kegel dengan cara menahan otot sangat cepat atau sangat lambat. Padukan variasi gerakan tersebut dalam satu kali latihan. Pastikan tubuh Anda dalam keadaan rileks dan tidak melibatkan otot-otot yang lain seperti otot paha, bokong, atau perut. Lakukan senam kegel dengan santai dan bernapas dengan normal.

Apa yang perlu diperhatikan saat melakukan senam kegel pria?

Jika Anda merasa sakit di perut atau punggung setelah melakukan senam kegel, maka itu menandakan bahwa tidak melakukan senam dengan benar. Senam kegel hanya melibatkan otot panggul saja dan pastikan otot-otot Anda yang lain tidak perlu ikut berkontraksi.

Selain itu, jangan berlebihan dalam melakukan senam kegel karena otot akan menjadi lelah dan akhirnya tidak dapat melakukan fungsinya dengan baik.

Orang-orang yang masih berusia muda, biasanya memiliki otot panggul yang masih kencang dan kuat namun akan melemah seiring dengan pertambahan usia. Oleh karena itu, sama halnya dengan otot tubuh yang lain seperti otot perut, otot lengan, dan lainnya, otot panggul pun juga harus sering dilatih secara rutin dengan senam kegel pria maupun wanita, namun dengan gerakan yang benar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Berapa kali Anda menonton pornografi dalam seminggu? Hati-hati, lho. Para ahli menguak kalau kecanduan pornografi berdampak pada risiko disfungsi ereksi.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Apa Akibatnya Jika Melakukan Seks Terlalu Sering?

Hubungan seks adalah salah satu faktor terpenting dalam keharmonisan rumah tangga. Namun apakah ada risikonya jika melakukan seks terlalu sering?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Bukan Hanya Foreplay, Afterplay Setelah Seks Juga Tak Kalah Penting

Afterplay adalah salah satu tahapan yang paling sering diabaikan dari seks. Apakah Anda tahu bahwa afterplay setelah seks penting untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit