Rematik Bikin Seks Terasa Sakit? Contek 5 Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/12/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Bila Anda punya rematik, badan bisa terasa semakin sakit saat berhubungan seks karena persendian yang kaku dan meradang. Misalnya, rasa sakit di pinggang sampai sekujur kaki saat melakukan posisi misioner. Radang rematik juga bisa menyebabkan vagina kering, terutama pada wanita menopause. Semua hal tersebut lama-lama bisa mengempiskan gairah seks Anda. Lantas, bagaimana caranya mengatasi gejala rematik supaya tidak mengganggu aktivitas ranjang Anda bersama pasangan?

Panduan seks aman untuk meredakan gejala rematik

Dilakukan dengan tepat, berhubungan seks justru bisa meredakan nyeri akibat gejala rematik berkat pelepasan hormon endorfin — pereda nyeri alami. Di sisi lain, rasa nyeri yang Anda alami justru bisa membuat Anda malas berhubungan seks. Lantas, harus bagaimana?

Ikuti panduan ini.

1. Konsultasikan ke dokter

Gejala rematik bisa ditangani dengan minum obat pereda nyeri NSAID yang dijual bebas, seperti paracetamol atau tylenol. Jika gejala yang Anda alami cukup parah, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter untuk mendapatkan obat lainnya yang dosisnya lebih kuat.

2. Beri tahu pasangan mengenai kondisi Anda

Bersikap terbuka mengenai kondisi Anda dengan pasangan itu lebih baik daripada menyembunyikannya. Dengan begitu, Anda dan pasangan saling memahami dan bekerja sama dalam menghadapinya. Memilih menutup diri bisa membuat pasangan Anda menjadi bingung dengan perubahan yang terjadi pada Anda bahkan mungkin juga menimbulkan kesalahpahaman.

3. Buatlah persiapan

Membuat rencana bisa menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, misalnya cedera saat seks yang malah makin memperparah gejala rematik Anda. Jangan paksakan untuk berhubungan intim ketika kondisi tubuh tidak mendukung.

Minumlah obat rematik yang sudah diresepkan oleh dokter sekitar 30 menit sebelum melakukan hubungan seksual. Buat tubuh dan otot-otot Anda menjadi lebih rileks, seperti berendam air hangat atau saling memijat. Kegiatan tersebut juga bisa dijadikan foreplay sebelum melakukan seks untuk meningkatkan gairah.

Banyak orang yang melaporkan gejala rematik mereka cenderung memburuk di pagi hari. Maka, buatlah rencana berhubungan seks di malam hari setelah melakukan jalan-jalan santai untuk pemanasan. Waktu tersebut diyakini mampu memberikan kelegaan gejala di esok harinya.

4. Tetap aktif

Cepat lelah menjadi salah penyebab orang rematik enggan untuk berhubungan seks. Untuk itu, bukan hanya asupan obat, Anda juga direkomendasikan untuk mengonsumsi makanan sehat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh Anda. Jangan lupa untuk rutin melakukan olahraga agar Anda tetap bugar.

Namun, kedua hal tersebut harus disesuaikan dengan kondisi Anda. Maksudnya, makanan dan jenis olahraga yang dilakukan jangan bertentangan penyakit Anda supaya tidak memperburuk keadaan.

5. Pilih posisi seks yang sesuai

Posisi seks bisa menjadi penentu kenyamaan Anda berhubungan seks jika memiliki rematik. Cobalah memilih posisi yang membuat tubuh nyaman sekaligus tidak menimbulkan rasa sakit pada persendian. Beberapa posisi seks yang direkomendasikan adalah doggy style atau sambil berdiri. Siapkan bantal atau guling yang dapat membantu meningkatkan kenyamanan Anda.

Yang perlu diingat, jika Anda baru saja melakukan proses operasi penggantian sendi atau pinggul, sebaiknya jangan berhubungan seks dulu selama 6 sampai 12 minggu untuk menghindari sendi bergeser dan memperparah gejala rematik Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ternyata, Siwak Juga Bisa Bantu Ringankan Gejala Rematik

Siwak adalah tanaman yang kaya akan manfaat, termasuk untuk mengobati rematik. Penasaran apa saja manfaat siwak untuk rematik? Simak artikel berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2019 . Waktu baca 4 menit

Mengenali Penyakit Autoimun dari Gejala Hingga Cara Mencegahnya

Jangan anggap sepele, penyakit autoimun bisa merusak organ tubuh secara perlahan. Oleh sebab itu, yuk cari tahu semua hal tentang penyakit ini dari ahlinya.

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 06/06/2019 . Waktu baca 6 menit

Apa Bedanya Rematik, Demam Rematik, dan Penyakit Jantung Rematik?

Artritis, demam rematik, dan penyakit jantung rematik adalah tiga kondisi dengan istilah yang mirip tapi sebenarnya sangat berbeda. Apa saja bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 01/06/2019 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Penyakit Rematik Pasti Diturunkan Dalam Keluarga?

Dikenal sebagai penyakit orang tua, rematik menjadi penyakit yang cukup banyak ditakuti. Banyak anggapan bahwa penyakit ini pasti diturunkan. Benar begitu?

Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 29/03/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bdsm dan kekerasan seksual

Seks BDSM Tidak Sama dengan Kekerasan Seksual

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2020 . Waktu baca 6 menit
lupus pada ibu hamil lupus saat hamil

Semua Hal yang Perlu Anda Tahu Seputar Lupus dan Kehamilan

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 04/10/2019 . Waktu baca 5 menit
rheumatoid arthritis pada remaja

Kena Rheumatoid Arthritis Saat Muda, Apakah Harus Menjalani Pengobatan Selamanya?

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2019 . Waktu baca 5 menit
cara agar pria tahan lama di ranjang

Khusus untuk Pria, Ini 5 Cara Agar Berhubungan Intim Tahan Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 17/07/2019 . Waktu baca 4 menit