6 Fakta yang Harus Anda Tahu Tentang Menopause

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap wanita akan melalui masa menopause, tetapi masing-masing memiliki pengalaman berbeda. Menopause tidak terjadi pada usia yang sama atau untuk periode waktu tertentu, dan hal ini bisa menyebabkan gejala berbeda – baik fisik dan emosional. Menopause bisa membuat kehidupan wanita tidak tenang, sementara pada beberapa wanita, mereka bisa melaluinya tanpa masalah.

Menopause adalah waktu ketika siklus menstruasi bulanan pada wanita berhenti. Ini terjadi karena saat wanita bertambah usia, secara perlahan sel telur mereka akan habis. Beberapa ilmuwan percaya hal ini terjadi untuk melindungi wanita dan anak mereka dari bahayanya hamil pada usia tua.

Kapan saya akan mengalami menopause?

Rata-rata usia wanita mengalami menopause adalah 52 tahun, tetapi seorang wanita bisa mengalami gejala menopause antara usia 45 dan 55 tahun. Gejala bisa bertahan antara dua sampai lima tahun.

Kondisi medis bisa menyebabkan menopause terjadi lebih awal, terkadang pada wanita usia 20-an atau, pada kasus ekstrem, pada masa kanak-kanak. Dikenal sebagai kegagalan rahim dini atau premature ovarian failure (POF).

Apa saja gejala menopause?

Perubahan tingkat hormon bisa menghasilkan gejala yang berbeda. Diperkirakan sekitar dua pertiga dari wanita mengalami gejala umum seperti rasa panas dan berkeringat di malam hari. Namun, beberapa wanita juga melaporkan gejala psikologis, termasuk depresi, lelah, kurangnya energi, dan kekeringan vagina, yang bisa berhubungan dengan penurunan hasrat seks. Efek jangka panjang dari menopause termasuk peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular.

Osteoporosis pasca menopause

Kekuatan tulang bergantung pada kepadatan dan struktur jaringan tulang. Penurunan jumlah mineral dalam tulang dan lambatnya produksi atau pergantian sel tulang bisa melemahkan tulang. Hal ini terjadi pada banyak orang saat usia semakin bertambah tua, tetapi perubahan ini terjadi lebih cepat pada wanita setelah menopause. Inilah mengapa satu dari tiga wanita di atas usia 50 tahun mengalami osteoporosis, dibandingkan pada pria yang hanya satu berbanding 12.

Osteoporosis meningkatkan risiko patah tulang, terutama di pergelangan tangan, pinggul, atau tulang belakang.  Karena estrogen penting bagi kesehatan pertumbuhan tulang, terapi pergantian hormon/hormone replacement therapy (HRT) bisa membantu melindungi tulang wanita dari osteoporosis ketika mereka menjalani pengobatan ini.

Penyakit jantung pasca menopause

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit pada jantung atau pembuluh darah, termasuk serangan jantung dan stroke, biasanya disebabkan oleh penyumbatan arteri. Penyebab kematian paling umum pada wanita di atas usia 60 tahun dan terdapat bukti yang menyatakan bahwa wanita lebih rentan mengalami penyumbatan arteri setelah mengalami menopause.

Meringankan gejala menopause

Selain melindungi wanita dari osteoporosis, terapi hormon juga baik dalam mengendalikan gejala menopause, tetapi bisa sedikit meningkatkan risiko perkembangan kondisi seperti kanker payudara, deep vein thrombosis (DVT), stroke dan penyakit jantung.

Mengubah pola makan dan sering berolahraga juga bisa membantu meringankan gejala menopause.

Menopause pada pria

Beberapa pria mungkin mengalami depresi, kehilangan hasrat seks, disfungsi ereksi, dan gejala fisik serta emosional lainnya ketika mereka memasuki usia akhir 40-an atau awal 50-an. Hal ini terkadang disebut sebagai “menopause pria”. Namun, istilah ini bisa disalahartikan, karena tidak seperti menopause pada wanita, gejala ini tidaklah selalu berhubungan dengan hormon.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Manfaat Senam Kegel untuk Stamina Seks Pria dan Cara Melakukannya

Meski senam kegel sudah lama dikenal efektif untuk mengencangkan vagin.Namun, ternyata senam kegel juga memiliki manfaat untuk stamina seks pria.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Seks & Asmara 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Gejala Penyakit Urologi, Dari Nyeri Buang Air Kecil Hingga Impotensi

Gejala penyakit urologi kerap berhubungan dengan proses kencing yang tidak normal seperti kesulitan atau malah terlalu sering. Apa gejala lainnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi 7 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Apa Akibatnya Jika Melakukan Seks Terlalu Sering?

Hubungan seks adalah salah satu faktor terpenting dalam keharmonisan rumah tangga. Namun apakah ada risikonya jika melakukan seks terlalu sering?

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Seks & Asmara 2 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Bukan Hanya Foreplay, Afterplay Setelah Seks Juga Tak Kalah Penting

Afterplay adalah salah satu tahapan yang paling sering diabaikan dari seks. Apakah Anda tahu bahwa afterplay setelah seks penting untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hidup Sehat, Seks & Asmara 25 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Suami Istri Jarang Berhubungan Intim

Lakukan Hal Ini Saat Pasangan Menolak Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kecanduan pornografi

Awas, Pria yang Kecanduan Pornografi Malah Berisiko Alami Impotensi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11 September 2020 . Waktu baca 4 menit
mempersiapka gejala menopause

Memasuki Usia 40-an? Begini Cara Bersiap-siap Menghadapi Menopause

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit