Apakah Meningitis Bisa Menular Lewat Ciuman?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Pada Juli 2017 lalu, pasangan suami istri dari Iowa, Amerika Serikat, harus merelakan kepergian bayinya yang baru lahir akibat meningitis. Dokter menduga bahwa bayi tersebut tertular meningitis dari tamu-tamu yang menggendong dan mencium bayi saat menjenguknya. Risiko penularan meningitis lewat ciuman ini pun tidak terbatas hanya pada bayi, karena anak remaja dan dewasa pun juga sama berisikonya.

Bisakah tertular meningitis lewat ciuman?

Meningitis adalah peradangan selaput otak. Beberapa gejala klasik radang selaput otak termasuk sakit kepala, demam, dan leher kaku (kaku kuduk). Siapa saja berisiko terkena meningitis, khususnya bayi dan anak-anak, orang lanjut usia, dan orang-orang yang memiliki kekebalan tubuh lemah.

Meningitis paling sering disebabkan oleh virus, namun beberapa kasus dapat juga disebabkan oleh bakteri atau jamur. Meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri umum disebabkan oleh infeksi E. coli dan Haemophilus influenzae. Virus penyebab meningitis pun ada beragam jenisnya. Virus herpes simplex (HSV-1), virus HIV, dan virus campak termasuk tiga jenis virus yang paling umum menyebabkan meningitis. Ditambah lagi, penyakit meningokokus merupakan penyebab utama dari meningitis  pada anak dan orang dewasa.

Baik infeksi virus, bakteri, dan jamur penyebab meningitis bisa menular lewat kontak pribadi yang dekat dengan orang yang terinfeksi, seperti batuk dan bersin yang tidak ditutup atau berciuman. Pasalnya, sekresi tenggorokan orang yang terinfeksi meningitis, seperti dahak dan air liur, mengandung partikel infeksi.

Bagaimana mencegah tertular meningitis?

Cara paling utama untuk mencegah penularan meningitis adalah dengan vaksin meningitis. Badan pengendalian penyakit di Amerika Serikat, CDC, merekomendasikan pemberian vaksin meningokokus pada anak-anak mulai usia minimum 6 minggu (MenHibrix), 2 bulan (Menveo), 9 bulan (Menactra), dan 10 tahun (MenB- Trumenba).

Vaksin meningokokus ACYW135 untuk orang dewasa harus diberikan setidaknya dua hingga empat minggu sebelum bepergian ke daerah berisiko tinggi, misalnya sebelum berangkat haji atau umroh. Umumnya dokter akan menyarankan Anda mendapatkan vaksin ini tiap 2 sampai 3 tahun sekali.

Jika Anda tinggal bersama atau sedang merawat orang yang terinfeksi meningitis, sebisa mungkin hindari kontak langsung. Meski penularan meningitis lewat udara tidak semudah penularan flu, risiko Anda meningkat apabila Anda mengalami kontak langsung dalam waktu lama dengan orang yang terinfeksi. Misalnya seperti berbagi alat makan atau makan dan minum dari sumber yang sama secara berbarengan. Berikut beberapa contohnya:

  • Jangan berbagi makanan, gelas, botol air, atau peralatan makan dengan orang yang terinfeksi
  • Jangan berbagi tisu atau handuk
  • Jangan berbagi lip gloss atau lipstik
  • Cuci tangan sering dengan sabun dan air setelah menggunakan fasilitas umum

Terakhir, penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat untuk membantu Anda terlindungi dari berbagai virus dan penyakit. Cobalah untuk terus menerapkan gaya hidup sehat. Contohnya mulai dari makan-makanan sehat dan bergizi, istirahat yang cukup, berolahraga teratur dan hindari gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca