home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kenapa ODHA Rentan Sariawan? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kenapa ODHA Rentan Sariawan? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Hampir semua orang pasti pernah punya sariawan di mulut sesekali dalam hidupnya. Namun pada pengidap HIV, kemunculan sariawan akan lebih sering, mungkin jumlahnya lebih banyak, dan lebih sulit untuk disembuhkan. Ya! Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) lebih rentan mengalami sariawan dibanding orang sehat. Kenapa begitu?

Penyebab sariawan muncul pada pengidap HIV

Sariawan biasanya muncul akibat bagian dalam mulut yang tergigit ketika makan atau mengunyah sesuatu. Namun pada ODHA, kemunculan sariawan merupakan salah satu gejala umum dari infeksi HIV.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi kemunculan sariawan pada ODHA. Namun, pemicu utamanya adalah gangguan kekebalan tubuh. HIV adalah penyakit yang menyerang sistem imun sehingga pengidapnya akan lebih rentan jatuh sakit dan diserang berbagai macam infeksi.

Penyebab dari sariawan pada pengidap HIV kemungkinan besar berawal dari infeksi oportunistik seperti infeksi herpes, infeksi HPV oral, dan infeksi jamur candida. Semua penyakit yang disebutkan ini masing-masingnya dapat memunculkan gejala berupa sariawan atau luka terbuka di bagian mana pun mulut.

Sariawan ini akan lebih sulit untuk disembuhkan sehingga nafsu makan penderita HIV bisa menurun karena kesulitan untuk menelan (disfagia). Lambat laun, hal ini dapat membuat berat badan ODHA semakin turun dan susah gemuk.

Di sisi lain, semakin susah makan maka semakin sedikit pula asupan nutrisi yang didapat tubuh. Ketika Anda tidak mendapatkan cukup nutrisi, fungsi respon imun akan semakin menurun. Alhasil, Anda akan semakin mudah terkena sariawan.

Ya! Asupan vitamin B-3 (niasin), vitamin B-9 (asam folat), dan vitamin B-12 (cobalamin) yang rendah bisa menjadi penyebab sariawan. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kekurangan asupan zinc, kalsium, dan zat besi dapat memicu atau bahkan memperparah sariawan.

Gejala sariawan yang menandakan infeksi HIV

Sariawan itu sendiri adalah luka terbuka berbentuk bulat atau oval kecil yang muncul di sekitar jaringan lunak dalam mulut. Bagian tengah sariawan berwarna keputihan atau kekuningan, sementara tepiannya berwarna kemerahan.

Sariawan umumnya muncul di lidah, gusi, pipi bagian dalam, bibir dalam, atau langit-langit mulut yang terasa perih.

Semakin lama, benjolan kecil tersebut akan membesar dan terisi nanah atau cairan mirip dengan kulit yang melepuh. Rata-rata benjolan ini terbentuk sebesar satu sentimeter, tapi bisa juga lebih besar lagi.

Cara mengatasi sariawan pada pengidap HIV

Pengobatan utama untuk menyembuhkan sariawan adalah dengan pemberian obat HIV antiretroviral (ARV). Pengobatan ARV dapat memperlambat infeksi dan stadium HIV sehigga kerja kekebalan tubuh bisa semakin kuat mengatasi infeksi penyebab sariawan.

Namun, sariawan yang dialami oleh ODHA harus juga ditangani sesuai dengan penyebab spesifiknya. Secara umum, sariawan yang disebabkan oleh infeksi virus oportunis lainnya, pengobatan yang tepat adalah menggunakan antiviral. Apabila penyebabnya herpes simplex, dokter akan memberikan acyclovir yang perlu dikonsumsi selama sariawan berlangsung.

Jika sariawan secara spesifik disebabkan oleh infeksi bakteri oportunis, obatnya mungkin adalah antibiotik yang diresepkan. Obat-obatan dan obat kumur antijamur dapat digunakan untuk mengatasi sariawan yang disebabkan oleh infeksi jamur.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Canadian Journal of Infectious Disease melaporkan obat pentoxifylline juga terbukti efektif meredakan sariawan pada penderita HIV. Obat ini memiliki sifat antiradang setara dengan obat thalidomide yang lebih dulu diketahui bisa mengatasi sariwan parah pada penderita HIV.

Sariawan dapat menularkan virus

Penularan HIV terjadi melalui pertukaran cairan tubuh. Inilah yang menyebabkan banyak orang khawatir akan tertular HIV melalui sariawan, karena sariawan dapat mengandung liur atau cairan. Namun, kenyataannya tidak semudah itu.

Air liur atau ludah tidak mengandung cukup virus HIV (viral load) untuk bisa menularkan infeksi. Hanya darah dan beberapa jenis cairan tubuh saja yang bisa membawa dan memindahkan virus HIV kepada orang lain. Cairan tubuh yang dimaksud adalah air mani, cairan praseminal, cairan vagina, cairan rektum, dan air susu ibu (ASI).

Penularan juga hanya mungkin terjadi jika ada kontak langsung antara darah atau cairan tubuh orang dengan HIV dengan darah atau cairan tubuh orang yang belum terinfeksi.

Sariawan HIV merupakan luka terbuka pada bagian dalam mulut yang dalam beberapa kasus mengandung darah (blood blisters). Adanya luka yang terbuka dan darah ini memang memungkinkan terjadinya perpindahan virus HIV dari satu orang ke orang lain.

Seseorang bisa tertular HIV melalui sariawan ketika darah atau cairan tubuh dari orang yang terinfeksi masuk ke dalam bagian sariawan yang terbuka dan mengeluarkan darah. Meskipun demikian, kasus penularan melalui sariawan masih jarang ditemukan.

Untuk menghindari risiko menularkan HIV lewat sariawan, selalu gunakan kondom saat berhubungan seks vaginal, seks oral, maupun seks anal. Pasalnya, risiko penularan juga akan bertambah besar jika terdapat luka pada kemaluan orang yang mengidap HIV karena bisa terjadi kontak langsung antara darah Anda dengan darah pasangan yang mengidap HIV.

Cara mencegah timbul sariawan pada mulut

Rutin memeriksakan diri ke dokter gigi adalah cara yang baik untuk mencegah timbulnya sariawan pada mulut. Dokter gigi dapat membantu pengidap HIV untuk mengatasi gejala yang ada dan mencegahnya kembali di masa depan.

Dianjurkan untuk menemui dokter gigi untuk sariawan yang:

  • Sangat menyakitkan.
  • Bertahan lebih dari 1-2 minggu.
  • Membuat sulit untuk minum obat.
  • Memengaruhi kemampuan untuk makan, menelan, atau berbicara.
  • Terjadi bersamaan dengan gejala lainnya.

Beberapa cara lain untuk mencegah sariawan termasuk:

  • Minum obat HIV secara konsisten.
  • Mempraktikkan kebersihan mulut yang baik.
  • Berhenti merokok.
  • Biasakan minum air putih.
  • Menghindari makanan dan minuman yang bercita rasa pedas dan/atau asam.
  • Biasakan makan makanan sehat yang bergizi seimbang.

Dapatkan tes HIV segera jika curiga terpapar virus dari sariawan

Jika Anda tidak yakin apakah tertular melalui kontak dengan sariawan HIV ketika melakukan seks oral dan berciuman, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk melakukan tes darah atau tes antibodi.

Satu-satunya cara untuk memastikan Anda bebas dari virus HIV hanyalah dengan pemeriksaan atau menjalani tes HIV. Semakin cepat Anda mendeteksi virus HIV, semakin efektif juga pengendalian gejala dan penyebaran penyakit yang bisa Anda usahakan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Unprotected Oral with Canker Sore. http://www.medhelp.org/posts/HIV—Prevention/Unprotected-Oral-with-Canker-Sore/show/1808484 Diakses pada 17 Oktober 2016.

Oral Sex with Canker Sores. http://helpline.aidsvancouver.org/question/oral-sex-canker-sore Diakses pada 17 Oktober 2016.

HIV Basics. http://www.cdc.gov/hiv/basics/index.html Diakses pada 17 Oktober 2016.

Aphthous Ulcers (Canker Sores). https://www.poz.com/basics/hiv-basics/aphthous-ulcers-canker-sores Diakses pada 17 Oktober 2016.

Blood Blisters in Mouth. http://www.newhealthadvisor.com/Blood-Blisters-in-Mouth.html Diakses pada 17 Oktober 2016.

What Do HIV Mouth Sores Look Like? https://www.healthline.com/health/hiv-mouth-sores.Diakses pada 16 Januari 2020.

Treatment of recurrent aphthous ulcers in an HIV patient – An emerging use for pentoxifylline.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3250908/.Diakses pada 16 Januari 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 18/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri